DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 17


__ADS_3

Tok..tok..


“ Nara” suara Ansel tanpak terdengar setelah ketukan pintu beberapa kali


“ ehh, om Ansel dah datang ternyata” ucap Nara yang takmendengar suara mesin mobil


“ bukain sana” suruh Naya sembari mendorong Nara yang tanpak dengdekan


“ ini jantung kenapa lagi, nggak usah bunyinya kencang bangat yet. Kedengaran orang malu” gerutu Nara sembari menghela nafas sebelum membuka pintu


Cklek


“ na...” belum sempat mengatakan apa yang ingin ia bicarakan, Ansel terlebih dahulu melongo takjuk menatap Nara tak berkedip saking terpesonanya melihat Nara yang tanpak berbeda dengan dress hitam yang sangat kontras pada kulit Nara yang memamerkan bahu dan kaki jenjang Nara


“ om..., omm hello” panggil Nara ia malah menjadi salah tingkah karena melihat reaksi Ansel yang diluar ekspektasinya


“ ahh, ya. Sorry sorry. Sudah siap?” tanya Ansel setelah berhasil mengendalikan dirinya. Kedekatan mereka beberapa hari ini membuat Ansel nyaman bersama dengan Nara, ia juga sudah tak terlalu dingin lagi pada gadis itu. Gadis yang pada awalnya ia juluki dengan gadis aneh ternyata memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya berbeda dengan gadis lain. Walau pertemuan dan kedekatan mereka masih tergolong sangat singkat tapi tanpaknya hati Ansel sudah mulai terpaut dengan Nara, seperti contohnya saat ini tanpak jantungnya berjoget dengan lincahnya di dalam sana yang menimbulkan rasa gugup yang tak menentu.


“ sudah om. Apa penampilanku bagus?” tanya Nara sembari menatap Ansel gugup. Walau sang sahabat tadi sudah memujinya dengan begitu luar biasa tapi ia juga ingin mengetahui pendapat dari pria yang membelikannya baju itu


“ sangat bagus. Ia terlihat indah saat melekat pada dirimu. Penampilan yang sempurna begitu pun dengan orang yang mengenakannya.” Puji Ansel bersungguh sungguh


“ terima kasih om” jawab Nara malu malu. Entah mengapa pujian yang diberikan oleh Ansel terasa berbeda baginya kali ini. Hal yang membuatnya lebih percaya diri dan berhasil menghasilkan senyum indah pada wajahnya. Pipinya bahkan bereaksi bersemu merah yang membuat Ansel tertawa gemas


“ astaga, pipimu merah sekali.” Kekeh Ansel yang tak tahan untuk tidak mencubit pipi Nara


“ om..” rengek Nara yang tambah malu sembari menutup pipi chubbynya


“ ohh astaga, menggemaskan sekali” ucap Ansel mencoba menahan tangannya untuk tidak mencubit pipi Nara sebab tangannya sudah gatal


“ ehemm, apa Naya sudah selesai nona?” tanya David yang tiba tiba nongol yang mengagetkan Ansel sebab Ansel tak sadar kedatangan sahabatnya itu

__ADS_1


“ ehh om David, udah kok. Tunggu aku panggilin dulu mungkin lagi di kamar mandi kali” ucap Nara


“ ohh baiklah” jawab David


“ bentar ya om, aku panggil Naya dulu” ujar Nara dan diangguki oleh Ansel


“ nay.., aya” panggil Nara


“ ehh, belum pergi ar?” tanya Naya


“ ini mau berangkat. Itu om David dah datang” jawab Nara


“ ohh dah sampai ya, tadi dikabari masih dijalan” ucap Naya sembari berjalan beriringan dengan Nara tak lupa ia mengambil tas selempangnya yang terletak diruang tengah sebab tadi dia letakkan disana saat perutnya tiba tiba mules.


“ ehh maaf jadi pada nungguin” ucap Naya tak enak saat sampai diluar melihat Ansel dan David tanpak berdiri menunggu mereka


“ its okay” jawab Ansel, sedangkan David hanya menganggukkan kepalanya, ia sempat tertekun menatap penampilan Naya yang tanpak jauh berbeda dengan yang biasanya, gadis yang sedikit tomboy itu tanpak anggun sekali dalam balutan dress yang ia pilih tadi siang.


“ ya udah yuk, entar telat” ucap David setelah tersadar. Mereka pun jalan ke mobil mereka masing masing sebab Ansel dan David sama sama membawa mobil mereka. Mereka membawa pasangan mereka masing masing menuju tempat janjian bertemu.


“ gimana kerjanya, lancar?” tanya Ansel membuka percakapan agar mobil mereka tidak sepi senyap dan terasa canggung


“ lancar kok om. Mungkin karna sudah biasa kerjanya juga hanya itu itu aja jadinya lancar lancar aja sih kecuali kalau ada masalah atau komplen dari pada pelanggan ya sedikit berat saja sih” ujar Nara menjelaskan


“ kalau om gimana, lancar nggak kerjanya?” tanya balik Nara


“ ya begitulah, berkas yang memerlukan tanda tangan masih menumpuk tak habis habis” jelas Ansel sedikit bercanda


“ pasti capeknya jadi seorang CEO seperti om ya” tanya Nara penasaran


“ kalau capek mah wajarlah, dan pastinya capek bangat. Lagian bukan sudah dikatakan tidak ada pekerjaan yang tidak capek, bahkan sekalipun pekerjaannya hanya tukang parkir saja.” Jawab Ansel sembari fokus terhadap setirnya, saat seperti ini ketampanan Ansel jauh lebih terpancar. Nara yang berada di samping Ansel terpesona akan aura Ansel yang berbeda dari pada biasanya

__ADS_1


“ ia iyah” ucap Nara terkekeh sembari terus menatap Ansel


“ Queen gimana, sudah beberapa hari tidak bertemu dengannya” ujar Nara mengalihkan topik


“ dia baik. Berkat kejadian kemarin Queen lebih bersemangat bersekolah ia juga bercerita bahwa dia tidak mendapatkan perundungan lagi dari teman temannya. Dia selalu bercerita pada kami bahwa dirimu adalah pahlawannya, saya bahkan menjadi sedikit cemburu akan julukan yang diberikan itu padamu. Saya selaku daddy ya yang selama ini berdiri paling depan untuk dirinya bahkan tidak mendapatkan gelar itu darinya, sangat berbeda denganmu belum lama mengenalmu dia bahkan sudah memberikan dirimu gelar hebat itu.” Sungut Ansel panjang lebar


“ kenapa harus cemburu sih, bila aku adalah pahlawannya maka om adalah seperhironya” ucap Nara sembari tersenyum


“ oh ya, aku adalah superhiro milik Queen dan dirimu bukan?” tanya Ansel menggoda Nara sembari tersenyum menatap wajah teduh gadis disebelahnya


“ apaan sih om” jawab Nara yang salah tinggah


“ bukankah dirimu adalah calon istri saya” ucap Ansel yang masih ingin menggoda Nara


“ ehh belumnya, orang belum di lamar” ceplos Nara yang kelepasan


“ ohh berarti mau dilamar sekarang nih ceritanya” ucap Ansel


“ gak ihh, orang aku nggak bilang gitu” elak Nara mengalihkan pandangannya ke arah kaca yang menampilkan pemandangan kota


“ iya enggak, tapi itu maunya nyah?” kata Ansel


“ omm, ihh. Nyebelin” sungut Nara yang sudah cemberut karena terus di godain


“ haha, ia ia. Enggak kok. Jangan cemberut gitu nanti jelek loh” ucap Ansel


“ mana ada jelek orang cantik begini” ucap Nara percaya diri sembari menyelipkan rambutnya


“ cih percaya diri sekali nona” ucap Ansel sembari menggeleng gelengkan kepala, senyum tak pudar dari bibir seksinya


“ emm, om boleh nanya gak?”

__ADS_1


“ kalau mau nanya nya silahkan ngapain pake ijin segala”


“ itu anu, soal mommy Queen, nggak papa. Aku penasaran tapi kalau om nggak mau jawab juga nggak masalah”


__ADS_2