
“ Ansel?”
“ ya Ansel dirgantara wijaya. Kenapa, lo kenal?”
“ astaga pantasan tadi gue agak pamiliar sama tante anita maupun om juno. Ternyata mereka tuan dan nyonya besar wijaya” terang Naya
“ jangan bilang lo nggak kenal” ucap Naya menatap penuh selidik pada Nara
“ emang mereka siapa?” tanya polos Nara yang memang sangat jarang membaca atau menonton berita terlebih mengenai bisnis
“ astaga Nara, makanya sesekali tuh nontonnya berita kek, jangan upin ipin meluluk” omel Naya menatap malas sang sahabat yang tanpak cenggegesan memamergan gereget gigi putihnya
“ ya gimana lagi. Tuh bocil seru” ujar Nara
“ bodo amat lah. Mereka itu keluarga wijaya, keluarga kolongmerat yang udah punya banyak cabang perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri. Mereka punya satu anak yaitu Ansel, Ansel dirgantara wijaya yang sekarang memegang kendali perusaan mereka. Ia terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses sebab dapat membawa perusahaan besar mereka menjadi lebih besar dan terkenal. Ansel merupakan seorang duda yang memiliki satu orang anak yaitu Queen. Ia bercerai dari istrinya saat Queen berusia kurang lebih 4 tahun, isu perceraiannya sih karna orang ketiga. Gue gak habis pikir sama tuh cewek, udah punya suami tampan plus tajir, punya anak yang gemesin ya minta ampun, malah ditinggal demi selingkuhan yang belum tentu lebih baik dari mantan suaminya.”
“ ya gitulah orang yang nggak tau bersyukur. Udah dapat yang bagus tapi nggak puas” ucap Nara
“ benar bangat. kalau semisal nih ya, si Ansel itu ada niatan serius deketin lo, lo gimana?”
“ gimana apa nya. Kalau memang dia ada niatan serius dan tulus pastinya gue akan terbuka. Gue juga masih jomblo, dia juga kan single bukan laki orang”
“ baguslah. Gue senang kalau lo senang, lo harus selalu ingat bahwa lo gak sendiri ada gue yang akan berdiri paling depan bila ada seseorang yang nyakitin lo.”
“ makasih aya, kalau gak ada lo gue gak tau gimana gue akan menjalani hari hari gue. Gue banyak nyusahin lo, tapi lo selalu ada buat gue.”
“ apaan sih, nyusahin apa nya, gue senang disusahin sama lo tenang aja.”
“ ay. Lo kangan gak sama ortu lo” tanya Nara sembari menatap langit langit kamar Naya
__ADS_1
“ jujur, pasti gue kangen ar. Gue kesal dan marah sama mereka tapi rasa sayang gue lebih besar dari itu. Gue gak tahu apa itu keluarga. Bagaimana hangatnya dipeluk oleh mama dan papa. Gak tau bagaimana saling melempar canda bersama orangtua , gue hanya merasakan kehampaan bersama mereka. Kita sama hanya saja dengan setuasi yang berbeda. Lo pernah teramat dimanja dan disayang oleh orangtua lo, hal yang gak pernah gue rasain. Kita sama sama ditinggal tapi dengan kalimat yang berbeda” ujar Naya panjang lebar
“ lo pernah iri gak sama gue?” tanya Nara
“ pernah. Bahkan disaat orangtua lo perlakuin gue sama dengan lo. Lo tau, saat itulah gue baru merasa di sayang sama sosok seorang ibu dan ayah. Dimana gue dikhawatirin, diperhatiin dan dimanja oleh mereka tanpa memandang siapa gue bagi hidup mereka. Mereka hanya tau gue sosok orang asing yang kebetulan teman dekat dari anak mereka yaitu lo. Tapi gue hanya merasakan itu hanya sebentar bangat, mereka pergi tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Gue benar benar merasa kehilangan dan merasa ketidak relaan saat mereka tinggalkan. Tapi gue sadar sebesar apa rasa kehilangan gue terhadap orangtua lo, ada lo yang jauh jauh lebih besar kehilangan dan keterpurukan saat ditinggal oleh ayah dan ibu lo. Disitu gue sadar kita sama, dan gue gak mau lo merasa sendiri rasa yang selama ini gue rasain, makanya gue selalu ada di sisi lo, jadi teman, sahabat, saudara dan keluarga bagi lo”
“ thanks you ay. Ya, Mereka pergi secara mendadak, hal yang lebih menyakitkan saat gue lihat dengan mata kepala gue sendiri bagaimana kondisi mereka yang sudah tak bernyawa terhimpit di mobil kesayangan kami. Hal yang ingin sekali aku katakan hanya sekedar mimpi belaka.” Ucap Nara menerawang jauh dengan airmata yang tak dapat ia tahan
“ udah, jangan diingat bila itu menyakitkan. Ayah dan ibu sudah tak merasakan sakit itu lagi, mereka sudah bersama TUHAN bukan.” Ucap Naya membawa Nara kedalam pelukannya, sebisa mungkin ia menahan airmatanya ia tak mau bila sang sahabat melihat air mata nya ikut turun membuatnya tambah menangis
“ ya, ayah dan ibu sudah bahagia.” Lirih Nara
“ kita tidur yuk, udah malam aja. Besok kita harus kerja besty” ucap Naya mengelus bagian belakang kepala Nara
“ emm” gumam Nara memeluk Naya. Mereka yang teramat dekat membuat meresa sudah tak memiliki batasan batasan, mereka sering tidur bersama dan mandi bersama hingga mereka tak merasa risih satu sama lain, terlebih mereka juga sama sama perempuan.
Duk..
“ auw..” ringis Queen mengelus lututnya yang berdarah karena di dorong kuat oleh teman yang tidak menyukainya
“ hiksh, sakit. Aku tak mengganggumu, tapi kau selalu menjahiliku” ucap Queen dengan isak kecil
“ kau pantas mendapatkannya. Dasar gak punya ibu, uhhh” teriak anak anak yang membully
“ aku punya mama. Lihat aja akan ku adukan pada mamaku” ucap Queen berteriak
“ bilang aja sana. Blee” ledek Lily anak yang tanpak mendorok Queen tadi
“ lihat akan ku beritahu. Mamaku cantik tidak seperti mamamu yang mirip nenek sihir” teriak Queen dengan berani
__ADS_1
“ apa. Mamamu yang mirip nenek sihir” teriak Lily yang tak terima sembari memukul Queen. Queen yang tak mau kalah juga memukul Lily dengan brutal hingga tanpa sengaja Queen mendorong Lily hingga membuat Lily terjatuh dan kepalanya terbentur dan mengeluarkan darah, parah guru yang mendengar keributan langsung datang dan memisahkan Lily dan Queen, dan membawa Lily segera ke uks.
***
Ansel yang sedang rapat, harus terhenti karena bunyi hp miliknya yang berdering.
“ baik rapat selesai, kalian bisa kembali keruangan kalian dan semua kesalahan dan kekurangannya agar segera di perbaiki” ucap Ansel membubarkan rapat yang cukup menegangkan itu. Para karyawan langsung saja cepat cepat keluar untuk mengambil udara segar sebab sudah hampir 2 jam berada di ruang rapat mendengarkan marahan dari sang atasan atas kesalahan mereka.
Kring kring..
“ halo..” ucap Ansel setelah mengangkat panggilan kedua dari sekolah Queen
“ maaf mengganggu waktunya tuan. Kami ingin memberitahu bahwa putri anda atas nama Queen putri wijaya baru saja bertengkar dengan temannya, kami berharap tuan dapat datang ke sekolah” ucap guru Queen
“ apa! Baik saya akan datang sekarang” ucap Ansel cepat lalu memutuskan telepon setelah mendengarkan jawaban dari pihak sekolah Queen
“ vid, cepat siapkan mobil kita ke sekolah Queen sekarang”
“ baik tuan” jawab David cepat dengan langkah yang sama lebar nya dengan Ansel
‘ apakah kamu sedang sibuk. Apakah kamu bisa datang menemani saya kesekolah Queen” chat Ansel pada Nara. Entah mengapa ia malah menchat Nara, ia hanya tiba tiba teringat ucapan sang putri saat demam yang mengatakan ada yang membully nya karena tak memiliki sosok mama
“ ada apa, apa yang terjadi?” balas Nara cepat
“ saya tak tau pasti. Tapi tadi guru menelepon saya Queen baru saja bertengkar. Kemarin Queen bercerita ia di bully oleh sekelompok anak karena tak punya mama, dan Queen mau ada sosok mama yang membelanya saat dia di bully karena itulah saya kemarin tak langsung menghukum anak anak nakal itu” ketik Ansel panjang lebar
“ oh god. Putri kecilku, tak usah khawatir aku akan datang, kirimkan alamat sekolah Queen, aku akan segera meluncur” jawab Nara
“ baik” balas Ansel dengan mengirim alamat lengkap sekolah Queen
__ADS_1