DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 14


__ADS_3

“ tante Naya, Queen kangen” ucap Queen memeluk Naya yang duduk di sebelah kirinya sedangkan Nara di sebelah kanan Queen


“ ohh my girl, tante juga kangan” jawab Naya sembari membalas pelukan Queen


“ ih kok hanya tante Naya aja yang di peluk. Mama kan mau juga” ucap Nara sembari cemberut


“ hahaha, siapanya?” tanya Naya menggoda Nara. Ia dan Queen tertawa melihat Nara yang bertambah cemberut


“ ihh, gitu ya” ketus Nara pura pura ngambek


“ ohh cup cup” ucap Naya dan Queen bersama sama lalu memeluk Nara dengan erat


“ udah gede kok ngambekan sih mama kamu ini Queen?” tanya Naya yang masih menggoda Nara


“ nggak tau nih mama, malu mama” jawab Queen cekikikan


“ kalian ihh nyebelin” ucap Nara lalu memukul Naya pelan


“ hahaha” tawa Naya dan Queen pecah karna berhasil menggoda Nara


“ ehheem..” deheman dari Ansel mampu menghapus tawa yang berada di dalam mobil itu dan berganti dengan kesunyian yang tiba tiba mendominasi


“ anjir gue melupakan keberadaan duda si beruang kutup itu” batin Nara sembari melirih Ansel sekilas lalu menatap Naya


“ kampret, calon ya si Nara kok serem jir. Malah nih mobil jadi berasa angker” batin Naya yang melihat kursi di depannya dengan sekilas lalu menatap Nara yang juga menatap dirinya, sedangkan Queen yang duduk di tengah tengah mereka tanpak bingung


“ ehemm, halo nona Nara dan nona..?” ucap David menghilangkan kecanggungan yang ada di dalam mobil dengan menaikkan alisnya karena belum mengenal teman Nara


“ Naya om” jawab Naya mengenalkan dirinya


“ ohh halo nona Naya. Nama kalian hanya berbeda satu huruf saja, kalian tanpak seperti anak kembar” ucap David

__ADS_1


“ hehehe, banyak yang mengatakan seperti itu. Walaupun nama kami hampir sama begitu pun ukuran tubuh kami, tapi kami bukanlah saudari kembar.kami sahabat rasa saudara” jelas Naya sembari menatap Nara yang juga menatapnya tersenyum


“ kalau dilihat kami nggak mirip juga, tapi entah mengapa saat tau nama kami hampir sama banyak yang bilang kami kembar” jelas Nara juga


“ mungkin karna kalian kemana pun selalu bersama, hingga orang orang mengira kalian kembar. Tapi kalau di perhatiin dengan seksama kalian juga memiliki kemiripan layaknya saudari kandung” ucap David


“ bukan begitu an?” tanya David pada Ansel agar beruang kutup itu tidak hanya diam


“ ya” singkat Ansel


“ sorry om, apa anda calon dari sahabat saya?” tanya Naya yang tak bisa diam


“ aya” tegur Nara dengan mencubit sedikit perut sang sahabat


“ suttt” ucap Naya meletakkan satu jarinya di bibir dengan ekspresi jahilnya


“ ya”balas singkat Ansel


“ maksud lo?” tanya Nara menatap bingung sang sahabat begitu pun Ansel dan David yang menatap belakang


“ calon suami lo tanpak sering sakit gigi makanya jawabnya singkat bangat. bukankah lo akan menyedihkan saat bicara panjang lebar tapi di balas hanya ya dan emm” ucap Naya berani


“ lo” ucap Nara menahan tawanya lalu memukul bahu sang sahabat yang sangat aneh


“ saya tak sakit gigi, anda tak perlu khawatir sahabatmu akan kesepian” kesal Ansel


“ ohh anda bisa bicara dengan normal ternyata, tak kirain tak bisa” jawab Naya, sedangkan Nara menepuk keningnya menatap pasrah sang sahabat yang tak ada takut takut nya. Sedangkan David tersenyum sembari menatap Naya melalui kaca yang ada di dekatnya sembari bergumam,


“ gadis menarik dan unik”


“ mama, tante Naya. Apa kalian sudah lama berteman?” tanya Queen

__ADS_1


“ emm, mama dan tante Naya sudah berteman sejak bangku SMP. Kami selalu bersama sejak saat itu” terang Nara sembari tersenyum


“ asal kamu tau Queen, mamamu ini sangat penakut dan pendiam saat itu. Bahkan saat mamamu di bully, mamamu tetap diam dan menunduk, untung saja mamamu memiliki teman seperti tante. Yang siap menghajar siapa pun yang berani mengejek mamamu” ucap Naya


“ lo ihh” manyun Nara yang rahasiannya terbongkar sembari memukul tangan sang sahabat


“ mama pernah di bully?” tanya Queen memastikan


“ emm, mama miskin dan kumel saat itu, sikap mama yang suka pasrah dan pendiam membuat mama menjadi sasaran bullying” jawab Nara menerawang jauh


“ tapi mama bersyukur karna TUHAN memberikan mama teman sebaik tante Naya. Tante Naya sangat tomboy dan kasar, bahkan mama pun pada saat itu takut pada tante Naya” sambung Nara sembari terkekeh kecil


“ tante Naya banyak berubah mama, walau tante Naya tomboy tapi tante Naya suka sekali mendandani mama. Tante Naya juga mengajarkan mama untuk berani melawan dan mengeluarkan pendapat mama, hingga mama bisa seperti sekarang” ucap Nara tersenyum


“ woww, Queen juga mau punya sahabat seperti tante Naya” ujar Queen


“ emm, jika kita baik pasti TUHAN juga akan memberi kita teman yang baik pula” ucap Nara dan diangguki Naya


“ Queen baik kok, suka membantu juga. Tapi teman Queen hanya akan bermain sama Queen saat Queen punya makanan atau sesuatu hal yang mereka inginkan dari Queen” terang Queen menatap Nara dan Naya bergantian


“ berarti dia bukan teman. Teman itu saat suka dan duka kita ada di sisinya, bukan karna keuntungan semata. Mungkin sekarang Queen belum menemukan sosok teman seperti tante Naya tapi suatu saat pasti akan bertemu, TUHAN hanya belum mempertemukan kalian saja” jawab Nara mengelus pucuk kepala Queen


“ benar, maka dari itu Queen harus sabar menunggunya. Pertemanan yang seperti yang Queen bilang tadi hanyalah kepalsuan, hanya diri kita sendiri yang menganggap dia teman sedangkan mereka bahkan tidak menganggap kita ada, hal itu hanya akan membuat diri sendiri yang terluka. Queen bisa bermain bersama mereka tapi tidak dengan menjadi budak teman biasa itu dengan mengikuti kemauan mereka dengan embel embel kata pertemanan” ucap Naya sembari menasehati


“ ya ma, tan. Queen akan sabar menunggu sahabat sejati Queen muncul, dan Queen akan berjanji tidak akan terpengaruh akan pertemanan yang atas dasar kepura puraan itu. Queen tak ingin terluka” jawab Queen yakin


“ ya, ini baru namanya putri mama Nara dan tante Naya” ucap Nara sembari mengecup pipi kanan Queen sedangkan Naya mengecup pipi kiri Queen. Mereka bertiga tertawa, suasana mobil juga sudah berganti dengan kehebohan yang sempat terhenti tadi.


Ansel dan David tersenyum, mereka kagum akan kedewasaan kedua gadis remaja yang berada di belakang mereka, mereka bisa sembari bercerita tapi juga sembari memberikan nasehat yang baik pada Queen. Ansel semakin kagum pada Nara dan semakin ingin serius menjalani hubungan dengan gadis itu, sedangkan David kembali terpesona akan kedewasaan Naya dan memiliki niatan ingin dekat dengan sahabat dari calon istri Ansel itu barang kali ia bisa melepas status jomblo akutnya bersama Naya.


Kurang lebih 15 menit mereka sudah sampai di tempat pasar malam yang sudah tanpak sedikit rame karna jam juga sudah menunjukkan pukul 7 kurang. Mereka langsung keluar lalu mulai berjalan memasuki lokasi pasar malam.

__ADS_1


__ADS_2