DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 28


__ADS_3

“ sempurna, Ansel pasti akan terpukau akan penampilanku” ucap Gisel percaya diri sembari memoles lipstik merah di bibirnya


Setelah merasa penampilannya benar benar sempurna, Gisel pun melangkahkan kakinya keluar tidak lupa dengan tas mewah miliknya untuk menunjang penampilan glamor khas wanita wanita sosialitas kelas atas.


Sesampainya di perusahaan Ansel, Gisel langsung turun dan berjalan memasuki perusahaan Ansel, dia memasuki lift khusus petinggi perusahaan menuju ruang kerja Ansel. Ia yang sudah pernah keluar masuk perusahaan Ansel membuatnya dengan mudah mengenali tata letak perusahaan itu.


Gisel berjalan penuh percaya diri menuju ruangan kerja Ansel melewati ruangan sekretaris Ansel yang mana membuat Mona selaku sekretaris Ansel langsung berdiri dan dengan sigap menahan Gisel sebelum memasuki ruangan sang atasan.


“ maaf nona anda tidak boleh masuk” ucap Mona menahan tangan Gisel yang mana membuat Gisel marah dan langsung menghempaskan tangan Mona


“ kau tak mengenali saya haa, saya adalah nyonya perusahaan ini beraninya dirimu mencegah diriku masuk ke ruangan suami saya” marah Gisel mengusap tanganya bekas yang di sentuh oleh Mona seperti tangan Mona menjijikkan saja.


“ maaf jika lancang nona, tapi anda dan CEO kami sudah bercerai sejak lama” ucap Mona mengingatkan Gisel yang tanpaknya melupakan statusnya yang sekarang


“ diam, sekarang kamu lebih baik kembali ke ruanganmu sebelum saya mengatakan pada Ansel untuk memecatmu secara tidak hormat” ucap Gisel marah mengusir Mona yang tanpak sangat menyebalkan dimatanya, setelah mengatakan hal itu Gisel kembali hendak masuk ke dalam ruangan Ansel tapi lagi lagi Mona menahan tangan Gisel


“ maaf nona anda tidak boleh masuk” ucap Mona menggenggam tangan Gisel dengan erat


“ lepas gak.” Marah Gisel menghempas hempaskan tangannya.


Mereka berdua tak ada yang ingin mengalah, Mona yang mempertahankan genggamannya sedangkan Gisel berusaha melepaskan tangan Mona. Hingga pada akhirnya Gisel berhasil melepaskan tangan Mona dengan cara ia menginjak kaki Mona dan mendorong Mona dengan kencang yang mana membuat Mona terjatuhnya dan kesempatan itu langsung dipergunakan Gisel untuk masuk ke ruangan Ansel.


Brak


“ sayang..”


“ kamu....” geram Ansel menatap terkejut Gisel yang baru saja masuk

__ADS_1


Brak


“ maafkan saya tuan, saya tak berhasil menahan agar nona ini agar tidak masuk” sesal Mona menundukkan kepalanya


“ kamu keluarlah” ucap Ansel pada Mona


“ sayang, aku kangan bangat” ucap Gisel dengan suara yang mendayu dayu berjalan mendekati Ansel yang masih duduk dengan tenang di kursi kebesarannya


“ berhenti di sana atau kau akan kehilangan kakimu” ucap Ansel dingin memperingati Gisel


“ sayang aku..”


“ berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikkan itu sialan.” Marah Ansel dengan suara menggelegar nya yang mana itu membuat Gisel tersentak kaget menatap tak percaya pada Ansel yang dengan terang terangan mengumpatnya. Jika sikap dingin Ansel mungkin sudah terbiasa di hadapi dan di dengar oleh Gisel tapi ia baru kali ini di bentak dan dikatain sialan oleh Ansel dan hal itu cukup menggagetkan Gisel yang mana membuatnya spontan berhenti.


“ tanpaknya dirimu memang tidak memiliki urat malu. Hingga dapat dengan percaya dirinya menunjukkan batang hidungmu ke hadapanku” ucap Ansel dengan dingin jangan lupakan sorot mata dinginnya yang memperhatikan Gisel dengan begitu inteks


“ sepertinya kau sudah bosan menggunakan lidahmu, saya bisa membantumu melepaskannya” ucap Ansel memotong perkataan Gisel sembari mengeluarkan sebuah pisau lipat dari lacinya, lalu memutar mutarnya di tangannya menatap tajam Gisel


“ maaf maaf, aku tau kamu mungkin masih marah padaku maka dari itu aku ingin meminta maaf, aku akui dulu aku khilaf hingga menduakanmu. Aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi kedepannya, Ansel ayo kembali mengulangi hubungan kita yang sempat terputus mulai dari awal kembali, aku berjanji tidak akan pernah lagi menduakanmu seperti sebelumnya” ucap Gisel bersungguh sungguh menatap Ansel dari tempatnya berdiri sebab ia takut bila ia mendekat maka Ansel akan benar benar memotong kakinya sebab ia tau betul Ansel tidak pernah bermain main dengan ucapannya.


“ hahaha..” mendengarkan ucapan ucapan penuh percaya diri dari Gisel membuat Ansel tergelitik sendiri. Tawa Ansel sangat berbeda dengan tawanya saat bersama Nara atau orang orang terdekatnya, tawa Ansel kali ini bukannya terdengar enak di telinga malah membuat bulu kuduk ikut berdiri karena tawa Ansel persis seperti malaikat pencabut nyawa.


“ kembali padamu? Bahkan untuk mengingat saya pernah memiliki hubungan denganmu pun saya jijik. Camkan itu, jadi tidak perlu anda kembali dan jangan pernah lagi menginjakkan kaki anda ke perusahaan saya” ucap Ansel dingin menatap rendah pada Gisel


“ come on Ansel, aku tau kamu masih sangat mencintaiku dan sikapmu sekarang hanya karena kamu masih marah padaku” ucap Gisel sembari berjalan cepat untuk memeluk Ansel tapi belum sempat mendaratkan tangannya ke tubuh Ansel, Gisel sudah terlebih dahulu terlempar karena tepisan kuat Ansel


“ ternyata anda tak mengerti arti maksud saya. Camkan di ot*kmu baik baik, saya tak mencintaimu dan saya bahkan tak pernah mengharapkanmu, jika kamu lupa dulu saya mau menikah dengan dirimu pun itu hanya karena permintaan kakek saya. Dan jangan pernah kembali lagi ke sini atau pun kembali mendekatiku maupun Queen jika kamu tak mau kebebasanmu terengkut karena harus mendekam di penjara. Pastinya kamu tak lupa perjanjian kita 2 tahun lalu” ucap Ansel menggenggam erat kedua sisi pipi Gisel yang terduduk di lantai lalu menghempaskannya yang membuat kepala Gisel menoleh ke samping

__ADS_1


“ sekarang keluar dari ruangan saya. Kamu memilih keluar sendiri atau keluar dengan cara di seret paksa oleh para sikkuriti” ucap Ansel berbalik kembali ke kursi kebesarannya


“ kam...”


“ halo...”


“ baik baik aku akan pergi sendiri” ucap Gisel cepat sembari langsung beranjak keluar dari tempatnya terjatuh melihat sebentar pada Ansel yang sudah kembali fokus bekerja lalu berlalu dari sana


“ aku memang akan pergi Ansel, tapi akan ku pastikan kamu akan ku buat bertekuk lutut memohon untukku kembali menjadi istrimu. Kamu hanya boleh menjadi milikku tidak dengan yang lain” batin Gisel tidak menyerah bahkan saat tau resiko dari perilakunya


“ cih, cih, cih. Ternyata cabe cabean mampir ke mari. Lo nggak punya malu bangat deh jadi cewek, heran gue. Kemana selingkuhan lo itu sudah tak memuaskan lagi? Makanya mampir kemari mau di gosokin. Sayang bangat yah sahabat gue seleranya bukan cabe cabean” sarkas David pedas, ia sudah menunggu Gisel keluar dari ruangan Ansel sejak tadi dan saat batang hidung Gisel keluar akhirnya ia bisa menyemburkan bisa bisa panas miliknya melalui mulut julidnya


“ gue nggak ada urusan dengan lo, jadi nggak usah ikut campur” ketus Gisel tak suka, ia dengan David memang tak pernah dekat bahkan sejak ia dan Ansel menikah. Entah mengapa David seperti tidak menyukainya sejak kakek Ansel mengatakan bahwa Gisel merupakan calon istri Ansel.


“ ohh dia marah, mon mon lihat cabe cabean ternyata bisa ngamuk” ucap David terkekeh


“ lo, awas lo nanti” ucap Gisel marah dan langsung berlalu dari sana meninggalkan David dan Mona yang tertawa


“ astaga tuan anda bisa bisanya. Wajah nona Gisel bahkan sampai memerah” ucap Mona terkekeh


“ biarin, baru blose onnya lebih menyala” ucap David masih terkekeh


“ anda ada ada aja” ucap Mona menggelengkan kepala


“ ya udah kamu lanjut bekerja sana, saya ingin masuk dulu ke ruangan bos” ucap David dan masuk ke dalam ruangan Ansel meninggalkan Mona yang masih menatap dirinya


“ anda sangat tampan tuan dav, tapi aku sadar diri langit hanya dapat di pandang tidak untuk memiliki” lirih Mona dalam hati. Ia telah lama menaruh hati pada David tapi ia tak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.

__ADS_1


__ADS_2