
Saat terbangun, pemandangan wajah damai Nara yang tertidur di dekapannya menjadi hal pertama yang di tangkap indra pengelihatan Ansel. Ansel tersenyum manis, disisihkannya rambut Nara yang menutupi sebagian wajah menggemaskan Nara dan menyelipkannya di balik telinga Nara. Ia mengelus pipi Nara dengan gerakan teramat lembut takut membangunkan sang istri yang tanpak kelelahan, semalam ia lupa daratan hingga mengajak Nara yang sudah lelah karena resepsi pernikahan mereka menjadi lebih lelah dan mengeluarkan banyak keringat karena kegiatan olah raga malam mereka tadi malam hingga sampai pukul 3 subuh lebih.
Setelah puas memandangi wajah sang istri Ansel pun dengan berlahan dan penuh kehati hatian melepaskan dekapannya, menggantikan tangannya yang sebelumnya menjadi bantal Nara dengan bantal empuk dan tak lupa menarikkan selimut tebal mereka hingga menutupi tubuh Nara hingga sebatas lehernya. Setelah memastikan Nara nyaman barulah Ansel turun dari kasur king save mereka, ia berjalan menuju kamar mandi dengan hanya menggunakan celana boksernya saja.
Selesai mandi dan sudah berpakaian lengkap Ansel pun mengambil hpnya untuk memesan makanan pada sahabatnya David agar mengantarkannya ke kamar mereka. Setelahnya ia melihat pesan pesan yang masuk ke hpnya sejak semalam, banyak ucapan selamat yang di dapatkannya dari rekan kerja dan para teman temannya, Ansel hanya melihatnya saja tanpa membalas nya lalu ia membuka chat dari mamanya yang mengatakan Queen yang merajuk tadi malam karena Ansel menculik mamanya. Entah dari mana dapatnya pemikiran putrinya itu hingga dapat mengatakan bahwa ia menculik mamanya, bukankah mama putrinya itu adalah istrinya. Saat Ansel masih asik membacai pesan pesan putrinya itu dan mendengar voice chat yang dikirimi Queen tiba tiba nomor mamanya menghubungi dirinya, Ansel pun langsung mengangkat telepon itu karena takut malah membuat Queen bertambah marah bila ia tidak mengangkatnya. Ansel dan Nara memang meginap di hotel berbeda dengan kedua orangtuanya beserta putri mereka yang langsung kembali ke kediaman wijaya tadi malam selesai pesta pernikahaan Ansel dan Nara.
“ halo...”
“ daddy, hiks hiks.., daddy jahat mencuri mamaku. Kembalikan mama padaku” teriak Queen di sebrang sana sembari terisak
“ ohh astaga putriku, daddy tak mencuri mama.” Jawab Ansel
“ bohong daddy membawa kabur mama dariku. Daddy bilang tadi malam akan pulang kerumah menyusul kami, tapi daddy bohong, daddy tak pulang dan tak mau membagi mama padaku” marah Queen serak karena kebanyakan menangis. Tadi malam Queen menunggu Nara dan Ansel pulang kerumah mereka sebab sang daddy sudah berjanji akan pulang dan mereka akan tidur bersama malam itu, tapi daddynya adalah penipu. Daddy dan mamanya tidak kunjung pulang hingga Queen tertidur karena lelah menunggu dan saat bangun tadi ia juga tak mendapati daddy dan mamanya di kamar sang daddy. Dan saat ia bertanya kepada omanya, akhirnya omanya jujur bahwa kedua orangtuanya itu menginap di hotel tanpa mengajak dirinya, sungguh kejam semua orang yang ia sayangi itu mereka membohongi dirinya dengan sedemikian rupa.
“ maaf sayang tapi tadi malam mama sudah capek jadi daddy dan mama memutuskan untuk menginap. Nanti siang mama dan daddy akan pulang dan daddy tidak akan ingkar janji untuk kita akan tidur bertiga.” Ucap Ansel menyakinkan Queen
__ADS_1
“ ohh mama capek. Tapi kenapa nggak kabarin Queen baru Queen juga ikut menginap” sungut Queen diakhir
“ sorry sayang. Nanti malam janji akan tidur bertiga” ucap Ansel merayu Queen agar tidak berlarut merajuk kepadanya
“ emm, awas aja nanti daddy ingkar janji lagi” ucap Queen menatap marah sang daddy
“ ia sayang ia, daddy tak akan igkar janji lagi” jawab Ansel cepat
“ daddy mama dimana, kenapa sejak tadi tidak terlihat” tanya Queen
“ daddy jangan buat mama capek. Kasian mama, jika daddy buat mama capek lagi Queen akan marah pada daddy” ucap Queen memicingkan matanya pada sang daddy
“ haha, baiklah sayang. Jangan menatap daddy dengan seperti itu kamu membuat daddy takut” ucap Ansel berpura pura menutup matanya sedikit, sebenarnya ia merasa gemas dengan tigkah putrinya yang sungguh menggemaskan dengan wajah yang memberenggut marah yang justru tidak tampak seram sama sekali
“ makanya daddy jangan nakal nakal” ucap Queen mewanti wanti “ ohh ya dad, apa daddy dan mama akan memberikan Queen adek?” tanya Queen lagi
__ADS_1
“ adek? Queen mau punya adek?” tanya Ansel
“ emm Queen maupunya adek yang gembul dad. tadi oma mengatakan pada Queen kalau mama belum bangun saat bertelepon dengan daddy berarti adek bayi akan muncul ke dalam perut mama sebentar lagi. Ihh Queen tak sabar tau dad. oleh karena itu jangan cepat cepat membangunkan mama, biar adek kecilnya lebih cepat muncul di perut mama” ucap Queen berbinar dan bertepuk tangan sedangkan mama Anita yang ada di samping Queen hanya terkekeh dan papa Juno hanya menggeleng gelengkan kepala akan tingkah istrinya itu yang meracuni otak polos cucu mereka
“ baiklah, daddy tidak akan mengganggu mama agar adek kecil yang gembul secepatnya hadir. Dan Queen harus rajin berdoa kalau mau keinginan agar adek bayi segera muncul di perut mama segera terjadi.” Ucap Ansel
“ baik, Queen akan banyak banyak berdoa agar keinginan Queen secepatnya terkabul” ucap Queen sungguh sungguh
“ kalau begitu udah dulu ya sayang, daddy tutup teleponnya. Queen jangan nakal di rumah” ucap Ansel
“ baik dad, daddy juga jangan nakal nakal pada mama” ucap Queen
“ baik sayang, bye”
“ bye juga daddy sayang, salam pada mamanya” ucap Queen lalu Ansel pun menutup telepon itu.
__ADS_1