
“ Sayang, yang rajin yah. Jika ada yang ngenakalimu langsung lapor pada guru” nasehat nara
“ baik mama. Mama dan papa juga hati hati di jalan” ucap queen menyalim tangan nara dan dibalas nara dengan mengecupsayang kedua pipi queen dan tak lupa menghadiahkan kecupan sayang di kening queen
“ mama dan papa pulang dulu. Queen belajar yang rajin” ucap ansel mengelus sayang rambut queen yang dikepang dua oleh nara
“ baik papa” jawab queen menyalim tangan ansel dan ansel mengecup kening putrinya itu.
Setelah berpamitan queen pun masuk ke dalam sekolahnya, ia melambaikan tangan dan di balas sang mama juga yang melambaikan tangan hingga queen menghilang setelah belokan menuju kelasnya.
“ ya udah kita pulang yuk sayang. Aku masih kangan tau sama kamu, tadi malam kan nggak dapat jatah” ucap ansel manja mengapit tangan nara menuju mobil mereka
“ apaan sih by, jangan gitu banyak orang yang liatin tau” ucap nara merasa malu kepada para orangtua yang mengantar anaknya bersekolah yang saat ini sedang menatap geli mereka berdua. Mendengarkan ucapan nara bukannya melepaskan tangan nara, ansel malah lebih menggaliat manja di lengan istrinya itu sembari merengek, ia sama sekali tidak peduli komentar orang lain kepadanya dan bodo amat kepada orang orang yang sedang melihat mereka berbeda dengan sang istri yang sudah kepalang malunya. Nara hanya bisa tersenyum sanggung sembari menundukkan kepala menyapa para orangtua yang lain yang saat ini sedang senyum senyum bahkan ada yang tertawa melihat tingkah suaminya.
“ by ihh, aku malu tau” ucap nara cemberut pada ansel setelah mereka masuk kedalam mobil
“ malu kenapa? Kamu malu punya suami kayak aku?” Tanya ansel yang malah ngegas
“ kok jadi by yang ngegas sih. Aku sama sekali nggak malu punya suami kayak hubby tapi aku malu karena hubby gak tau kondisi manja manja kayak tadi ngomongnya juga nggak ada tempat lain apa” ucap nara masih cemberut
__ADS_1
“ kan terserah kita mau manja manja di mana orang kita juga nggak ada nyuruh mereka untuk lihat kita kan. Kita juga suami istri jadi bukan kita yang salah tapi mata mereka aja yang emang selayatan” ucap ansel seenak jidatnya yang malah menyalahkan orang lain dan tak ingin di salahkan
“ terserah kamu lah kalau begitu by” pasrah nara, ansel akan selalu benar yang salah yah orang lain
“ jadi kita ulang kerumah atau ke hotel by?” Tanya ansel memainkan alisnya
“ ke rumahlah by ngapain ke hotel. Kita juga harus paking barang barang yang akan kita bawa untuk bulan madu bukan” jawab nara
“ ke rumah aja kalau begitu kita juga belum pernah kuda kudaan di rumah. Pekingnya kalau nggak sempat juga nggak perlu sama sekali kita bawa baju di sana bisa kita beli lagi kok” ucap ansel dengan enteng
“ kamu ini by ada ada aja. Masih pagi tapi pikirannya udah kuda kudaan aja. Walau banyak uang kita juga nggak boleh boros, ngapain beli baju lagi di sana sedangkan kita bisa bawa baju baju kita dari sini orang baju kita juga sudah bagus bagus” jawab nara tak terima, ia merasa ansel terlalu menghambur hamburkan uang
“ benar uang kita, tapi dari pada di buat membeli hal hal yang jadinya malah jatuhnya mubajir lebih baik kita sumbang ke anak anak panti atau orang orang yang masih sangat membutuhkan. Mungkin dari uang yang kamu hamburkan itu bisa membuat mereka makan kan” ucap nara lembut menasehati ansel
“ baiklah” jawab ansel nurut saja kepada sang istri
Mereka pun kembali ke kediaman mereka, ansel tidak ada hentinya menggoda nara hingga membuat nara kesal dan bete setiap tingkah jail sang suami sudah keluar. Sesampainya di rumah ansel langsung keluar dari mobil lalu memutar ke arah nara dan dengan romantisnya membukakan pintu mobil untuk sang istri tercinta tidak hanya itu ansel juga membantu nara untuk berjalan dengan menggendong nara, bukankah ansel sudah sangat romantis.
Sesampainya di kamar ansel meletakkan nara dengan begitu hati hati di kasur king sive mereka lalu berbalik untuk mengunci kamar mereka agar bila mereka nantinya kuda kudaan tidak ada makhluk makhluk yang mengganggu.
__ADS_1
“ kangan bangat” ucap ansel mengecup singkat bibir nara
“ kita kan dari tadi sama sama aja, ada ada aja kamu by” jawab nara menggeleng sembari tersenyum
“ kangan mau makan kamu sayang” ucap ansel langsung mengulum bibir nara. Lama mereka saling *******, menghisap, dengan lidah yang saling membelit tangan ansel juga tidak tinggal diam. Ansel meremas dua buah kesukaannya dengan tangan yang juga dengan cepat membukai baju yang melekat di tubuh nara.
“ ahh...” Desah nara saat ansel kembali menorobos gua sempetnya. Pergulatan panas mereka akhirnya kembali terulang setelah hiatis selama 1 malam.
**
**
“ ma, dad. Apa lama perginya?” Tanya queen sendu untuk yang kesekian kalinya. Mereka saat ini sedang berada di bandara mengantarkan mama dan daddynya bersama oma dan opanya, tak lupa naya dan david juga hadir mengantar nara dan ansel
“ nggak sayang, mama dan daddy hanya akan pergi selama 1 minggu. Nanti kalau mama dan daddy sudah pulang akan bawakan banyak oleh oleh buat putri kami yang cantik ini.” Ucap nara dengan lembut sembari menjajarkan tinggi badannya dengan queen
“ queen akan kangan sama mama dan daddy” ucap queen lirih dengan mata berkaca
“ nanti mama dan daddy akan telepon queen dan vidio call oke. Queen disini dulu sama oma dan opa sama bunda naya dan om david juga yah”ucap queen lembut. Jika kalian bingung mengapa nara mengatakan bunda naya bukan tante naya seperti biasa itu karena memang sejak lama mereka sudah berjanji jika kelak mereka sudah memiliki anak, anak anak mereka harus memanggil mereka sebagai bunda untuk naya dan mama untuk nara. Dan karena sekarang queen sudah sah menjadi putri dari sahabatnya karena itulah nara meminta pada queen untuk memanggil naya dengan panggilan bunda.
__ADS_1