DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 29


__ADS_3

“ an, okay?” tanya David saat setelah ia masuk ke dalam ruang kerja sang sahabat


“ emm okay” ucap Ansel tapi sembari memijit pangkal hidungnya


“ kenapa? Kau tak memiliki perasaan apapun lagi kan pada si cabe cabean itu” ucap David menarik kursi yang ada di depan meja kerja Ansel lalu mendudukinya


“ nggaklah. Saat aku telah melamar Nara dengan resmi saat itu aku sudah benar benar serius dan memantapkan hatiku untuknya. Aku hanya khawatir gisel melukai Nara dan Queen. Aku tau persis dia wanita yang seperti apa. Dia wanita yang akan merelakan segala macam cara untuk mewujudkan keinginannya” ucap Ansel menghela nafas, ia tak takut sama sekali hatinya goyah akan masa lalunya tapi ia khawatir akan kedua belah pujaan hatinya menjadi jajaran gisel yang rada rada sinting.


“ emm lo harus lebih mengetatkan pengamanan untuk Queen dan Nara untuk mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan. Untuk pernikahaan lo juga keamanan harus semakin ekstra.” Ucap David


“ benar bangat, nanti akan gue diskusikan dengan papa. Chelsea juga harus di wanti wanti, soalnya dia satu spesies dengan si cabe cabean” ucap Ansel serius


“ okay, dan jangan lupakan keluarga paman Nara yang tak tau malu itu untuk mengantipasi saat keluarga paman Nara mengetahui pernikahaanmu, karena pastinya pernikahaan kalian akan tersorot media setelah kartu undangan pernikahaan kalian tersebar” ucap David sungguh sungguh


“ emm” gumam Ansel mengganggukkan kepalanya


“ btw lo jam berapa fiting bajunya?” tanya David mengalihkan topik pembicaraan mereka

__ADS_1


“ ini gue mau berangkat. Lo gantiin gue meeting okay” kata Ansel yang mulai beranjak dari kursinya


“ ohh okay, semoga lancarnya” ucap David tulus


“ emm” balas Ansel ber eemm ria.


Mereka pun keluar bersama sama dari ruangan Ansel lalu berpisah setelah berada di luar ruangan Ansel sebab tujuan mereka berbeda. David yang ingin keruangannya sedangkan Ansel ingin pulang menjemput Nara untuk fiting baju pengantin mereka. Nara hari ini izin tidak masuk bekerja dan Ansel juga sudah meminta Nara untuk berhenti bekerja takut setelah undangan pernikahaan mereka tersebar membuat Nara yang berada jauh dari pandangan Ansel menjadi sasaran orang orang yang tak menyukai Ansel. Bukan karena Ansel malu memiliki calon istri yang seorang waiters melainkan lebih takut akan keselamatan sang calon istri.


Selama perjananan Ansel terus berpikir akan motif gisel kembali menunjukkan batang hidungnya setelah sekian lama sempat menghilang bak di telan bumi. Ia tau gisel sosok yang nekatan ia khawatir bila undangan dirinya yang akan segera menikah membuat gisel nekat melukai Nara. Tadi dia sudah menghubungi beberapa penjaga bayangannya untuk menjaga Nara dari jauh tanpa ketahuan dengan Nara, dia juga sudah mengutus beberapa bodygourd nya untuk mengawasi gerak gerik gisel dari kejauhan. Untuk Queen sendiri Ansel tidak menambah lagi penjaga bayangannya sebab Queen sendiri sudah memiliki beberapa penjaga bayangan darinya di tambah dengan penjaga bayangan yang di berikan sang papa untuk menjaga Queen oleh karena itu keamanan Queen sudah ketat dan Ansel tidak terlampau khawatir gisel akan mengganggu Queen sebab gisel pastinya takan berani untuk sekedar mendekati Queen karena perjanjian mereka di masa lalu.


“ omm” panggil Nara saat membuka pintu mobil, tanpaknya Nara sudah menunggu kedatangannya sejak tadi. Melihat senyum lembut Nara membuat segala keresahan Ansel menguap menghilang entah kemana, tak tau alasan nya dengan jelas tapi yang pasti di wajah Ansel saat ini sudah tercetak seulas senyum yang menawan.


“ belum sih” jawab Nara


“ hanya fiting baju aja, kenapa harus secantik dan secentil ini” ucap Ansel sedikit kesal sembari menggenggam gaun Nara yang hanya sebatas setengah paha Nara yang mana hal itu membuat kaki jenjang Nara tanpak semakin menawan


“ apaan sih om orang aku hanya dandan tipis tipis, gaunnya juga emang gitu modelnya” ucap Nara manyun

__ADS_1


“ tapi ini terlalu pendek sayang. Dandan tipis tipismu itu membuatmu semakin menawan, aku tak rela kecantikan calon istriku ini di nikmati oleh orang lain” ucap Ansel posesif


“ ihh om” ucap Nara malu dengan muka memerah “ om gak usah takut, hati adek manis ini sudah direbut semua sama duda dingin di sebelahku tanpa menyisahkan ruang untuk pria dewasa yang lain” tambah Nara terkekeh akan kalimatnya sendiri


“ baguslah kalau begitu. Kamu ini hanya milik aku, ingat. Tidak bisa tergoda dengan pria lain selainku karena kamu itu udah aku bloking hanya untukku” ucap Ansel sembari mencapit gemas hidung mungil Nara


“ sakit om” ucap Nara kesal memukul tangan Ansel yang sudah kumat jahilnya


“ hihi hidung kamu kok gemas sih sayang, manjungnya kedalam nggak keluar” ucap Ansel tertawa


“ ngadi ngadi sih om mah, mana ada mancung kedalam hidung aku hanya minimalis saja” ucap Nara tak terima di katain mancung kedalam alias pesek


“ ialah ia. Panggilannya udah bisa di ganti dong sayang, masa sama calon suaminya sendiri manggil om. Nggak lucukan pas kita di pelaminan nanti kamu manggil aku om, para tamu bisa bisa ketawa dan hal itu malah menjadi meme di internet nantinya” kata Ansel


“ jadi aku harus manggil apa, aku bingung soalnya udah nyaman sama panggilan itu


“ terserah asal jangan panggil om atau kakek” ucap Ansel

__ADS_1


“ emm apanya, hubby?” tanya Nara lalu malah ngakak sendiri karena geli akan panggilan barunya pada Ansel


“ hubby? Emm tak terlalu buruk sih” ucap Ansel mengangguk anggukkan kepalanya


__ADS_2