
“ nar, pulang kerja gemall yuk. Mumpung lagi gajian” ajak Naya pada sang sahabat
“ emm, gas kan lah. Bonus gue juga lumayan” ucap Nara
“ ia lo bener bangat, bonus gue juga lumayan tau. Gue mau beli baju yang udah lama gue incar tau” ucap Naya antusias
“ ya udah yuk lah. Kita berangkatnya jam berapa?” tanya Nara
“ jam 4 ajah kita langsung ketemuan di mall xx” ucap Nara, sebab arah rumah keduanya berbeda arah
“ oklah, ya udah gue pulang dulu. Mandi sama dandan dikit. Bye, sampai ketemu nanti ucap Nara
“ ya bye. Hati hati beb” ucap Naya
“ you too” jawab Nara mulai menjalankan sepeda motornya mengambil arah yang berbeda dengan Naya yang juga membawa sepeda motornya menuju kediamannya
Restoran tempat Nara dan Naya bekerja membuat jam kerja menjadi 2 bagian yaitu staf pagi dan staf siang. Nara dan Naya bekerja di staf pagi yaitu mulai jam 7 pagi sampai jam setengah 3 sore. Dengan gaji 4 juta perbulan di tambah bonus setiap bulannya membuat para karyawan merasa senang dan semakin semangat untuk bekerja.
Sesampainya di rumah, Nara langsung saja mandi dan berpakaian. Ia menggunakan celana jeans berwarna hitam di tambah tantop hitam dilengkapi kemeja yang tidak ia kancingkan. Setelah berdandan sedikit Nara memakasi tasnya, Nara langsung menuju ke mall tempat mereka janjian.
“ nar..” panggil Naya sambil melambaikan tangannya
“ lo dah lama?” tanya Nara
“ enggak, baru bangat sampai kok” jawab Naya.
Mereka pun mulai masuk menyelusuri mall itu, berbelanja hal hal yang mereka inginkan tak lupa mereka bermain play zone sebentar untuk merilekskan otak mereka yang sudah bekerja keras selama sebulan ini. Pakaian Naya dan Nara tak berbeda jauh jika sedang asik bermain mereka tampak seperti anak kembar beda rahim saja, di sana mereka berdua tertawa bahagia dan menjahili satu sama lain.
__ADS_1
“ udah yuk, saldo kita juga dah habis” ucap Naya
“ rasanya baru bentar bangat loh” ucap Nara
“ ini pasti gara gara tuh permain penipuan itu” gerutu Nara kesal pada permainan jepit boneka yang hanya 1 yang mereka dapatkan. Itu pun Naya lah yang mendapatkannya. Boneka berukuran sedang yang cantik, yang diberikan Naya padanya.
“ haha, kita aja yang memang gak jago mainnya. Dah tau gak bisa main malah kita lebih banyak mainin itu lagi” ucap Naya sembari menggandeng Nara keluar dari arah play zone
“ permainannya gimana gitu anjir, gue malah greget sendiri sama japitannya” ucap Nara
“ bener bangat. tapi setidaknya kita dapat satu nih. Kalau lo liat nih boneka lo kan bisa langsung ingat momen tadi kita main sama sama” ucap Naya
“ emm, tapi kalau di pikir pikir kalau tadi kita buat semua uang kita main game pasti kita dah dapat boneka yang gede malahan” ucap Nara sedikit terkikik
“ bener bangat. tapi kita kan dapat keseruan yang nggak akan kita dapat kalau hanya beli boneka aja.” Ucap Naya
“ okay, kita kan sahabat gue akan selalu ada bila lo minta. Jangan pernah segan sama gue” ucap Naya ia tau terkadang Nara merasa segan minta tolong atau meminta sesuatu darinya
“ gue senang bangat bisa sahabat sama lo nay. Kita begini terusnya sampai tua, jangan berubah jadi asing” pinta Nara sembari melihat genggaman tangan mereka
“ pasti.” Tegas Naya
Bagi Nara, Naya bukan lagi hanya sebatas sahabat baginya. Naya sudah seperti sosok kakak untuknya. Saat ia sakit Naya lah yang akan datang kerumahnya untuk merawatnya, saat ia di bully di awal masuk SMA Naya lah sosok yang berdiri paling depan membelanya dan menghajar anak anak yang mengejekinya. Naya terlahir dari keluarga broken home, papi dan mami Naya sudah memiliki keluarga masing masing. Mami dan papi Naya juga merupakan orang yang cukup berada, mereka juga tetap menerasfer uang untuk Naya. Tapi Naya memilih kerja sendiri, dan memakai uang dari jerih panyahnya sendiri. Naya tinggal bersama nenek nya dan seorang sepupu yang merupakan anak yang memiliki ke spesialan. Jadi sebelum bekerja Naya terlebih dahulu mengurus sang nenek yang sudah tak bisa berjalan dengan gesit lagi karena faktor umur dan mengurus adek sepupunya yang memiliki kelainan pada otaknya yang membuat sang adek sepupu masih bersikap kanak kanak di umurnya yang sudah hampir 16 tahun.
“ kok malah mensedih sih say. Yuk makan, gue dah lapar sekalian baru gue bungkusin sama nenek dan ani. Ani pasti seneng apa lagi dia doyan bangat sama ayam kfc.” Ucap Naya mengingat adek sepupunya
“ yuk, gue juga dah lapar” ucap Nara
__ADS_1
Mereka pun menuju restoran KFC yang ada di mall. Mereka memesan dan tak lupa Naya juga memesan untuk di bawa kerumah nanti. Tak butuh lama pesanan mereka sampai dan mereka mulai menikmati enaknya ayam kremes itu dengan lahap. Saat asik makan tiba tiba saja suara yang cukup di kenal oleh Nara menyapa mereka.
“ mama..” panggil Queen yang juga ada di situ. Ia bersama oma dan opanya baru saja selesai makan
“ ehh Queen” jawab Nara ramah sedangkan Naya mengerutkan alisnya mendengarkan panggilan anak kecil itu pada sang sahabat
“ sejak kapan lo punya anak nar?” tanya absur Naya
“ ngaco lo, dia bukan anak gue, tapi dia emang panggil gue mama aja” ucap Nara
“ mama lagi makannya?” tanya Queen melihat meja Nara dan Naya yang masih ada menu yang belum di makan
“ ehh ia sayang. Duduk tan, om” ucap Nara mempersilahkan mama Anita dan papa Juno untuk duduk. Naya tadi sudah mengambilkan kursi tambahan dari meja yang berada di samping mereka
“ ia terima kasih, maaf merepotkan kalian berdua nona” ucap papa Juno
“ is okay om” jawab Naya sedangkan Nara tanpak berbincang ringan dengan Queen
“ sebelumnya boleh kami tau nama kedua nona?” tanya mama Anita
“ nggak usah panggil nona tan. Kenalin saya Queenza Nara aditama, biasa di panggil Nara” ucap Nara dengan sopan
“ saya Naya adelia saputri, biasa di paggil Naya” ucap Naya yang juga ikut memperkenalkan diri
“ nama panggilan kalian hampir sama. Seperti saudara kembar, kalian pun memiliki rupa yang sama sama cantik” puji mama Anita
“ terimakasih tante” jawab Nara dan Naya kikuk
__ADS_1