DUDA DINGINKU

DUDA DINGINKU
eps 32


__ADS_3

“ pagi ma, pa” sapa seorang gadis cantik saat setelah sampai di ruang makan


“ pagi sayang” jawab kedua orangtuanya serentak


“ ma, pa selesai kuliah Lea mau ke salon yah” ucap gadis itu yang ternyata bernama Lea atau yang bernama lengkap Azalea drenda aditama sosok gadis yang merupakan sepupu dari Nara.


“ terserah kamu sayang, bersenang senanglah. Kalau uang kamu tidak cukup bilang pada papa agar nanti papa tranfer” ucap Keenan papa dari Lea dan sekaligus paman Nara


“ makasih papa sayang. Papa memang yang terbaik” ucap Lea sambil berjalan mendekati sang papa dan menghadiahi sebuah kecupan sayang dipipi sang papa


Cup..


“ emm, hanya papa yah yang disayang mama nya nggak nih?” ucap Davira ngambek


“ hehe, nggak dong Lea juga sayang mama pastinya” ucap Lea berjalan ke sang mama lalu memberikan pelukan hangatnya dan tak lupa menghadiahkan kecupan sayang di pipi sang mama

__ADS_1


Cup..


“ sekarang kita makan, entar papa telat ke kantor dan kamu telat ke kampus” ucap Davira


Setelah mendengarkan ratu mereka, Lea dan Keenan langsung duduk tenang ke kursinya masing masing. Mereka pun mulai makan dengan hikmat, tak ada satu pun yang mengeluarkan suara hingga hanya centingan sendok dan garpulah yang terdengar.


Selesai makan Lea dan Keenan pun pamit kepada Davira. Mereka pergi ketujuan mereka masing masing dengan menggunakan mobil mereka masing masing. Lea sudah memiliki mobil pribadi sejak dia masih di bangku SMA kelas 3, hingga kemana pun Lea pergi ia tak memerlukan jasa angkutan umum atau pun supir karena dia sudah bisa mengemudi.


Sesampainya di kampus Lea langsung menuju ruang kelas nya hari ini ia hanya memiliki 2 mata kuliah saja. Sesampainya di kelas Lea bertemu dengan teman teman dekatnya, mereka mengobrol sebentar hingga dosen masuk ke kelas dan mereka akhirnya fokus kepada materi yang di paparkan oleh dosen yang mengajar. Selesai kuliah Lea dan teman temannya pergi ke restoran yang berada di sekitar kampus mereka setelahnya barulah mereka pergi ke salon untuk mempercantik diri.


Lea pun melakukan transaksi pembayaran menggunakan debitnya bigitu pun dengan teman temannya yang lain harga 15 juta untuk sekali perawatan bukanlah untuk pertama kalinya bagi Lea hingga membuatnya tidak terkejut lagi akan nominal yang di sebutkan oleh represionis salon itu. Lea sudah sering melakukannya dan selalu puas akan hasilnya. Salon ini merupakan salon langganan Lea, salon terbesar di kota mereka dan salah satu usaha dari keluarga wijaya yang tak lain salon milik dari mama anita sendiri.


Saat akan keluar dari salon itu Lea terkejut akan kemunculan Nara yang tanpak ingin masuk ke dalam salon. Ini merupakan pertemuan pertama mereka setelah terakhir saat keluarga mereka mendepak paksa Nara dari rumah penuh kenangan yang seharusnya milik Nara.


“ Nara..” gumam Lea menatap lurus pada sepupunya itu yang tanpak tumbuh semakin cantik dan wajah yang perpaduan antara mendiang paman dan tantenya. Nara juga tanpaknya terkejut menatap Lea ia juga tanpaknya tidak menyangka nyangka akan bertemu kembali dengan sepupunya itu.

__ADS_1


“ lama nggak bertemu gue kira lo udah jadi gelandangan” sinis Lea setelah berhasil mengendalikan dirinya


“ lo bisa lihat sendiri, hidup gue bahkan jauh lebih baik.” Ucap Nara menatap tajam Lea yang sangat angkuh “ setidaknya gue juga jauh lebih baik dari pada hidup lo dan keluarga lo karena hanya bisa memakan uang dan harta orang lain yang tak seharusnya di pakai oleh kalian” sarkas Nara menambahi dengan menarik salah satu bibirnya


“ lo” geram Lea


“ haha, jangan marah marah sayang” ucap Nara tertawa lalu menepuk salah satu bahu Lea setelahnya meninggalkan Lea dalam keadaan yang hampir meledak memasuki salon mama anita


“ dia..” ucap Lea menatap kepergian Nara


“ le, kenapa sih? Dia siapa?” tanya bella salah satu teman Lea


“ bukan siapa siapa.” Jawab Lea cepat


“ gue pulang deluan, bye sampai ketemu besok” ucap Lea langsung meninggalkan ketiga sahabatnya tanpa mendengarkan jawaban dari ketiga sahabatnya itu

__ADS_1


__ADS_2