DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 18


__ADS_3

“ boleh boleh aja sih. Dulu saya menikah dengan mommy dari Queen itu karena perjodohan. Hubungan kami awal awal ya baik baik saja hingga tak lama mommy Queen yaitu Gisel mengandung Queen. Ia marah karena tak mau hamil dan melahirkan katanya itu membuat badannya menjadi rusak. Tapi pada saat itu saya berpikir seiring berjalannya waktu Gisel akan terbiasa akan kondisi dia yang mengandung dan akan menyayangi anak yang tumbuh di rahimnya. Tapi ternyata salah sikapya semakin berubah, setiap dia kesal pasti dia akan menyalahkan janin nya. Saat itu saya berusaha sabar sebab perubahan mood ibu hamil memang sensitif , saya kembali berfikir mungkin nanti bila dia sudah melahirkan dia akan berubah menjadi lebih baik, tapi ternyata saya kembali salah. Gisel tidak sedikitpun peduli pada Queen. Ia hanya fokus pada teman teman sosialitasnya, jalan jalan sesukanya tanpa berpikir bahwa dia sudah memiliki anak. Karna hal itu membuat kami sering bertengkar, dan tanpa saya sadari anak sayalah yang menjadi korban akan pertengkaran kami. Setiap kali kami berdebat, ternyata Gisel akan menyiksa Queen seperti memukulinya mencubit atau menampar Queen, mengatakan bahwa semua itu terjadi karna Queen. Ia menyalahkan anak kecil yang bahkan belum tau apa apa” terang Ansel panjang lebar tapi dengan sorot mata yang lurus kedepan fokus terhadap stir nya


“ apa om tidak mencegah saat Queen di pukuli mantan istri om?” tanya Nara


“ saat itu saya belum tau, tak ada seorang pun yang memberitahu saya setiap kali hal itu terjadi. Gisel memukuli Queen setiap saya tidak berada di rumah. Hingga pada saat kami habis bertengkar saya keluar dari rumah untuk menenangkan pikiran saya, saat di jalan entah kenapa saya tiba tiba teringat akan Queen, saat itu saya langsung pulang tanpa mengabari orang rumah. Saat sampai keadaan rumah begitu sepi, bahkan saya tak menemukan keadaan para maid yang jumlahnya tidak sedikit, samar samar saya mendengar suara suara merintih dari arah gudang karena saya penasaran saya berjalan menuju kesana melupakan niatan saya yang ingin langsung ke kamar Queen yang saat itu sudah berusia 4 tahun. Saat sampai di gudang saya di buat tercenggang akan Gisel yang tanpak seperti orang kesurupan yang dengan brutal memukuli Queen dengan sebuah gagang sapu. Saya marah besar tapi saya berusaha mengontrol amarah saya dan lebih memilih membawa Queen kerumah sakit meninggalkan Gisel yang tampak syok karena aksinya ketahuan oleh ku. Karena kejadian itu membuat saya menceraikan Gisel dan juga karena dia yang berselingkuh membuat proses hukum cepat berjalan.” Ucap Ansel


“ bukannya Queen sudah luka parah karena mantan istri om, tapi apakah om nggak ada niatan pada saat itu memenjarakan mantan istri om itu?” tanya Nara bingung melihat sikap dingin Ansel dan berita berita yang beredar yang mengatakan Ansel orang yang kejam dan tidak kenal ampun membuat Nara menjadi penasaran mengapa mantan istri pria duda itu tidak mendekam di penjara


“ tentu saja, saya ingin sekali memenjarakan dirinya bahkan bila boleh aku ingin sekali melenyapkan dirinya yang sudah membuat anak kesayangan saya menderita. Tapi pada saat itu orangtua Gisel memohon agar aku tidak memenjarakan Gisel, dan mengungkit balas budi akan perbuatan kakek Gisel yang pernah menyelamatkan kakek saya. Oleh karena itulah saya tak jadi memenjarakan nya dengan ganti Gisel tak boleh menjumpai atau mendekati Queen hingga kapan pun, dan dia menyetujui itu dengan mudah”


“ 4 tahun bukan lah waktu yang sebentar, om kemana saja hingga tak mengetahui keadaan Queen. Orangtua om juga dimana, apa mereka juga tak tau keadaan cucunya?” tanya Nara yang masih penasaran

__ADS_1


“ saat itu saya baru saja menjabat sebagai CEO, pada saat itu saya fokus terhadap pengembangan perusahaan saya. Seluruh urusan rumah saya serahkan kepada mantan istri saya, saking sibuknya bekerja membuat saya tidak memiliki banyak waktu di rumah. Orangtua saya pada saat itu masih ada di luar negeri mereka baru pindah saat saya mengatakan akan bercerai.” Ucap Ansel


“ apakah setidaknya rumah sebesar milik om tidak memiliki cctv?”


“ ya, salah saya yang tak membuatkan cctv saat itu, membuat saya tidak bisa memantau keadaan di rumah saat saya tak ada” jujur Ansel yang tanpak menyesal


“ pantas saja. Mendengarkan kisah Queen membuatku tersadar setidaknya kehidupan aku dan Naya masih lebih baik dari padanya” unggap Nara


“ aku kehilangan kedua orangtuaku saat aku masih berumur 14 tahun, mereka berpulang karena kecelakaan yang merenggut nyawa mereka. Sejak saat itu kehidupanku sangat berubah, harta dan semua peninggalan orangtuaku direbut paksa oleh paman dari pihak ayahku. Kalau Naya, dia anak broken home.” Kata Nara sembari menyandarkan punggungnya


“ kamu tinggal dimana saat keluarga pamanmu merebut paksa semua peninggalan orangtuamu?”

__ADS_1


“ saat dihusir aku binggung akan kemana, keluarga dari pihak bunda tidak ada sebab bunda merupakan yatim piatu yang besar di panti asuhan, sedangkan keluarga dari pihak ayah tidak menyukaiku bahkan mereka tega merebut hak yang seharusnya milikku. Aku keluar dari rumah penuh kenangan bersama orangtuaku sembari menangis, aku tak membawa apapun sebab tak diizinkan oleh bibi. Saat bingung akan kemana tiba tiba aku bertemu dengan Naya yang ingin datang mengunjungiku, dia adalah penyelamatku, dia membawaku ke kost miliknya memberikanku baju dan memasakkanku makanan. Aku tinggal bersama Naya hingga aku tamat SMA. Sebelum tamat juga aku sudah memiliki niatan ngkost sendiri tapi Naya melarangku dan menyuruhku untuk menabung uangku bekerja, karena aku sudah bekerja sejak berusia 14 tahun sama seperti Naya hanya saja kita memiliki tempat bekerja yang berbeda.” Ucap Nara bercerita


“ kalian ternyata tidak hanya terlihat dekat di depannya saja ya, tapi ternyata kalian benar benar dekat satu sama lain sudah seperti seorang saudara kandung” ucap Ansel


“ ya kami itu sahabat rasa saudara kalau kata Naya” ucap Nara sedikit terkekeh


“ sebenarnya saya masih penasaran akan kehidupan pribadimu tapi mungkin lain kali saja saya minta soalnya kita sudah sampai” kata Ansel mematikan mesin mobil mereka


“ ehh udah sampai aja, aku sampai nggak sadar loh”


“ itu karena kita asik akan obrolan kita, sampai itu kedua sahabat kita sudah cemberut mungkin kelamaan menunggu” tunjuk Ansel pada Naya dan David yang tanpak melehat mereka di depan restoran tempat janjian reunian

__ADS_1


“ ya udah yuk, kalau nona satu sana ngomel bisa panjang lebar” ucap Nara menarik tangan Ansel mendekati David dan Naya


__ADS_2