DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 23


__ADS_3

“ kita nonton dulu yuk” ajak Ansel pada Nara “ mau kan.” Tanya Ansel memastikan


“ mau.., mau. Aku mau yuk, udah lama nggak nonton terakhir ke mall aku dan naya enggak nonton” ucap Nara yang sudah riang kembali


Ansel tersenyum melihat perubahan sikap sang kekasih yang cepat sekali berubah. Ia pun menuntun Nara ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai yang ada bioskopnya. Sebelum masuk mereka lebih dahulu memesan tiket dan membeli minuman dan popkron untuk ngemil mereka nanti.


Setelah semua perlengkapan nonton mereka sudah lengkap mereka pun masuk karena flim yang mereka pilih tadi akan mulai sebentar lagi. Setelah menunggu sebentar akhirnya flim pun mulai, Nara dan Ansel menonton dengan serius dengan di selingi makan popkron yang mereka beli tadi, flim yang bergenre romantis yang di pilih oleh nara membuat nara asik hingga menjatuhkan kepalanya pada bahu Ansel, sedangkan Ansel yang sudah mulai bosan hanya mengelus kepala Nara dan menatap lekat wajah sang kekasih yang jauh lebih menyenangkan dari pada flim yang di putar di depan sana.


“ flimnya seru ya om. Lucu ada komedinya, ada romantisnya juga” ucap Nara pada Ansel yang menatapnya sembari tersenyum


“ emm” balas Ansel


“ ayok keluar, kita belanja” ajak Nara


Mereka pun keluar dengan saling bergenggam tangan, berjalan menyusuri mall untuk mencari hadiah yang cocok untuk Queen.


“ mau belum apa sih sayang, dari tadi belum dapat dapat loh” tanya Ansel


“ aku juga bingung mau beli apaan buat queen” jujur Nara


“ kok bingung sih” heran Ansel


“ pastinya Queen sudah memiliki semuanya bukan. Aku ingin memberikannya kado yang spesial yang bisa ia kenang hingga ia besar kelak” ucap Nara


“ kenapa tidak gaun saja sayang. Saat ia akan menggunakan gaun dia pasti akan teringat itu adalah gaun pemberianmu” saran Ansel


“ no, bila aku memberikannya gaun itu hanya dapat ia gunakan kurang lebih 1 atau 2 tahun” jawab Nara menggelengkan kepala


“ jadi apa sayang” tanya Ansel gemas


“ ya itu aku masih bingung. Lebih baik kamu dulu deh mau beliin apa buat Queen” ujar Nara

__ADS_1


“ ya udah kita ke toko perhiasan terlebih dahulu. Aku sudah memesannya kemarin kita hanya tinggal mengambilnya saja” kata Ansel lalu menuntun Nara berjalan menuju tempat perhiasan langganan keluarga Ansel


“ selamat sore tuan, nona” ucap karyawan yang menjaga toko perhiasan itu dengan hormat


“ saya ingin mengambil pesanan saya” ucap Ansel datar dan langsung to the point


“ baik, mohon untuk menunggu sebentar tuan” ucap sang karyawan ramah dan menunjuk sofa duduk untuk pelanggan terhormat mereka


“ the power off wijaya kuat bangat ya om. Buktinya perlakuan para karyawannya sama kamu begitu best nggak ada lawan om. Coba aja kalau yang datang hanya aku dengan menggunakan sandal jepit dapat di pastikan pelayanannya beda jauh sama yang terjadi sama om bahkan mungkin mereka akan melayani dengan wajah di tekuk” ucap Nara bersungguh sungguh


“ hihi, mana ada gitu, kamu ngada ngada aja” jawab Ansel terkekeh gemas menatap wajah Nara yang sangat serius


“ ehh om sih kan nggak pernah miskin. Makanya nggak percaya” sungut Nara


“ ia ia aku percaya sayang, jadi mau gimana bukankah itu sudah hukum alam. Orang akan menghormati kita saat kita sudah punya uang dan kekuasaan.” Terang Ansel mengelus kepala Nara


“ emm” gumam Nara


“ ini sudah benar” jawab Ansel setelah memeriksa pesanannya sebuah kalung permata yang begitu indah


“ terima kasih telah mempercayai toko kami tuan” ucap karyawan itu dengan membungkuk yang malah menampakkan sesuatu di balik kemejanya yang tidak seharusnya terlihat


“ emm” jawab Ansel lalu menggenggam tangan Nara untuk keluar dari toko perhiasan itu karena sudah tak memiliki urusan lain di situ.


“ sekarang kita kemana. Kamu udah tau belum mau beli apa atau kita makan dulu aja?” tanya Ansel menunduk untuk melihat Nara


“ beli kado aku dulu. Aku dah tau mau beli apa” ucap Nara menarik tangan Ansel untuk mengikutinya ke salah satu toko aksesoris


“ maaf mbak, ikat rambut di sebelah mana ya?” tanya Nara ramah ke karyawan toko itu


“ ohh sebelah sana nona, mari saya antarkan” ucap karyawan itu menuntun Nara dan Ansel ke bagian lampu lampu tidur

__ADS_1


“ terima kasih mbak” ucap Nara setelah sampai


“ kalau ada apa apa silahkan panggil saya kembali nya nona” ucap karyawan itu lalu pamit undur diri melanjutkan pekerjaannya yang lain


“ kenapa jadi milih ikat rambut?” tanya Ansel penasaran


“ karena itu bisa di pakai Queen kapan pun ia mau, itu juga bisa bertahan lama tergantung bagaimana menjaganya” jawab Nara tanpa melihat Ansel karena ia fokus mencari ikat rambut yang bagus


“ ini lucu gak sih om?” tanya Nara sembari menunjukkan sebuah ikat rambut simpel tapi tanpak menggemaskan dengan pita manis sebagai pelengkapnya


“ ya bagus. Cantik pasti akan cocok untuk queen” ucap Ansel


“ ya udah aku pilih ini aja. Pink campur putih yang ini gemes bangat, aku pilih ini aja deh 2” ucap Nara mengambil ikat rambut itu lalu membawanya ke kasir


“ 390.000 nona” ucap kasir itu dengan membungkus belanjaan nara ke dalam paperbag


“ saya bayar pake kartu ya” ucap Nara sembari menyerahkan kartu atm miliknya


“ ini, terima kasih nona” ucap kasir itu menyerahkan kartu atm Nara setelah transaksi selesai


“ terima kasih” jawab Nara sembari mengambil belanjaannya


“ sekarag kita makan atau mau belanja yang lain” tanya Ansel saat mereka sudah keluar dari toko aksesoris


“ tunggu dulu, kita ke toko boneka dulu om” pinta Nara


“ ehh kenapa, bukannya kamu udah beli kadonya?” ucap Ansel sembari menunjuk paperbag nara


“ ia tapi aku mau kasih queen boneka juga untuk teman tidurnya” ucap Nara memamerkan gigi gigi putihnya


Mereka pun berjalan mencari toko boneka, sesuai dengan kemauan Nara. Saat sudah di toko boneka Nara langsung memilih milih boneka yang ia mau dan pilihannya jatuh kepada boneka yang berbentuk awan yang tersenyum yang begitu lucu dengan warna biru langit. Harga boneka yang mampu membuat kantong Nara menangis tak menjadi masalah bagi Nara ia tetap membeli boneka lucu itu demi gadis kecilnya, mungkin berbeda dengan Ansel harga segitu hanyalah uang sekali makan dirinya saja.

__ADS_1


Setelah membeli boneka mereka pun pergi kerestoran yang ada di mall itu. Memesan makanannya lalu makan dengan hikmat dengan sesekali Ansel tanpak menyuapi Nara dengan romantis yang membuat Nara terkadang tersipu malu, ini merupakan momen pertama kalinya mereka makan berdua, jalan berdua, dan nonton berdua seperti tadi jadi bisa di katakan merupakan momen mereka kencan dengan berkedok mencari kado.


__ADS_2