DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 33


__ADS_3

“ mama.., mama” panggil Lea heboh sesampainya dia di rumah


“ ma..” panggilnya lagi


“ ia, kenapa sih sayang. Kamu teriak keras bangat kamu kira ini hutan” ucap Davira kesal


“ ia sayang, nggak baik juga teriak teriak kamu anak gadis kok gitu” tambah Keenan


“ mama sama papa nanti aja dulu marahnya. Sini dengarin Lea cerita dulu” ucap Lea menarik tangan Keenan dan Davira menuju sofa


“ tadi aku ketemu dengan Nara?” ucap Lea to the point setelah mereka mendaratkan bokong mereka di sofa empuk


“ haa, Nara? Nara siapa?” tanya Davira


“ Nara siapa lagi sih ma kalau bukan queenza Nara” ucap Lea sedikit kesal


“ sepupu kamu itu?” tanya Keenan memastikan


“ emm” jawab Lea


“ ahh, palingan kamu salah lihat kali sayang” ucap Vira mencoba menyangkal


“ salah lihat gimana aku bahkan sempat terlibat percakapan dengannya” jawab Lea cepat


“ kamu ketemunya sama dia dimana?” tanya Keenan


“ di salon keluarga wijaya pa. Yang cukup mengejutkan dia bahkan tak takut padaku dan sepertinya kehidupannya cukup baik di luar sana” ucap Lea menggebu


“ kenapa bisa kamu simpulkan kehidupannya cukup baik sayang?” ucap Vira menatap sang putri

__ADS_1


“ kalau kehidupannya tidak cukup baik dia mana bisa masuk kedalam salon itu ma, orang itu salon terbesar di kota yang orang orang juga tau berapa harga bila singgah ke sana” ucap Lea


“ kan bisa saja dia bekerja di sana sayang” ucap Keenan


“ benar tuh kata papa, dia manalah punya uang untuk perawatan mama malah ngiranya dia udah jadi gelandangan” ucap Vira sembari tertawa


“ dia pasti nggak kerja di sana ma, gaun yang Nara gunakan bahkan gaun dari brend ternama yang keluaran terbaru” ucap Lea membantah


“ haa, itu pasti kw nya sayang” ucap Vira sambil melambaikan tangannya membantah ucapan Lea


“ aku bisa membedakannya ma” kesal Lea yang tak di percayai


“ apa dia jual diri?” tanya Lea menaikkan salah satu alisnya


“ terserah dia saja sih sayang. Asal dia nggak ganggu kehidupan kita, kita tak ada urusan dengannya” ucap Keenan masa bodoh


“ benar tuh kata papa, bodo amat tentang kehidupannya” balas Vira


“ kalau sampai itu benar papa nggak akan pernah terima” ucap Keenan kesal


“ benar itu, semua harta milik ommu wira sudah seharusnya menjadi milik kita bukan untuk anak bau kencur itu” ucap Vira menambahi dengan raut kesalnya


“ papa akan cari tahu itu, kalau benar itu terjadi papa pastikan anak bau kencur itu akan merasakan hal yang sama seperti 6 tahun yang lalu” ucap Keenan menyeringai


“ emm, biar dia gak congkak jadi orang” ucap Lea senang


***


“ uff bosan bangat” ucap Nara menghela nafas berat

__ADS_1


Semalam ia terakhir kali bekerja, dan dia sekarang sudah sepenuhnya resend dari tempatnya bekerja atas permintaan Ansel. Karna merasa bosan Nara pun akhirnya berseluncur ke sosial media, melihat postingan postingan manusia cukup mengusir kebosanannya.


Saat sedang asik asingnya melihati postingan orang orang tanpa Nara sangka postingan Lea yang sedang bersama teman temannya di salon kemarin melintas dari beranda Nara, yang mana membuat Nara mengingat kembali pertemuan mereka kemarin sore di depan salon mama Anita yang mana saat itu Nara ingin masuk sebab mama Anita memintanya untuk perawatan bersama. Dan dress yang di pakai oleh Nara pada saat itu memanglah dress keluaran terbaru dari salah satu brend terkenal yang dibelikan Ansel untuknya saat mereka jalan jalan.


“ dia songong bangat. hidup dari makan harta orang aja tinggih hati” kesal Nara “ bagaimana bisa papa memiliki kerabat seperti mereka” tambah Nara sembari melihat foto keluarga mereka di samping tempat tidurnya, ia seakan akan sedang berbicara pada ayahnya itu


“ bersenang senanglah bicth, aku memang masih bungkap sampai detik ini akan semua tingkah laku kalian. Tapi akan ku pastikan kalian akan membayar mahal akan semua kelakuan keji kalian terhadapku di masa lalu” ucap Nara menatap tajam foto Lea yang tersenyum lebar “ aku akan datang untuk mengambil hak milikku yang kalian rebut paksa dariku 6 tahun lalu. Tunggu waktu itu tiba karna hal itu tidak akan lama lagi” ucap Nara menyeringai


Orang orang memang mengatakan jangan menyimpan dendam di hati tapi bukankah sangat tidak adil saat dimana kita diinjak injak dibuat terluka lahir batin tapi hanya di balas dengan kata maaf, itu sangat sangat tidak adil.


Waktu cepat sekali berjalan, waktu demi waktu, hari demi hari, dan tak terasa besok sudah merupakan hari H pernikahaan Nara dan Ansel. Naya sudah menginap di kediaman Nara sejak seminggu yang lalu untuk menemani calon pengantin perempuan itu. Sedangkan nenek dan keluarga paman Naya akan datang saat pernikahaan Nara saja sebab nenek harumi juga sudah tinggal bersama dengan paman Naya di luar kota. Mama Anita dan queen juga sering menginap dan singgah ke rumah Nara untuk menemani Nara agar Nara tidak merasa kesepian sedangkan Ansel sudah tak di perbolehkan lagi bertemu dengan Nara sebelum pernikahaan mereka berlangsung sejak beberapa hari yang lalu, hingga membuat kedua calon mempelai itu hanya dapat saling menanya kabar hanya melalui hp saja.


“ lo tidur anjir, lo akan dibangunin jam setengah empat pagi Nara” kesal Naya pada Nara yang tak kunjung kunjung tertidur, sekarang ia dan Nara sudah berada di salah satu hotel ternama di kota itu yang dimana pemberkatan dan proses resepsi pernikahaan Nara dan Ansel akan di selenggarakan di sana juga.


“ gak bisa ketidur Naya. Gue nervers tau” ucap Nara mengguling gulingkan tubuhnya di samping Naya


“ nervers pala kau, tidur gak. Ini udah jam setengah 12 malam Nara, nggak lucu tau pengantin datang kealtar pernikahaannya dengan mata panda jir” omel Naya yang geregetan


“ bobo jangan ngebantah, sini gue puk puk” ucap Naya lalu menarik tubuh Nara mendekat padanya lalu memukuli bokong Nara dengan lembut


“ anjir, lo kira gue bayi. Sialan lo” ucap Nara mendorong tubuh Naya lalu tersenyum sedangkan Naya sudah tertawa kecil


“ kan baru lo tidur, anak bayi aja suka di tepukin pantatnya masa loh nggak mau” kata Naya terkekeh


“ karna gue bukan anak bayi atau bocah” kesal Nara menapok tangan Naya


“ bodo amatlah, tidur yuk nar, tidur” ucap Naya frustasi


“ oke oke gue tidur” ucap Nara, Naya pun menyalakan musik penghantar tidur agar Nara cepat terlelap. Naya benar benar menunggu Nara hingga Nara masuk ke dalam alam mimpi hingga saat Nara benar benar terlelap barulah Naya ikut mengistirahatkan tubuhnya.

__ADS_1


Mereka berdua sangat nyenyak dalam tidurnya hingga membuat Nara dan Naya lupa waktu hingga suara ketukan pintu pun mereka tidak dengarkan. Hingga untuk ketukan yang kesediakan kalinya akhirnya dapat membangunkan Naya, Naya yang mendengarkan ketukan pintu yang tak berhenti akhirnya bangkit lalu menuju pintu saat pintu terbuka Naya yang sebelumnya belum sepenuhnya sadar akhirnya terbelalak karena mendapatkan banyak orang yang berdiri di depan kamar mereka.


__ADS_2