DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 10


__ADS_3

“ uhuh..,, dah mau gelap ternyata. Tan, om Naya sudah harus pulang. Lain kali kita bercerita kembali” ucap Naya


“ Nara juga om, tan, kami berdua izin pamit terlebih dahulu” sambung Nara


“ kita sama aja jalan keluar tante dan om maupun Queen juga sudah mau pulang” jawab mama Anita


Mereka pun berjalan keluar setelah Naya membayar makanan mereka maupun makanan yang di pesannya tadi untuk di bawa pulang. Queen tanpak menggandeng tangan Nara dan Naya, ia tanpak sangat bahagia senandungan kecil bahkan terdengar dari bibir mungilnya. Sesampainya di parkiran barulah Nara dan Naya berpisah dengan rombongan Queen. Mereka berdua membawa sepeda motor mereka menuju rumah Naya, sebab Naya sudah memaksa Nara bercerita tentang pertemuannya dengan papa dari Queen.


Setelah sampai di rumah Naya, mereka berdua memasukkan kedua sepeda motor mereka kedalam ruang tamu rumah Naya. Tanpak ani yang berjalan dengan tergesa menghampiri Naya dan di ikuti oleh sang nenek yang baru saja keluar dari dalam kamar.


“ tatata..” panggil ani memeluk Naya


“ kangen nya. Si kangennya cepat bangat datangnya orang kakak Naya baru pergi sore tadi” ucap Naya


“ sama kak Nara gak kangenni?” tanya Nara cemberut


“ angen en..” ucap ani


“ kakak Nara juga kangen sama ani. Sini peluk” ucap Nara berjalan mendekati ani dan mendekap sepupu dari sang sahabat itu


“ ayo lihat kakak bawa apa ni?” ucap Naya sembari menggoyangkan bungkusan KFC yang dia beli tadi


“ yam yam, au..” ucap ani sembari menengadah tangannya


“ ya sudah duduk sana di ruang makan. Duduk yang rapi kak Naya sama kak Nara simpat tas dulu” ucap Naya di angguki oleh ani yang lagsung berjalan menuju ruang makan


“ nek..” sapa Naya dan Nara sembari menyalim punggung tangan sang nenek, dan di balas anggukan oleh nenek dan mereka langsung ke kamar Naya untuk menyimpan tas selempang yang mereka gunakan lalu bergegas ke ruang makan agar ani dan nenek tidak lama menunggu.

__ADS_1


“ makan yang lahap nya” ucap Naya mengelus pucuk kepala ani dengan sayang, setelah menyediakan ayam kesukaan ani


“ kalian nggak makan?” tanya nenek harumi


“ kami tadi sudah makan terlebih dahulu nek” jawab Nara


“ ohh, gimana jalan jalannya?”


“ ya gitu, seru” jawab Naya dan diangguki Nara


“ kalau Naya gajian bulan depan giliran sama nenek dan ani yang Naya ajak jalan jalan ke mall” ucap Naya, ia sudah sering jalan bertiga dengan ani dan nenek tapi bila ke mall baru beberapa kali saja sebab nek harumi tidak suka menggunakan ekskalator maupun lift.


“ nggak usah lah. Naya sama ani aja kalau ke mall nenek nggak ikut, takut ituh naik ekskalator” ucap nenek harumi. Naya dan Nara tersenyum mendengar ucapan sang nenek


“ kenapa takut kan ada Naya. Kita juga bisa pake lift kok” ucap Nara


“ nggak ah, kalian anak muda aja yang main ke sana. Nenek mah dah umur 69 dirumah aja kalau jalan jalan juga yah yang disekitar ini aja” ucap nenek harumi


“ Nara dah lama gak main, sibuknya nak?” tanya nenek harumi


“ akhir akhir ini memang Nara nggak sempat nek, tapi ini kan dah mampir” jawab Nara


“ kalau sibuk harus ingat makan nya. Kalau gimana gimana langsung datang kerumah di kontrakan Nara nggak punya teman” ucap nenek harumi


“ ia nenekku, Nara ingat kok” jawab nenek harumi


Setelah selesai makan, Nara dan Naya langsung membereskan meja makan dan Nara mencuci piring kotor sedangkan Naya mengajak ani mencuci gigi lalu menyuruhnya masuk kamar dan menyalakan televisi dengan kartun kesukaan ani. Ani dan nenek harumi memang sekamar, sebab Naya tak tenang bila ani tidur di kamar sendiri.

__ADS_1


“ gimana?” tanya Naya to the point saat ia dan Nara sudah berbaring di kasur Naya


“ gimana apanya?” tanya Nara yang belum konek


“ lo bisa ketemu papa Queen dan Queen dan berakhir makan malam bersama mereka?” tanya Naya


“ ohh itu. Gimana ya, gue bingung ceritanya?” jawab Nara polos


“ binggung gimana. Cerita aja semua yang lo ingat” ucap Naya


“ emm, lo ingat gak kemarin waktu gue datang ketempat kerja dengan pakaian kotor?” tanya Nara


“ ingat. Yang lo bilang karna terciprat air karna mobil yang kencang bangat” jawab Naya


“ nah, yang bawa itu mobil daddy nya Queen. Siap itu sorenya waktu gue mau ambil motor gue nggak sengaja di tabrak daddy nya nah disana lah kita jumpa pertama kali, dan adu bacot untuk yang pertama kalinya. Waktu yang diparkiran restoran itu daddynya si Queen itu cool bangat jir, irit bangat bicara. Tapi pas kita makan di malam sama Queen dia bisa jadi banyak bicara jir.” Ucap Nara panjang lebar


“ what! Berarti lo sama daddy nya si Queen langsung makan malam dari sana atau gimana?” tanya Naya lagi


“ enggak. Waktu gue sampai rumah itu gue mau ngemil teman nonton gitu ceritanya ehh pas gue lihat rupanya stok jajanan gue dah habis nah gue pergilah belanja jajanan ke supermarket dekat rumah, saat gue milih milih nggak sengaja Queen nabrak gue karna mungkin ia lagi pecandaan sama daddynya. Nah dari sana lah kita bicara bicara lalu Queen ajakin makan malam sama sebagai bentuk permintaan maaf dia, gue sempat tolak sih, lo mikir deh gimana gue nggak nolak gitu daddy nya si Queen dah pelototin gue seakan akan mau makan gue jir. Tapi si Queen nggak nyerah untuk ajakin makan bareng karna gue gak tena yah gue turutinlah.” Ucap Nara


“ ohh, berarti lo kemarin 3 kali ketemu sama daddy nya si Queen yang berakhir lo sama daddy nya si Queen jadi dekat nih ceritanya”


“ ia kita 3 kali ketemu, tapi di bilang dekat juga nggak yah soalnya itu daddy nya si Queen nyebelin bangat jir. Gue bawaan kesal kalau bicara sama dia”


“ gini nih kalau udah jodoh. Bukannya dah di bilang jangan terlalu kesal entar jadi cinta”


“ lo mah”

__ADS_1


“ gimana menurut lo tentang daddy Queen itu. Lo udah di lamar sama Queen dan orangtuanya. Btw siapa sih nama nya daddy nya Queen?”


“ Ansel. Gimana yah, gue bahkan belum kenal jelas siapa itu om Ansel itu. Gimana perilaku dan sifat dia. Gue nggak mau karna faktor kasian gue jadinya menderita dan makan hati.”


__ADS_2