
“ lama bangat ar? Jangan jangan keasikan bermesraan nih” kata Naya menatap penuh selidik pada Nara dan Ansel
“ apaan sih, ngaco lo” ketus Nara
“ ya udah masuk yuk, ini sepertinya sudah terlambat” ucap Ansel dengan lembut sembari menggengam tangan Nara berjalan masuk terlebih dahulu
“ kita sepertinya melewatkan sesuatu, mereka semakin mesra saja” ucap Naya pada David
“ ya bagus dong. Yuk” ucap David yang juga mnggandeng tangan Naya
“ apa nih maksudnya ngandeng ngandeng” kata Naya sembari menunjuk tangan mereka yang saling bertaut
“ syutt, diam aja aya” ucap David, ia sedikit bingung pada gadis di sampingnya yang sejak tadi tak berhenti berceloteh, apa dia tak capek pikir David
“ syut syut, lo ngomongnya enak om. Jantung gue yang nggak aman. Ini lagi jangan keras keras ogep bunyinya kedengaran malu gue” gerutu Naya membatin
***
“ maaf telat” ucap Ansel datar saat sudah sampai di ruangan VIP yang dipesan mereka untuk acara reunian
“ santai aja broo” ucap salah satu teman laki laki Ansel yang bernama Bima dan diangguki oleh semuanya
“ sini duduk” ucap Ansel lembut pada Nara dengan menarik kursi untuk Nara, sikapnya yang sangat lembut itu mampu membuat mantan teman teman kuliahnya itu tercengang, bagaimana mungkin saat berbicara pada mereka sikap dingin Ansel masih melekat tapi sangat berbeda dengan sikapnya dengan gadis manis yang ada di sebelah Ansel itu.
Saat yang lain masing menatap ingin bertanya pada Ansel pada saat itulah pasangan Naya dan David masuk keruangan mereka.
“ sorry sorry, kita telat yah?” tanya David kelewatan santai
“ dikitlah lo telatnya” jawab Bima
__ADS_1
“ maklumlah yah, macet bro” kata David sembari menuntun Naya untuk duduk di bangku samping Nara dengan menarik kursi untuk gadis itu
“ cielah, romantis bangat nih. Gue kira lo berdua akan datang bareng lagi tanpa pasangan seperti yang sebelum sebelumnya. Ehh nggak taunya udah punya pawang aja nih. Nggak ada niatan kenalin kekita nih” ucap Bima
“ lo tau dari mana coba itu pasangan mereka, nggak usah sotoylah” ucap Chelsea dengan kesal
“ lo kenapa dah, orang dah mesra gitu” jawab Bima yang menjadi kesal
“ ya mesrakan belum tentu pasangan mana tau hanya di sewa aja jadi parter gitu” ucap Chelsea lalu menatap Ansel
“ bukan begitu sel” kata Chelsea dengan suara yang ia buat dengan sedemikian lembut nya selembut tai kerbau, ehh salah selembut sutra maksudnya
“ kenalin Nara calon istri gue, lo pada tunggu undangannya aja. Secepatnya akan gue bagiin” ucap Ansel yang langsung mengenalkan Nara tanpa menjawab perkataan Chelsea
“ APA, kok bisa. Pasti kamu pecanda kan” ucap Chelsea yang tak percaya
“ nih orang kenapa sih, natapnya juga santai aja bos ku. Kayak mau nelan orang aja, gue ngeri kalau kalau tuh biji mata keluar saking pelototnya” batin Nara menatap horor pada Chelsea
“ tapi.., dia nggak cocok denganmu Ansel?”
“ dan anda berpikir Ansel serasi dengan anda?” tanya Naya yang tak terima Nara dianggap sepele
“ ya pastilah. Saya seorang pebisnis begitupun dengan Ansel. Jika Ansel memperistri saya tentu saja saya bisa membantu Ansel dalam hal apapun” ucap Chelsea percaya diri
“ sangat sayang pria pebisnis ini malah memilih sahabat saya yang sederhana dari pada wanita pebisnis seperti anda bukan” tekan Naya dengan senyum smisk nya
“ kamu..” geram Chelsea
“ ohh santai besty” ucap Naya dengan gerakan tangan yang ia buat turun naik di depan dadanya dengan kekehan kecil
__ADS_1
‘ lo..” ucap Nara menyenggol Naya, Nara ingin tertawa menyaksikan adegan konyol sang sahabat
“ sudahlah, lo juga Chelsea, apa salahnya dengan calon istri Ansel. Udah dewasa nggak usah kekanakan bisa kan, kita kumpul untuk reunian jangan jadi hancur gara gara hal sepele gitu” tekan Bima yang tak suka pada Chelsea sejak bangku kuliah sebab sosok gadis itu yang congkak dan tinggih hati
“ apaan sih” kesal Chelsea memutar bola matanya malas tapi masih menatap benci pada Nara dan Naya, lalu menatap Ansel dengan sorot penuh cinta mliknya dan mengatakan
“ an, aku serius dia nggak cocok sama kamu” ucap Chelsea yang tanpaknya belum menyerah
“ cihh, apaan sih lo. Udah di bilangin juga” gerutu Naya yang kesal pada sosok Chelsea, sayang sekali wajah cantik sosok pebisnis di depannya yang memiliki sifat yang astaga, bertolak belakang sekali dengan rupanya. Saking kesalnya Naya jadi ingin meraup gemas wajah Chelsea hingga berdarah, ehh canda sayang.
“ gue tau apa yang terbaik bagi hidup gue. Dan gue tau Nara merupakan sosok istri yang bagus bahkan sangat bagus dan cocok bila bersanding dengan gue. Jadi stop sok tau dan ngatur ngatur, karna lo gak akan pernah tau apapun tentang hidup gue. Terbaik menurut lo belum tentu baik di mata gue.paham” tekan Ansel dengan sorot mata setajam omongan tetangga, dengan menggenggam lembut tangan Nara
“ tapi an...”
“ bisa diam gak sih chel, gak tau malu bangat lo” kesal David yang pada akhirnya membuka suara
“ benar bangat tuh, ngecrocos aja kerjaannya” kesal dian teman mereka juga
“ udah lah, ribut mulu. Kalau lo, gimana bro nggak ada niatan mau ngenalin nih” ucap Bima yang mengganti topik dengan cepat agar situasi tidak terasa canggung
“ kenalin calon pacar gue, Naya” ucap David menggenalkan Naya dan Naya yang tanpak melempar senyum pada manusia manusia yang berada di sana
“ masih calon nih ye. Berarti masih bisa gue tikung gak?” canda dian
“ tikung kepala lo. Gue dah ngepet dekatin dia malah lo mau tikung, gue tikung balik kepala lo baru tau rasa” omel David kesal
“ santai bro canda aja kali” ucap dian sembari terkekeh
Mereka pun mulai makan makan sambil bercerita banyak hal, sedangkan Nara dan Naya hanya diam menyimak saja sebab disana mereka hanya sebagai tamu sesekali juga mereka tanpak berbincang dengan perempuan perempuan mantan teman kampus pria gandengan mereka itu.
__ADS_1
Setelah selesai acara reunian, merekapun keluar dari restoran dan berpisah dengan teman teman Ansel yang lain begitu pun dengan David dan Naya yang berpisah dengan Ansel dan Nara sebab Naya akan pulang kerumahnya.
Dijalan Ansel yang ingin mengatakan sesuatu kepada Nara mengajak gadis itu ke taman indah sebab jam juga baru menunjukkan pukul 9 malam lebih sedikit. Sesampainya di taman mereka berbincang bincang ringan bercerita hal hal yang unfaedah tanpak Nara juga sudah tak canggung lagi dengan Ansel membuat mereka bisa lebih leluasa bercerita.