DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 20


__ADS_3

“ hahaha, astaga nggak percaya bangat bila cowok se cool om bisa lakuin hal konyol gitu”


“ haha, itu sangat memalukan tapi kalau diingat ingat malah lucu”


“ orang om ngapain coba meresapi kentut orang. Yang ada orang mah kalau ada orang lain kentut itu lari menjauh dari si tukang kentut bukannya malah meresap kentut tuh orang, astaga kurang kerjaan bangat sih”


“ saya gak nyium, orang saya lagi sumbat hidungnya. Biasalah ya kalau hidung sumbat kadang bisa kecium kadang nggak pulak. Ehh pas si Dion kentut nggak ada bunyi ya tuh kentut, tapi bau nya gak diilangin. Saya bingung tuh pas yang lain mukulin si Dion yang cenggegesan dan lari menjauh, saya yang gak tau apa apa ya pelangga pelonggo lah. Ehh pas saya lagi nerka nerka apa yang terjadi ehh hidung saya kebuka gak kesumbat alhasil tuh semua bau busuk tuh bocah sialan masuk menyerap semua kesaya. Nyebein bangat, saya hampir pingsan saking gak kuatnya. Yang bikin kesal sahabat sahabat laknat saya malah ketawa terbahak bahak” gerutu Ansel


“ hahaha, astaga om. Siapa nggak ketawa coba saya yang baru membayangkannya aja dah geli apa lagi kalau saya ada di sana pas saat itu, nggak tau lagi semeledak apa ketawa gue” ucap Nara tertawa ngik ngik


“ gini nih gini, persis bangat kek kamu. Nyeselin tau” ucap Ansel mendengkus


“ hahaha om, hhahah, sorry” ucap Nara sembari tertawa. Ansel memperhatikan Nara yang tertawa lepas dengan cerita konyol paling memalukan dirinya, melihat tawa Nara seulas senyum indah yang sangat jarang terlihat bila Ansel dengan orang lain mekar indah di malam indah itu.


“ nar, aku tak tau apa yang tertadi dengan diriku akhir akhir ini. Tapi yang pasti jantungku selalu berdebar debar dengan kuatnya bila berada dekat denganmu, hal yang baru bagiku. Setiap aku mengatakan kamu adalah calon istriku pada awalnya memang aku hanya iseng iseng tapi entah mengapa semakin aku iseng namamu malah sudah melesat masuk ke hatiku.” Ucap Ansel dengan mengambil lembut tangan Nara dan meletakkan tangan mungil itu ke jantungnya yang memang berdebar dengan kencang persis dengan jantung nara saat ini

__ADS_1


“ selama ini aku hanya mengatakan dirimu adalah calon istriku tanpa melamarmu kali ini ijinkan aku untuk melamarmu dengan resmi.” Ucap Ansel lalu berjongkok di hadapan Nara yang tanpak speechless dengan satu tangan digenggam Ansel dan tangan satunya menutup mulutnya


“ Queenza nara aditama maukah kamu menikah denganku. Menjadi istri dan ibu untuk Queen dan anak anak kita kelak?” ucap Ansel dengan lembut sembari menyudurkan sebuah cincin berlian mahal kehadapan Nara yang tanpak syok dengan mata berkaca kaca


“ Nara menikahlah denganku” pinta Ansel sekali lagi


“ emm, aku mau” ucap Nara sembari mengganggukkan kepalanya dengan mata berkaca kaca


“ thanks you” ucap Ansel langsung memeluk Nara dengan lembut , dan mengusap dengan lembut airmata nara yang tanpak lancang meluncur membasahi pipi indah calon istri nya yang sudah resmi itu


“ dont cry, baby” ucap Ansel menghapus airmata Nara


“ i love you baby, mungkin ini terlalu cepat tapi percayalah namamu sudah terukir dihatiku dan ungkapanku bukanlah sebuah candaan” ucap Ansel mengecup kening Nara


“ love you too duda dinginku” ucap Nara mengusap pipi Ansel yang mendingin sebab udara memang dingin. Tanpak Ansel sedikit terkejut lalu tanpak tersenyum bahagia akan pengakuan Nara. Mereka berpelukan lalu Ansel pun mengajak Nara untuk menginap di mansionnya sebab sudah malam dan jarak mansion Ansel juga lebih dekat dari pada rumah Nara. Di rumah juga mereka tidak akan berdua karena pastinya ada Queen dan orangtua Ansel, jadi Nara tak terlalu khawatir. Ansel juga mengatakan agar esok hari Queen mendapatkan surprise darinya karena kata bocah menggemaskan itu dia sudah rindu berat pada mamanya. Juga mereka ingin membeli kado untuk ulang tahun Queen bersama sama sebab ulangtahun Queen tinggal 2 hari lagi.

__ADS_1


***


“ kamu tinggal sendiri ay?” tanya David saat mengantar Naya pulang


“ baru beberapa hari ini aja sih om. Sebelumnya saya tinggal dengan nenek dan sepupu saya. Itupun sejak saya tamat sma soalnya waktu saya sekolah saya ngekost bareng sama nara” terang Naya


“ ohh, kok sekarang sudah sendiri, nenek dan sepupu kamu kemana?”


“ lagi liburan kerumah paman, orangtua sepupu saya”


“ kalau orangtua kamu?”


“ mereka sudah bercerai dan sudah bahagia dengan keluarga mereka masing masing. Saya sudah tidak tinggal dengan mereka bahkan saat saya masih SD.” Ucap Naya


“ kamu ngkost mulai saat itu?”

__ADS_1


“ nggak dulu aku tinggal dengan nenek dari pihak papiku selama 3 tahun, lalu aku memutuskan untuk tinggal mandiri dengan ngkost dekat sekolah”


David mendengar semua cerita Naya dengan seksama, Naya bercerita banyak hal, tentang dia yang bisa bersahabat dengan Nara, dengan dia yang sudah bekerja dari usia dini di saat ia juga mendapatkan uang bulanan yang banyak dari kedua orangtuanya tapi dia memilih hidup mandiri. Naya benar benar sosok gadis yang mandiri dan tangguh, ia sudah tau betapa dunia ini keras bahkan saat anak anak yang masih sekecil dirinya masih asik bermain.


__ADS_2