
“ pagi ma, pa” sapa Ansel kepada mama Anita dan papa Juno
“ pagi boy” jawab mama Anita dan papa Juno serempak
“ semalam saat mama dan papa pulang kamu dan Queen sudah ketiduran aja. Tumben bangat jam bahkan mAsih jam 8 malam” tanya papa Juno
“ ia pa, nemenin Queen tidur malah buat Ansel tanpa sadar ikut tertidur juga” terang Ansel sembari menyecap kopi yang telah di siapkan bik Asih
“ emm, kirain kamu juga sakit semalam. Kamu juga jangan terlalu di paksaain kerjaannya, istirahan bentar nggak akan buat kamu miskin bukan” ucap mama Anita
“ ya bener sih ma, tapi selaku bos harus jadi contoh yang baik dong sama bawahan. Akhir akhir ini memang Ansel juga lagi banyak kerjaan” ucap Ansel
“ tapi harus ingat kesehatan, sesibuk apapun harus ingat kondisi kesehatan kamu dan Queen” ucap papa Anita menasehati
“ baik pa” ucap Ansel menurut
“ pagi, oma, opa, papa” sapa Queen dengan riang setelah sampai keruang makan sembari mengecup ketiga orang dewasa yang dia sayangi
“ cucu oma, dah cantik aja. Lagi senang nya, cucu oma ceria bangat?” tanya mama Anita penasaran, sebab Queen cenderung anak yang pendiam. Sangat jarang melihatnya seceria pagi ini
“ emm, Queen lagi bahagia, karena semalam bertemu mama baru” terang Queen sembari duduk dengan benar
“ mama baru?” beo mama Anita dan papa Juno bersamaan, mereka secara serempak menatap Ansel yang tampak santai sembari menyesap kopinya
“ kau sudah punya calon istri sel?” tanya mama Anita
“ mengapa tidak mengenalkannya kepada kami sel?” tambah papa Juno
__ADS_1
“ bawalah kemari untuk kami berkenalan. Tanpaknya Queen sangat menyukai calonmu itu?” lanjut mama Anita
“ uff, Ansel belum memiliki calon apapun ma, pa. Kemarin kami tanpa sengaja bertemu dengan wAnita muda yang tanpa sengaja di tabrak Queen saat berlari lari di supermarket. Kebetulan lagi saat pagi dan sore Ansel tanpa sengaja juga buat masalah kepada gadis itu. Singkat cerita karena ingin memberikan permohonan maaf, kami mengajaknya untuk makan malam bersama karena kebetulan Queen sedang lapar. Karena keber..”
“ pa, Queen mau paha ayamnya dong” pinta Queen memotong perkataan sang papa, yang membuatnya menjadi pusat perhatian
“ ini sayang” ucap Ansel menyerahkan paha ayam pada Queen yang tanpak langsung makan sebab jika menunggu para orang dewasa itu bercerita bisa membuatnya terlambat bersekolah
“ lanjut sel” pinta mama Anita dan papa Juno yang mAsih tanpak menunggu kelanjutan cerita putra semata wayang mereka itu
“ sampai mana tadi. Emm, ya karna kebersamaan kami yang cukup singkat itu membuat Queen sangat nyaman dengan gadis itu sebab ia sangat keibuan dan tatapannya yang tulus membuat Queen menyukai gadis itu sampai memanggilnya mama” terang Ansel yang mulai mengambil lauk nya
“ sangat jarang ada wAnita yang bisa membuat Queen dekat dengannya bahkan dengan terang terangan di panggilkan mama oleh Queen. Mama jadi penasaran wAnita seperti apa dia? Ia bisa membuat Queen ceria seperti saat ini” ucap mama Anita sambil melihat Queen yang tanpak tenang makan berkali kali tanpak mengangguk anggukan kepalanya menikmati makanannya. Baru kali ini bisa melihat Queen yang makan dengan riang dan semangat di pagi hari. Biasanya Queen sangat tidak bersemangat bila akan kesekolah sebab ia tidak terlalu suka lingkuan sekolah karena tak memiliki banyak teman dan terkadang harus mendengarkan ejekan ejekan dari temannya, ia juga terkadang malas bila di suruh sarapan
“ ya karena dia berbeda dengan kebanyakan wAnita yang mengenalku atau dekat denganku. Dia bisa saja memanfaatkan ketidak sengajaan kami untuk memerasku ataupun jalan untuk mendekatiku” ucap Ansel
“ sejak bertemu dengannya sebelum di supermarket sikapnya sudah berbeda dengan wAnita kebanyakan. Ia bahkkan tidak tebar pesona padaku. Dia bahkan berani mengomeliku, bukan menggodaku seperti yang biasa di lakukan para gadis” terang Ansel
“ wwaw, baru kali ini mama dengar ada gadis yang berani mengomeli putra tampan mama” ucap mama Anita
“ ya” jawab Ansel singkat
“ mama memang beda. Queen menyukainya” ucap Queen dengan tersenyum sata menyebutkan Nara
“ Queen juga mau, mama Nara jadi istri daddy, agar kita bisa tinggal di satu rumah seperti orang lain” pinta Queen menatap semuanya
“ dengar tuh daddy. Anaknya dah minta mama baru tuh. Mumung udah ada kandidat lansung di tancam gas aja, kelamaan takutnya kedeluanan orang” ucap mama Anita diangguki oleh papa Juno
__ADS_1
“ iya iya. Nanti tak bilangin sama mama Nara. Sekarang waktunya anak daddy berangkat sekolah” ucap Ansel
“ maaf, daddy gak bisa antar nya. Nanti daddy yang jemput” ucap Ansel, sekolah dan perusahaan Ansel berbeda arah oleh karena itu bila Ansel mengantar Queen bersekolah ia pastinya akan terlambat karena harus memutar arah lagi di tambah macet yang tak akan bisa lagi di elakkan
“ it’s okay daddy. Queen ngerti. Nanti kalau daddy sibuk, biar Queen di jemput sama om surya aja” ucap Queen, ia tau sang daddy memiliki banyak pekerjaan, dan ia tak mau sang daddy harus sampai kecapean hanya karena menjemputnya dan kembali lagi ke perusahaan
“ nanti siang kerjaan daddy luang kok. Daddy memiliki banyak waktu untuk putri cantik daddy” jawab Ansel
“ ya udah kalau begitu Queen pamit berangkat sudah tengah 7 lebih, nanti Queen telat” pamit Queen mencium tangan dan kedua pipi sang daddy beserta oma dan opanya, dan di balas Ansel dengan mencium kedua pipi sang putri dengan gemas tak lupa kening sang putri. Sedangkan mama Anita dan papa Juno hanya mengusap sayang ramput sang cucu.
Queen sosok anak yang sangat mandiri, ia tidak banyak menuntut sang daddy ini itu bahkan saat ia sudah tau daddy nya memiliki banyak uang. Ia bahkan sudah bisa mandi dan berpakaian sendiri sejak usia 4 tahun. Ia juga sudah terbiasa di antarkan oleh om surya, supir pribadinya sejak masuk tk.
Di keluarga Ansel tidak memiliki aturan yang terlalu ketat seperti salah satunya berbicara saat makan, mereka hanya di larang berbicara saat keadaan mulut sedang berisi. Mereka yang memiliki aktivitas yang padat membuat mereka jarang memiliki waktu saling bercerita, maka saat mereka makan, disitulah mereka menyempatkan waktu untuk saling bertukar cerita.
“ ma, pa Ansel sudah siap. David juga sudah berada di depan. Ansel deluan” pamit Ansel
“ ohh ia, David sudah di depan ternyata. Kalian berdua hati hati, bawa mobilnya juga jangan ngebut ngebut” ucap mama Anita menasehati
“ ia ma” jawab Ansel sembari menyalim tangan mama Anita dan papa Juno bergantian
“ hati hati boy” ucap papa Juno
“ ia pa, Ansel pamit” ucap Ansel sekali lagi, lalu mulai melangkahkan kakinya menuju teras yang sudah tanpak David sahabat sekaligus asisten pribadi Ansel
“ pagi bos, mulai berangkat?” tanya David basa basi
“ gue kan dah disini” ucap David ketus lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintu oleh David
__ADS_1
“ masih pagi dah sensi amat si bos” ucap David sembari menutup pintu mobil dan berlari kecil mengelilingi mobil untuk menyetir. Ia tak mengambil hati ucapan ketus sang sahabat yang cukup menyebalkan itu, ia sudah biasa.