DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 13


__ADS_3

“ mama sibuk gak?” tanya Queen saat mereka sudah berada di dalam mobil. Mereka duduk di bangku bekalang dengan Ansel dan David yang mengemudikan mobil


“ mama masih harus bekerja sayang. Kenapa hemm?”


“ mama kerjanya, emm Queen mau ditemani main sama mama” terang Queen memainkan tangan Nara


“ gimana mainnya nanti sore aja. Kita main kepasar malam, kebetulan lagi ada pasar malam dekat sini”


“ pasar malam?”


“ ya pasar malam. Apa putri mama belum pernah ke pasar malam?” tanya Nara menatap Queen


“ nggak, daddy gak pernah ajak Queen ke pasar malam” terang Queen


“ mama, seperti apa itu pasar malam?” tanya Queen


“ pasar malam itu kayak gimana ya, tunggu mama agak bingung jelesinnya” ucap Nara


“ di pasar malam banyak permainan, permainan yang nggak ada di mall. Di pasar malam juga banyak makanan makanan enak” terang Nara pada akhirnya setelah mengingat ingat


“ makanannya nggak sehat” balas Ansel cepat


“ enak aja bilang nggak sehat. Orang sehat kok, jangan dengar daddy, mama makan banyak nggak masalah, buktinya mama sehat sampai sekarang” ucap Nara kesal pada Ansel


“ kau harus bedakan perutmu dan perut putriku. Jika perutmu tong sampah yang menampung segala jenis makanan beda dengan perut putriku yang bahkan makanannya di pilih oleh dokter ahli giji” jawab Ansel datar


“ kau..., perutku bukan tong sampah yah. Perutku hanya tidak membeda bedakan makanan” jelas Nara tak terima


“ tapi di sana seru, Queen belum pernah bermain ke pasar malam. Sesekali membawanya ke tempat yang tidak mewah tidaklah masalah. Makanan pinggir jalan juga gak seburuk itu, bisa di coba beberapa hanya untuk mencicipi saja” ucap Nara


“ Queen mau ke pasar malam daddy” ucap Queen pada Ansel sembari menggoyangkan tangan sang daddy


“ uff, baiklah nanti malam daddy temani” jawab Ansel pada akhirnya

__ADS_1


“ eh om nggak usah ikut, kami hanya perlu bertiga bersama sahabat saya” ucap Nara


“ sahabatmu perempuan atau pria” tanya Ansel memicingkan matanya ke arah Nara


“ perempuan, nama nya tante Naya Queen kenal” bukan Nara yang menjawab melainkan Queen


“ emmm, tidak baik untuk perempuan main keluar tengah malam. Terlebih kau membawa putriku, saya seorang pengusaha yang memiliki musuh yang banyak, dan itu bisa menjadi bahaya bila kalian tidak di dampingi oleh seorang pria.” Terang Ansel tak bisa di bantah


“ saya dan asisten saya akan menjemput kalian berdua nanti dirumahmu. Kita akan berlima ke pasar malam” tambah Ansel


“ yeyeye” girang Queen


“ tapi tuan saya..” protes David yang terpotong karna langsung di potong oleh Ansel


“ tak ada tapi tapian, kau harus ikut. Aku bosan melihatmu bekerja, hal itu membuatmu semakin tua. Bukankah kau menginginkan libur, maka aku turuti malah kau ingin protes” ucap Ansel kesal


“ baik terserahlah, dirimu tak bisa dibantah” pasrah David


“ ohh ia nona, perkenalkan saya David sahabat sekaligus asisten pribadi dari daddy nya putrimu” ucap David memperkenalkan dirinya dengan mandiri karna Ansel tidak ada niatan memperkenalkan dirinya pada Nara


“ ohh tak usah di ambil hati, di masukin aja ke hatinya” ucap David tak jelas


“ hehehe..” kekeh Nara garing tapi berbeda dengan batin nya yang bergumam


“ aneh”


“ kita sudah sampai nona” ucap David memberitahu setelah mereka sampai di restoran tempat Nara bekerja


“ makasih om dav, om Ansel. Saya deluan, sampai ketemu nanti sore Queen. Mama turun dulu ya” ucap Nara


“ ia mama, nanti Queen akan dandan yang cantik. Sampai ketemu nanti mama” ucap Nara mengambil tangan Nara untuk menyalimnya


“ nanti akan kami jemput jam 6 sore di rumahmu” ucap Ansel sebelum Nara turun

__ADS_1


“ baik om, saya pamitnya” ucap Nara terakhir kalinya lalu turun melangkah masuk ke dalam restoran tempatnya mengumpulkan pundi pundi uang


***


“ nay, lo ada kegiatan gak habis ini?” tanya Nara pada Naya sembari berjalan di samping Naya menuju parkiran tempat di mana mereka menyimpan sepeda motornya


“ nggak kenapa?” tanya Naya menatap seran sang sahabat


“ kepasar malam yuk, Queen ajakin tadi” ajak Nara


“ ya udah, gue bisa kok. Ani sama nenek lagi di rumah orang tua ani, tadi pagi di jemput. Sekalian gue nginap di rumah lo lah” ucap Naya


“ ohh, berapa lama nenek sama ani di rumah om sama tante?” tanya Nara


“ nggak tau pasti, kapan pulangnya. Kemungkinan besar juga ani akan tinggal sama orangtua nya lagi soalnya om sama tante sindi akan pindah ke luar kota. Pas mereka di sinikan mereka masih bisa jumpa 1 kali seminggu kalau udah pundah akan sulit ketemu sama ani soalnya jarak tempuh juga jauhkan” terang Naya


“ ya berarti akan sulit dong kita ketemu ani, pasti kangan bangat.” ucap Nara


“ bener bangat, gimana pun ani udah sama gue mulai umur 9 tahun sampai sekarang ia berusia 16 tahun, kalau pun ani pulang kerumahnya paling lambat juga 3 hari doang. Kangan nya pasti bangatlah, rumah juga pasti langsung sepi bangat, gue berharap sih nenek nggak ikut” ujar Naya


“ semoga aja. Nenek sama kita aja di sini” ucap Nara juga meminta


“ semoga aja” ucap Naya lalu menaiki sepeda motornya begitupun dengan Nara.


Mereka pun menjalankan sepeda motor mereka ke kontrakan Nara. Tentang baju Naya tak perlu khawatir sebab baju Naya ada beberapa di tempat Nara. Lagian mereka memiliki ukuran badan yang sama, mulai dari tinggi badan hingga timbangan mereka pun sama, karena itulah terkadang mereka di katakan kembar karna juga selalu bersama sama mulai dari mereka di bangku SMP.


Sesampainya di rumah mereka berganti pakaian dengan baju rumahan lalu mengambil cemilan dan mulai ngedrakor jam masih menunjukkan pukul 3 sore lebih sedikit. Setelah menonton beberapa episode mereka pun beberes rumah sebentar lalu mandi dan mulai bersiap siap untuk ke pasar malam takut rombongan Queen datang mereka belum bersiap.


Tin.. tin...


“ sepertinya itu mereka” ucap Nara


“ ya udah yuk” ucap Naya mengambil tas selempangnya begitupun dengan Nara, mereka ke luar rumah lalu tak lupa mengunci rumah Nara agar tak ke masukan maling

__ADS_1


“ mama, tante Naya” panggil Queen dengan riang sembari melambaikan tangannya dari dalam mobil, Nara dan Naya tertawa kecil melihat keantusiasan Queen dengan membalas lambaian tangan Queen.


Ketiga gadis berbeda usia itu tampak duduk bertiga di bangku belakang sedangkan David yang menyetir dan Ansel duduk di samping kemudi.


__ADS_2