DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 7


__ADS_3

David dan Ansel sudah bersahabat sejak mereka smp. David bukan anak yang terlahir dari keluarga berada, ia bisa bersekolah di sekolah Ansel yang bertarap internasional dan sekolah terfavorit saat smp karena bantuan beasiswa sebab David merupakan siswa yang cerdas sama dengan Ansel. Mulai smp sampai kuliah Ansel dan David juga berada di sekolah yang sama dan kelas yang sama pula.


“ vid, lo gak mau nikah kah?” tanya Ansel tiba tiba memecahkan kesunyian mereka di dalam mobil


“ ya mau lah. Kenapa lo nanya tiba tiba gitu, gue normalnya” ucap David ketus mercampur takut melihat Ansel berpikir sang sahabat mulai menyimpang sebab lama menduda


“ lo kira gue gak normal gitu. Gue bahkan dah punya hasil noh si queen” ucap Ansel memutar bola matanya malas


“ ya kan bisa aja, lo juga gak biasanya. Gak ada hujan gak ada topan lo nanya begituan” ucap David


“ gue penasaran aja sih, umur dah 32 tahun belum nikah nikah, jangan jangan lo gak laku laku” ucap Ansel


“ gak laku pala lo. Kayak lo laris manis aja?” jawab David


“ gue kan beda cerita sama lo. Gue dah pernah nikah bahkan sampai punya queen?” ucap Ansel tak terima


“ lo juga nikahnya karna di jodohin kakek lo kan. Udah gitu cerai juga?” ucap David menahan tawa


“ canda cerai say” tambah David


“ sialan lo, gue potong bonus lo” ucap Ansel yang tak mengerti candaan


“ lo sirius amat sih, gue pecanda bos” ucap David memelas


“ candaan lo garis” ketus Ansel


“ lo gak pernah di tanyain tante sindi apa, tentang kapan nikah?” tanya Ansel lagi


“ ya pasti pernah lah, bahkan sering” jawab David


“ kok lo masih santai aja sih, kalau diteror nyokap lo” tanya Ansel binggung

__ADS_1


“ ya gue harus apa bang bang. Jodoh itu gak bisa di paksa, gue juga punya kriteria kriteria gadis yang bakalan jadi ibu dari anak anak gue. Bukan gue nggak laku, gue bahkan sering play date bareng cewek cewek. Tapi belum nemu yang cocok aja sih. Gue harus selektif untuk milih pasangan gue, gue banyak belajar dari lo juga sih sel. Bukannya gue senang lo pisah sama bini lo, tapi gue lebih waspada sama perempuan yang deketin gue. Gue gak mau hal sama yang terjadi buat lo terulang kembali sama gue.” Jawab David panjang lebar


“ kalau lo gimana?” tanya David kepada Ansel


“ ya gue juga pastinya sepemikiran dengan lo. Tapi beda nya sih gue lebih milih cewek yang bisa nyaman dan bener bener peduli buat queen. Gue nggak mau karna buru buru jadi buat queen akhirnya yang menderita saat tinggal berdua dengan mama barunya nanti.” Ucap Ansel


“ ya lo bener bangat. lo punya queen yang harus lo pikiran juga, bukan hanya diri lo sendiri. Cewek yang mau sama lo pastiin dulu bisa buat queen bahagia dan nyaman. Gambarannya gini nih tuh cewek harus bisa punya cinta 50 % buat lo dan 50 % lagi buat queen, maka saat kalian sudah berumah tangga cinta itu akan penuh 100% dikediaman kalian.” Ucap David panjang lebar


“ ya, sebenarnya gue juga udah punya kandidat yang bakal gue dekati, dia adalah satu satunya perempuan yang bisa membuat queen nyaman dan bahagia” ucap Ansel


“ lo dah punya pacar? Kok nggak pernah cerita” ucap David


“ ku kira kedekatan kita spesial sel” ucap David mensedihkan raut wajahnya


“ najis anying. Gue baru kenalan semalam bahkan” ucap Ansel


“ semalam? Dan dia langsung bisa akhrap sama queen?” tanya David memastikan


“ ya” singkat Ansel


“ masalahnya, tuh cewek hanya dekat sama queen sedangkan sama gue tuh cewek banyakan ngomel” cerita Ansel


“ haha, anjir. Baru kali ini ada yang berani ngomelin lo. Udah paling cocok lah dia sama kau bang” ucap David sedikit tertawa


“ entahlah gue juga bingung” ucap Ansel


“ gas aja lah. Entar di pepet orang deluan loh” peringat David


“ gue bingung” ucap Ansel jujur


“ anying kayak gadis perawan aja lo” ketus David tak habis pikir

__ADS_1


“ makanya hidup itu jangan serius serius mulu. Hidup hanya sekali, enjoy aja sih. Lo punya banyak uang sama harta. Beliin bunga entah coklat entah boneka kek, ajakin ngedate atau apalah. Baru lo punya waktu bicara sama tuh gadis. Jangan langsung lo ajak nikah bang bang, dia kan bisa kaget entar” ucap David panjang lebar lalu memarkirkan mobil mereka di parkiran khusus petinggi perusahaan.


“ ya, nanti gue pikirin lagi” ucap Ansel sembari membuka pintu mobil


“ ingat jangan kelamaan mikirnya” ucap David lalu mulai berjalan di belakang Ansel memasuki lobi perusahaan


“ pagi pak Ansel, pak David” sapa karyawan kantor yang menunggu sang bos dan asistennya dengan membungkungkan sedikit tubuh mereka


“ emm” gumaman Ansel dan David terdengar menjawab sapaan para karyawan yang lain dengan David yang menundukkan sedikit kepalanya


“ gila pak Ansel. Makin berumur makin maco” ungkap salah satu karyawan perempuan pada temannya


“ bener. Aura hot daddy nya kepancar bangat. asisten David juga gak kalah tampan dan maco” ucap temannya yang lain


“ bener bangat. gue siap lahir dan batin bila jadi istri bahkan simpanan salah satunya” ucap karyawan yang berada di situ juga


“ ehh kita nya yang siap lahir batin, bos dan asisten David mah nolak mentah mentah sama remasan renggining seperti kita mah” ucap yang karyawan yang pertama tadi langsung sadar diri


“ lo mah. Ngehayal dikit mah nggak papa, baru semangat kerjanya” ucap yang tadi diangguki semua orang


“ nanti lagi ngehayalnya, sekarang sudah waktunya mulai bekerja” ucap salah satu karyawan laki laki yang menjabat sebagai menejer di perusahaan membubarkan para penggosip di pagi hari


“ baik pak” ucap para penggosip itu langsung ngicir menuju lift khusus karyawan


***


“ dir, apa saja jadwal saya hari ini?” tanya Ansel dengan formal


Ia dan dirga memang sangat dekat bahkan mereka sudah seperti saudara kandung bila di luar kantor. Namun dirga meminta kepada Ansel untuk bersikap formal pada nya saat sedang bekerja. Ia tak sedikit pun memanfaatkan kedekatan antaranya dengan petinggi perusahaan itu.


“ tidak banyak tuan. Anda hanya perlu menandatangani beberapa berkas, meeting pada jam 10 dengan bagian keuangan, dan meeting pada jam 3 sore dengan perusahaan ND untuk membahas mengenai pembangunan hotel kita yang berada di bali” terang David sambil menyebutkan jadwal sang bos yang sudah ia tulis di tablet miliknya

__ADS_1


“ baik, kamu bisa keluar” ucap Ansel


“ kalau begitu, saya permisi tuan” ucap David undur diri, lalu keluar dari ruangan Ansel menuju ruangannya yang berada di lantai yang sama dengan dengan Ansel. Di lantai tertinggi perusahaan milik Ansel hanya memiliki 3 ruangan yaitu ruangan CEO ya itu ruangan Ansel, lalu ruangan sekretaris yang berada tepat di samping ruangan CEO dan ruangan asisten yaitu milik David.


__ADS_2