
“ wahh, banyak orang ternyata” seru Queen heboh
“ ini belum rame, sekitaran jam 8 nanti baru akan benar benar rame sayang” jelas Nara ia berjalan bersama dengan Queen dan Naya mereka saling bergandengan tangan dengan posisi Queen yang berada di tengah dan ansel maupun David menjadi bodygoud mereka yang berjalan di belakang ketiga gadis berbeda usia itu
“ mama mau itu” tunjuk Queen pada penjual gulali
“ tanya daddy dulu” ucap Nara ia tak mau kena sembur amarah
“ daddy..” rengek Queen sembari menunjuk penjual gulali itu
“ baiklah hanya satu, itu tak baik untuk gigimu” ucap ansel
“ yeyeye, thank you daddy, love you” ucap Queen sedangkan ansel memutar bola matanya malas mendengarkan perkataan putrinya itu, sedari tadi putrinya mengacuhkan dirinya ehh saat ada maunya baru ingat dia.
Mereka pun segera bergegas kearah penjual gulali itu, mereka membeli 3 bungkus untuk para gadis masing masing. Lalu mereka menuju ke tempat permainan. Mereka bermain banyak permainan, ansel dan David juga tanpak ikut memainkan permainan yang kadang membuat kesal, mereka juga tak lupa menyelingi dengan makan jajanan yang ada di sana. ansel yang tadi menolak juga tanpak sudah ikut memakan makanan yang di jual di pinggir jalan itu, dan duda dingin itu tanpak menyukainya.
“ gimana sih, lemparnya yang benar dong om” kesal Naya pada David dan ansel karena tak berhasil berhasil menuntaskan permainan lempar kaleng yang mereka mainkan
“ sekali lagi sekali lagi, ini pasti bisa kalian lihat lihat saja boneka mana yang akan kalian pilih nantinya” ucap David dengan membayar bola mereka untuk kembali bermain
“ mulai tadi sekali lagi mulu, ini udah keempat kali loh” kesal Nara pada lelaki itu
Brak...
“ lemparnya jangan keras bangat om, lihat satu kaleng pun nggak ada yang kena” kesal Nara dan Naya
“ om David payah ihh” Queen juga tanpak kesal karna sudah berharap boneka yang digantung di sana menjadi miliknya salah satunya malah ngak jadi jadi
“ lo payah bangat sih, awas. Kalian tunggu lah saya akan serius” ucap ansel sembari mendorong David
“ cih, kayaknya kita sama deh sel” kesal David yang hampir jatuh saking kerasnya di dorong oleh sahabat laknatnya itu
Brak..
“ masih ada satu lagi. Tenang tenang” ucap ansel sembari menunjuk satu bola lagi sembari cingir kuda karna bola sebelumnya tak mengenai kaleng yang di susun itu
“ daddy gimana sih, pokoknya yang ini harus kena” ancam Queen
“ emm” gumam ansel berusaha serius agar bola terakihir miliknya berhasil menjatuhkan tumpukan kaleng di depan sana
__ADS_1
“ awas aja kalau kalah, gue gusur nih pasar malam” batin ansel kesal. Akan sangat memalukan jika ia juga gagal menjatuhkan susunan kaleng di depan sedangkan ia tadi sudah mengejek David karna lelaki itu gagal.
Brak...
Prang..
“ yeee..., ahhh” teriak frustasi ansel yang sempat girang karna berpikir semua kaleng jatuh ehh gak taunya malah tertinggal satu yang masih berdiri dengan kokoh
“ daddy...”
“ omm...”
“ hahaha, payah lo broo” tawa David sembari menepuk punggung ansel
“ sialan lo” kesal ansel
“ kita ganti permainan saja, ini permainan penipuan” ketus ansel meninggal tempat itu
“ gimana sih om. Bilang aja gak bisa” gerutu Nara
“ entah, dua laki badan gede gak bisa diandalin” kesal Naya
“ besok daddy beli boneka yang paling gede di mall. Boneknya lebih bagus dari itu” ucap ansel
“ ihh” dengkus ketiga gadis itu
“ main itu yuk” ajak Naya pada mereka, sembari menunjuk permainan lempar gelang
“ para om om gak usah ikut” ucap Nara dan diangguki oleh Naya dan Queen
“ emm” dehem ansel dan David sembari memutar bola mata mereka dengan malas
“ sekali main berapaan pak?” tanya Nara pada penjaga permainan itu
“ 3 gelang 20 ribu neng” jawab si bapak penjaga
“ ya udah 20 ribu aja pak” ucap Naya
“ ayok tante Naya, semangat” ucap Queen menyemangati
__ADS_1
“ tenang saja” ucap Naya
Tuk...
“ yes....” teriak Nara, Naya, dan Queen dengan senang saat gelang pertama yang di lemparkan oleh Naya berhasil masuk dengan semurna ke kayu yang sudah di susun berbaris
“ selamat, nengnya dapat boneka yang ukuran sedang, mau pilih karakter apa?” tanya bapak penjaganya
“ Queen mau gak mana?” tanya Naya
“ itu yang bentuk pinguin” tunjuk Queen pada boneka yang di susun di dinding ruangan permainan itu
“ ini, selamat” ucap bapak penjaga
“ sini saya yang main ini mah gampang, saya juga bisa” rebut David dan ansel mengambil 2 gelang yang tersisa dari tangan Naya
“ bener bangat, ini mah saya pasti bisa” ucap ansel percaya diri
“ tadi juga bilangnya bisa ehh sampai main ke 4 kali pun tetap kalah” ucap Nara
“ tenang sana ini saya jagonya” ucap ansel diangguki David
“ lo deluan vid” ucap ansel menyuruh David
“ lo aja sel yang deluan” ucap David yang malah menyuruh ansel
“ dari pada kalian berdebat di situ lebih baik kalian main secara bersama sama” ucap Naya menengahi
“ baiklah” ucap kedua pria dewasa itu
Tuk...
“ ufff...” helaan nafas ketiga gadis terdengar
Baik gelang David maupun ansel tidak satupun yang berhasil masuk. Gelang milik David memantul dan terjatuh, gelang milik ansel hanya nyangkut sedikit pada kayu nya.
“ sekali lagi..” ucap ansel dan David serentak
‘ tidak usah tidak usah. Yang lain aja yuk, yuk” ajak Nara dan Naya sembari menarik kedua pria itu menjauhi permainan itu. Nara menarik tangan ansel begitu pun Queen sedangkan Naya menarik tangan David menjauhi permainan lempar gelang.
__ADS_1