
Setelah banyak memainkan permainan dan juga sudah kenyang kulineran makanan yang ada di sana, mereka pulang setelah naik permainan yang wajib bangat di naiki bila ke kepasar malam yaitu bianglala. Queen tanpak sudah tertidur dengan berbantalkan paha Nara saat perjalanan pulang, gadis balia itu begitu senang dan bersemangat hari ini, ini merupakan momen yang tak akan pernah terlupakan.
Setelah mengantar Nara dan Naya pulang hingga selamat, Ansel dan David langsung menuju ke mansion Ansel tanpa singgah ke mana mana lagi, David juga akan menginap di kediaman sang sahabat karna jam sudah menunjukkan pukul 10 malam lebih saat mereka sampai di kediaman Ansel.
***
“ nanti lo perginya sama siapa ke reunian itu?” tanya Ansel
“ entahlah, kenapa harus pake parther segala sih. Bikin ribet” gerutu David
“ bener bangat. kalau gue nanti akan jemput Nara gue semalam dah chat dia” jelas Ansel
“ ehh, ia juga yah. Gue sama Naya aja gak sih” ucap David semangat
“ nah bener tuh, lo sama Naya aja biar Nara juga ada temannya” ucap Ansel
“ ia, gue keruangan gue dulu ya mau chat Naya” ucap David pamit pada Ansel yang tanpak sedang ngemil di jam istirahat
“ oke” jawab Ansel
David langsung keluar dari ruangan Ansel dan berjalan menuju ruangan pribadinya. Sesampainya di ruangannya dia langsung menelepon nomor Naya. Ia sudah memiliki nomor gadis itu sejak malam seru di pasar malam beberapa hari yang lalu, ia juga sudah beberapa kali saling tanya kabar dengan gadis tomboy itu.
Tut .. tut..
“ halo..” jawab Naya dari sebrang sana
“ halo nay, maaf ganggu ya?” tanya David
“ lumayan sih, kenapa om” jawab Naya lempeng
“ ehh sorry sorry” ucap David merasa bersalah
__ADS_1
“ its okay om, pecanda ini baru bangat masuk jam kami istirahat. Jadi slow aja” jawab Naya sedikit terkekeh
“ ohh kamu mah, saya kirain saya benar benar mengganggu jam kerjamu” kesal David
“ enggak tenang aja” jawab Naya santai tanpa mempedulikan nada bicara David yang tanpak kesal karena ulahnya
“ kenapa ya om, tumben nelpon pas jam seperti ini?” tanya Naya yang teringat
“ gini, saya dapat undangan dari teman kuliah saya, bahwa kami akan melakukan reunian malam nanti” terang David lalu mengambil nafas
“ ya, lalu?” tanya Naya sembari menaikkan sebelah alisnya disebrang sana hingga membuat Nara yang berada di sampingya menatapnya bingung
“ reunian itu mengharuskan kami membawa pasangan kami. Apakah nona Naya mau menemani saya?” ucap David setelah mengumpulkan sedikit keberanian. Come on dia tanpak nya terlalu lama menjomblo hingga membuatnya begitu gugup mengajak keluar seorang gadis.
“ saya tak mau, lagian kita bukan pasangan kan” jawab Naya
“ please, saya tak tau harus mengajak siapa lagi kecuali anda. Bukannya nona Nara juga ikut bersama Ansel ke reunian yang sama. Nona Nara bisa memiliki teman di sana nantinya bila anda ikut dengan saya” terang David dengan mengeluarkan bujuk rayunya
“ lo mau nemenin om Ansel reunian entar malam?” tanya Naya yang terdengar di telepon
“ emm, semalam dah di kabarin om Ansel. Kenapa?” tanya Nara
“ om David ajakin gue buat nemenin dia di acara reunian itu” ujar Naya
“ lo ikut aja. Gue nggak ada temen. Di sana banyak kue enak beb” kata Nara menggoda Naya. Perlu diingat Naya akan menyetujui apa saja bila di sogok dengan kata kue lezat tapi dalam aspek yang positif ya.
“ iyakah, ya udah gue ikut. Tunggu dulu gue bilang sama om David” jawab Naya bahkan belum dia konfirmasi jawabannya pada David, David sudah terlebih dahulu mengetahui jawaban Naya karena melalui sambungan telepon itu percakapan antara mereka berdua terdengar jelas
“ halo om masih di sana?” tanya Naya memastikan
“ ya” singkat David
__ADS_1
“ ya udah saya ikut, kasian Nara gak ada teman” jawab Naya yang mendapatkan hadiah pukulan manja dari Nara yang tanpak kesal
“ baguslah, untuk gaun yang akan kamu kenakan tak perlu khawatir nanti akan saya kirimkan ke kediaman nona Nara” ucap David lega
“ terserah om, saya pasrah saja. Udah dulu ya om, ini saya mau makan siang sebelum jam istirahat berakhir” kata Naya
“ baiklah, saya tutupnya sampai ketemu nanti nona” ucap David
“ ya sampai bertemu nanti om” jawab Naya lalu mematikan telepon
“ lo makin dekat ya sama om David” kata Nara
“ ya begitulah, om David juga tanpak kayak laki laki yang baik, gak ada salahnya membuka diri” jawab Naya apa adanya
“ lo sama om Ansel dah gimana ada kemajuan gak?” tanya Naya
“ cukup ada kemajuan, om Ansel beberapa hari ini sering mengirim sms seputar tanya kabar maupun bercerita mengenai Queen” jawab Nara
“ bagus dong. Gue berdoa agar hubungan kalian cepat naik ke pelaminan ya beb. Kalian terlihat cocok satu sama lain. Banyak gue cari cari informasi mengenai calon lo itu, gue berharap dia adalah pria terbaik buat lo” ucap Naya
“ apaan sih lo, pake kata calon suami lagi orang gue belum di lamar” jawab Nara malu malu
“ ohh udah gak sabar nih ye mau di lamarnya” goda Naya
“ apaan sih, gaje bangat” kesal Nara berdiri meninggalkan Naya yang tak berhenti menggodanya. Pipinya terasa panas dapat di pastikan sekarang pipinya sudah memerah bak tomat matang
“ hahaha, dia bullsing” kekeh Naya ikut beranjak dari tempat istirahat
Ia dan Nara pun kembali fokus bekerja , saat sudah selesai jam shiff mereka. Mereka pun langsung pulang dan mendapatkan paket pakaian yang di kirim oleh Ansel dan David sepertinya kedua pria dewasa itu sama sama memesan gaun dari tempat yang sama. Naya masih menginap di rumah Nara sebab sang nenek pun belum pulang ke rumah.
“ wawww, lo cantik bangat ara” ucap Naya menatap takjuk sang sahabat
__ADS_1
“ thank you, lo juga cantik bangat gue sampai pangling” ucap Nara sembari menatap sang sahabat dari ujung rambut hingga ujung kaki