
“ sampai ketemu besok sayang. Ditungguin ya, aku jemput” ucap Ansel saat sudah tiba di rumah Nara
“ ya. Kalau gitu Nara tunggu besok ya om. Om hati hati di jalannya, jangan ngebut ngebut” ucap Nara lalu menyalim tangan Ansel
“ iya, aku pamitnya, dah sayang” pamit Ansel sembari mengecup kening Nara yang mana membuat Nara diam membatu
“ sana masuk gih, aku pergi setelah kamu masuk” ucap Ansel tanpa dosa
“ emm, dah” ucap Nara setelah sadar dan langsung saja berlari menuju rumahnya dan membukakan gembok dengan tergesa gesa dan masuk tanpa melihat Ansel kembali
“ gemes” lirih Ansel menatap lucu sang kekasih
Setelah memastikan Nara masuk Ansel pun meninggalkan pekarangan rumah Nara setelah mengelekson tanda ia pamit. Sepanjang jalan tingkah laku Nara sehari ini membuat Ansel tanpa sadar tertawa sendiri.
“ sepertinya aku sudah ada tanda tanda mulai tak waras” gelantur Ansel memukul kepalanya sendiri
Menggeleng gelengkan kepalanya berusaha menyingkirkan bayangan bayangan Nara yang berputar putar di kepalanya, dan berusaha untuk fokus pada jalanan.
Sesampainya Ansel di rumah ia langsung masuk kedalam setelah menyimpan mobil mahalnya ke garasi. Saat di ruang tamu Ansel melihat kedua orangtuanya tanpak berbincang bincang dia pun menghampiri mama dan papanya itu untuk bergabung.
“ ma, pa belum tidur?” tanya Ansel mendudukkan bokongnya di sofa di depan orangtuanya
“ belum, entar lagi. Gimana jalan jalannya?” tanya mama Anita
“ ya gitu, lancar tanpa hambatan” jawab Ansel
“ queen dah tidur yah?” tanya Ansel
“ iya, sudah tidur orang dah jam 9 malam. Udah waktunya anak kecil untuk tidur”
“ ohh, emm ma, pa ada yang ingin ansel bicarakan tentang hubungan Ansel dan Nara” kata Ansel menatap kedua orangtuanya
__ADS_1
“ ya ngomong aja sel. Mumpung kita lagi berbicang bincang gini” ucap papa Juno
“ gini ma pa Ansel berencana dalam waktu dekat ini akan meminang Nara” ucap Ansel
“ ya bagus dong. Tapi kamu udah bicara baguskan dengan Nara, apa dia dia udah bersedia menikah denganmu?” ucap mama Anita menatap sang putra
“ sudah ma, Ansel sudah melamar Nara semalam, dan Nara menerima lamaran Ansel dan bersedia menikah dengan Ansel ma”
“ kau tidak memaksakannya kan boy” tanya papa Juno memastikan
“ ya enggaklah pa, menikah hanya sekali seumur hidup tak mungkin Ansel sampai hati memaksanya untuk menuruti keinginan Ansel tanpa memikirkan perasaannya” jawab Ansel
“ kalau kalian berdua juga sudah yakin dan tanpa paksaan, kami selaku orang tua pasti mendukung keputusan kalian. Karna kami juga yakin putra kami tidak akan pernah menyakiti hati seorang wanita yang tulus, dan papa harap kamu tidak merusak kepercayaan kami itu ya boy” ujar papa Juno
“ ia pa. Makasih atas dukungan papa sama mama selama ini untuk Ansel” ucap Ansel tulus
“ sudah sewajarnya memang seperti itu.” Ucap mama Anita
“ nara anak yatim piatu ma, pa. Dia juga tak memiliki keluarga, ada sih dari pihak papanya tapi pamannya itu sudah tak mengganggap nara keluarga mereka lagi bahkan mereka sudah mengusir Nara dari kediaman orangtua nara dan sudah mengambil paksa semua peninggalan dari kedua orangtua Nara.” Terang Ansel
“ astaga masih ada ternyata keluarga sebusuk itu. Kalau seperti itu biar kita aja yang mempersiapkan semua kebutuhan pernikahan kalian. Kita akan rundingkan ini pada Nara dan meminta keputusannya apa dia ingin mengundang keluarga paman toxiknya itu atau tidak.” Ucap mama Anita yang kesal akan keluarga paman Nara
“ selesai ulangtahun Queen,aku akan ajak Nara untuk berunding. Nanti aku minta dia untuk menginap” ucap Ansel
“ ya udah mama dan papa ke kamar dulu ya, kamu juga sana tidur udah malam ini. Ingat jangan begadang” ucap mama Anita saat sudah tak ada lagi yang perlu di bahas
“ ia ma” jawab Ansel yang juga ikut beranjak “ selamat malam ma, pa. Semoga mimpi indah” tambah Ansel
“ kamu juga sayang”
“ you to boy” balas mama Anita dan papa Juno serempak
__ADS_1
Mereka pun menuju kamar mereka masing masing yang berbeda lantai sebab kamar mama Anita dan papa Juno di lantai dasar sedangkan kamar Ansel ada di lantai 3 bersama dengan kamar Queen. Sebelum ke kamarnya Ansel lebih dulu mendatangi kamar Queen. Sesampainya di kamar Queen, Ansel berjalan mendekati Queen yang tampak sudah sangat lelap pada tidurnya, dengkuran halus bahkan sampai terdengar saking pulasnya sang putri tertidur.
Ansel memperbaiki selimut Queen yang tanpak sudah tak menutupi tubuh bocah cantik itu dengan sempurna, Ansel menarik selimut Queen hingga sebatas dada Queen, lalu menunduk untuk memberikan keupan pada kening sang putri.
Cup..
“mimpi indah sayang” ucap Ansel dengan pelan lalu keluar dengan berlahan dari kamar Queen tanpa menimbulkan suara agar Queen tidak terganggu.
Setelah mengunjungi kamar Queen Ansel langsung saja ke kamarnya, ia tak lupa mandi sebab sejak tadi ia belum mandi dan agar tidurnya pun lebih nyaman. Selesai mandi dan berpakaian Ansel langsung merebahkan dirinya dikasur king sive miliknya yang terasa sangat nyaman. Ia mengambil hp miliknya untuk memeriksa apakah ada chat yang masuk dan memang ada, 1 chat yang belum terbaca dari Nara 15 menit yang lalu.
“ om sudah sampai rumah, kalau udah kabari aku ya” chetan Nara 15 menit yang lalu, dan langsung Ansel balas tanpa meninda nundanya lagi
“ udah sayang. Selamat malam dan tidur yang nyenyaknya” balas Ansel, Ansel menunggu beberapa saat karena tak kunjung mendapat jawaban ia pun ingin meletakkan hpnya di nakas tapi niatan itu tertunda sebab hp miliknya lebih dahulu berdering bertanda ada chat yang masuk
Ting..
“ ohh, syukurlah. Om juga tidur yang nyenyaknya, dan selamat malam juga” balas Nara
Ansel tersenyum saat membaca balasan chat dari Nara itu. Lalu ia meletakkan hpnya di nakas tanpa menjawab chat Nara karena takut malah mengganggu istirahat Nara sebab jam sudah menunjukkan pukul 10 malam lebih.
****
Kring.. kring
“ uamm, ngantuk bangat.” lirih Nara sembari menarik selimutnya kembali
Kring..kring..
“ astaga nih jam bisa nggak diam sendiri, nyebelin bangat udah tau orang masih ngatuk malah kring kring aja kerjaannya” omel Nara tak jelas menyalahkan jam weker miliknya
“ diamkan loh gue matiin” ucap Nara lagi
__ADS_1
Karena sudah terlanjur bangun Nara tidak lagi melanjutkan acara malas malasnya, ia langsung masuk kedalam kamar mandi dan mencuci mukanya setelahnya ia menyiapkan sarapan untuknya dan Naya yang katanya akan datang sebab mereka akan pergi bersama ke kediaman Wijaya untuk menyiapkan kejutan pesta ulangtahun Queen bersama sama. Setelah masakannya selesai Nara lebih dahulu merapikan rumahnya dan menyapu halaman rumahnya barulah setelah itu Nara mandi. Setelah selesai semua agenda paginya Nara menunggu Naya datang sembari bermain hp di ruang tamu, untuk berganti pakaian akan ia lakukan setelah selesai makan.