DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 21


__ADS_3

Pagi ini tanpak Queen sudah rapi dengan seragam miliknya, rambutnya juga sudah tertata rapi yang hari ini sengaja tidak dikepang, rambut hitam lebat milik bocah menggemaskan itu terurai indah sebatas dadanya.


“ sempurna. Anak mama Nara memang cantik” gumam Queen tersenyum senyum sendiri sembari mengipaskan rambut indahnya


Setelah merasa semuanya sempurna, Queen keluar dari kamarnya dengan menyandang tas yang sudah berisi buku pelajaran hari ini. Ia turun ke lantai bawa untuk sarapan bersama menggunakan lift, ia sudah terbiasa dengan benda itu sejak kecil hingga membuatnya sudah paham betul caranya.


Queen merupakan anak yang sangat mandiri, ia tidak pernah menyusahkan daddynya. Sejak berusia 3 tahun, Queen sudah mandi sendiri dan menggunakan pakaiannya sendiri tanpa bantuan siapapun. Sejak berusia 5 tahun ia juga sudah bisa mengepang rambutnya sendiri tanpa menyusahkan omanya atau pun daddy nya. Jika bertanya apakah Queen tidak punya baby sister disaat daddy nya sangat mampu membayar jasa baby sister itu sendiri jawabannya tidak karena Queen tidak suka berada di dekat orang asing yang membuatnya tidak nyaman.


“ pagi opa, pagi daddy” sapa Queen riang sembari tersenyum lalu menarik kursinya


“ pagi kesayangan opa”


“ pagi juga sayangnya daddy” jawab opa juno dan daddy ansel serentak dengan mencubit gemas pipi chubby Queen


“ jangan di cubitin daddy pipinya nanti melar” ucap Queen memukul tangan sang daddy yang jahil


“ ihhh, gemes bangat soalnya sayang.” Ucap Ansel dengan semakin mentoel toel pipi Queen


“ daddy” ucap Queen kesal dengan meninggikan suaranya dan kembali memukul tangan Ansel lebih kuat


“ auww, ia ia maaf tuan putri” kata Ansel memilih menyerah menjahili putri semata wayangnya itu sedangkan papa Juno hanya menggelengkan kepalanya


“ siapa tuh yang baru teriak teriak” suara Nara mengayun merdu dari belakang Queen, yang membuat Queen terkejut dan langsung memutar tubuhnya


“ mama” teriak Queen senang sembari meloncat memeluk Nara


“ haha, hati hati girl” ucap Nara dengan sikap langsung menangkap gadis manis itu “ jangan teriak teriak nggak baik” nasehat Nara


“ ia sorry mama, lain kali nggak gitu lagi” jawab Queen dengan masih anteng di pelukan Nara “ mama nginap nya, kok nggak bilang bilang sih ke Queen” protes Queen dengan memanjunkan bibirnya


Cup..

__ADS_1


“ kamu semalam sudah tidur sayang, jadi mama kasih surprice ke kamu deh pagi ini, terkejut gak” kata Nara sembari menggendong Queen dan berjalan ke arah kursi dan duduk sembari memangku Queen yang tanpak betah sekali


“ terkejut. Queen kangen bangat tau sama mama” ucap Queen menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Nara “ kangen bangat” lirih Queen


“ sekarangkan mama sudah disini sudah peluk Queen berarti kangannya sudah terobati dong” kata Nara mengelus rambut lebat gadis mungilnya


“ udah tapi belum puas, mama tinggal disini aja baru Queen terus sama mama” ucap Queen menatap lekat sang mama


“ secepatnya mama akan tinggal disini kok” jawab Ansel mengambil alih pertanyaan Queen karena nara yang diam bingung ingin mengatakan apa


“ promise” ucap Queen


“ ya” singkat Ansel mengganggukan kepalanya sembari tersenyum


“ benarkah mama?” tanya Queen menatap Nara kembali setelah tadi menatap wajah tampan sang daddy


“ ya baby” jawab Nara tersenyum dan di sambut sorakan bahagia dari Queen lalu kembali memeluk Nara


“ mama janji akan selalu menjaga senyuman ini sayang, kamu berhak bahagia. Kau berharga di mata mama walau sekalipun kau tidak terlahir dari rahim mama sayang” batin Nara tersenyum melihat betapa bahagianya Queen saat ia menyetujui akan tinggal di kediaman Wijaya.


“ Queen juga dah lapar” ucap Queen lalu turun dari pangkuan sang mama dan duduk di kursi yang ada persis di samping Nara


Mama Anita terlebih dahulu menyiapkan sarapan papa Juno lalu setelahnya mengambil sarapan miliknya. Nara pun melakukan hal yang sama pada Ansel dan juga Queen, setelahnya baru mengambil sarapan miliknya sendiri. Nasi goreng spesial yang sudah di siapkan oleh mama Anita dan Nara dan dibantu oleh beberapa maid merupakan sarapan mereka pagi ini.


Mereka makan dengan hikmat, tak ada yang berbicara sebab waktu sudah agak siangan takutnya malah kelamaan bila di selingi dengan bercerita. Setelah selesai makan Ansel, Nara dan Queen pun pamit untuk bekerja dan bersekolah. Nara dan Ansel akan terlebih dahulu mengantarkan Queen bersekolah lalu mengantar Nara ketempatnya bekerja.


“ hati hati sayang” ucap mama Anita sembari mengelus sayang pipi Ansel dan Nara dan mengecup pipi cucu kesayangannya


Mereka pun keluar dan sudah tanpak David yang menunggu mereka. David dengan sikap membukakan pintu untuk Ansel sebab pintu untuk Nara dan Queen sudah di bukakan langsung oleh Ansel. Mereka duduk bertiga di belakang dan David duduk sendiri sebagai supir. Di dalam mobil Queen bercerita banyak hal, ia juga bercerita sudah tak sabar menunggu hari esok yang merupakan hari spesial dirinya yang akan bertambah 1 tahun.


Mereka yang asik membuat waktu seakan cepat sekali berputar seperti sekarang mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Queen, yang mereka rasa mereka bahkan baru saja berangkat dari rumah 5 menit lalu.

__ADS_1


“ anak mama yang rajinnya belajarnya, jangan nakal. Kalau ada apa apa langsung lapor pada guru nya” ucap Nara mengecup kening Queen


“ baik mama” jawab Queen menyalim tangan Nara dan Ansel. Ansel juga mengecup kening sang putri sebelum pergi


“ bye bye mama. Bye bye daddy” riang Queen sembari masuk ke sekolah dengan tangan yang tak berhenti melambai


“ ya udah yuk” ajak Nara pada Ansel


Mereka pun masuk kedalam mobil dan meluncur kearah restoran tempat Nara bekerja. Nanti sore Nara dan Ansel sudah berjanji akan belanja ke mall untuk mencari kado ulang tahun untuk Queen.


“ om aku deluannya” ucap Nara lalu menyalim tangan Ansel sebab saat sang calon istri ingin keluar Ansel lebih dulu menahan Nara dan menyodorkan tangannya


“ semangat kerjanya sayang” kata Ansel lembut yang mendapatkan pelototan syok dari David yang belum mengetahui perkembangan hubungan sahabat kakunya itu


“ emm bye” jawab Nara malu malu kucing dengan semburan merah di kedua pipinya


“ kapan jadiannya? Udah sayang sayang aja nih” tanya David dengan menggoyang kedua alisnya menggoda Ansel yang tanpak datar datar saja tak ada malu malunya


“ semalam” singkat Ansel


“ demi apa” ucap David tak percaya


“ demi kepala lo” ketus Ansel


“ selamat broder. Jangan lupa traktirannya ya” ucap David


“ nggak masalah. Bonus lo gue kali 2” kata Ansel serius


“ beneran. Yes yes, bisa ngedate dong ini” ucap David senang


“ sama Naya?” tanya Ansel memicingkan matanya menatap David

__ADS_1


“ doain aja biar lancar” ucap David tersenyum lebar


Asik bercerita Ansel dan David sudah sampai di perusahaan, mereka segera bergegas keluar lalu masuk kedalam perusahaan. Saat masuk para karyawan langsung membungkukkan badan mereka dan mengucapkan selamat pagi saat melihat Ansel dan David lewat dan hanya dibalas anggukan kecil dari kedua pria itu, yang langsung melenggang menuju lift khusus petinggi perusahaan.


__ADS_2