Dunia Aisyah

Dunia Aisyah
Gairah Dadakan


__ADS_3

Aisyah menatap sang kakak, dan menghembuskan napas lelah. Tanpa berkata apa-apa, gadis itu segera berlalu dari hadapan sepasang kekasih tersebut, dan tak lama kembali lagi membawa segelas teh.


Pada saat yang bersamaan, ketika Aisyah hendak meletakkan gelas berisi teh, tanpa disengaja Aisyah melihat kakaknya sedang berciuman mesra dengan wanita di sebelahnya.


Praaang ....!


Gelas yang dipegang Aisyah terjatuh, dan sontak saja kedua insan yang sedang bercinta itu pun terkesiap. Mereka menghentikan aktifitas mesumnya.


"Aisyah! Apa-apaan sih kamu? Ganggu aja, disuruh buat minum malah mecahin gelas. Bener-bener gak pernah becus kamu kalo disuruh apa-apa!" hardik Zaenal merasa kesal dengan adiknya itu.


Saking memuncaknya emosi Zaenal, membuat warna kulit pada wajahnya menjadi merah padam. Garis rahangnya yang tegas pun tampak semakin mengetat.


Asiyah menurunkan pandangannya. "Kak, maaf bukannya aku sok ngatur. Tapi tolong kalau pacaran jangan di rumah, nggak enak kalo sampe tetangga tau. Cari aja tempat lain."


"Hei, kamu ini jangan sok-sok an ngatur ya, udah cepet buatin minum lagi, terus pergilah dari hadapan ku!" geram Zaenal.


Vina yang menyaksikan perdebatan antara kakak beradik itu, pun hanya diam.


Sementara Aisyah membersihkan pecahan gelas, dan mengepel lantai yang basah, kemudian membuatkan minum lagi untuk Zaenal.


Setelah itu Aisyah membawa minuman ke depan, namun ketika mendekati ruang tamu, Aisyah berjalan mengendap-endap. Sampai di balik tembok, Aisyah mengintai kakaknya dan Vina.


Betapa terkejutnya Aisyah, kala dirinya kembali mendapati kakaknya berciuman dengan Vina. Namun kali ini lebih parah, tangan Zaenal merogoh kedua bukit kembar milik Vina, lalu meremasnya.


"Ah ...."


Terdengar lenguhan samar dari mulut Vina. Tubuh wanita itu menggeliat merasakan sensasi nikmat yang diberikan oleh Zaenal.


Entah mengapa, bagai tersengat aliran listrik tegangan tinggi, adrenalin Aisyah pun ikut bermain. Dia merasakan panas pada area sensitifnya.


'kenapa ini? Kenapa aku ikut merasakan nikmat,' batin Aisyah.


Gadis itu pun segera meletakkan gelas di pinggiran lantai, dan segera berjalan masuk ke kamarnya, tak lupa mengunci pintu. Aisyah merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia menatap kosong ke arah dinding kamar.


Tiba-tiba, bayangan wajah Hassan melintas begitu saja dalam benak Aisyah. Entah mengapa ada perasaan khusus, setelah gadis itu mengenal pria bernama Hassan.


Awalnya, Aisyah sama sekali tidak tertarik dengan Hassan. Namun, setelah beberapa kali pertemuan, gadis itu kini telah menaruh hati kepada pria tersebut. Aisyah bukan hanya terpikat oleh ketampanan Hassan, namun gadis itu juga mengagumi kepribadian pria tersebut.


Dan ... satu lagi yang Aisyah tidak bisa lupa adalah, sentuhan lembut Hassan yang membuat gadis itu menjadi bergairah, serta kehangatan tubuh pria itu hingga kini masih terasa.


"Om, aku kangen,' batin Aisyah.


Aisyah pun senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah tampan Hassan. Dan, tanpa sadar tangan Aisyah bergerak meraba area sensitifnya. Gadis itu menekan-nekan lembut miliknya, hingga terciptalah gairah nafsu pada tubuh Aisyah. Adrenalinnya kembali bermain ....

__ADS_1


Gadis itu terus menekan area sensitifnya, hingga akhirnya dia merasakan getaran kenikmatan. Dia membayangkan sedang bersetubuh dengan Hassan. Dan ... milik Aisyah kini telah basah.


Oh my God, Aisyah masturbasi!


"Om, aku ingin ...."


Tanpa sadar, bibir Aisyah bergerak mengucapkan kalimat tersebut.


Tubuh Aisyah sudah dikuasai hawa nafsu. Gadis itupun segera meraih ponselnya, dan mengirim pesan kepada Hassan. Dia sudah tidak peduli lagi, dengan ucapan Hassan yang melarangnya menghubungi pria itu terlebih dahulu.


"Om, kita ketemu sekarang, aku tunggu di tempat kemarin! Kalau Om tidak bisa kesini sekarang, aku akan cari rumah Om sampai ketemu."


Begitulah isi pesan dari Aisyah sedikit mengancam.


****


Sedangkan di tempat lain, Hassan sedang duduk di teras depan rumah, sambil menikmati segelas jus mangga buatan Hanum istrinya. Wanita itu meminta kepada tetangga sebelah.


Dan saat itu, Hanum sedang mandi ....


Tiba-tiba, Hassan merasakan getaran lembut pada pahanya Dia pun merabanya. Ternyata benda pipih yang berada di dalam saku celananya bergetar. Hassan segera mengeluarkan ponselnya, dia mendapat satu pesan.


'Aisyah? Ada apa dia? Sudah kubilang, jangan menghubungiku sebelum aku menghubungi dia, masih saja nekat, huft,' gerutu Hassan seraya membuka pesan tersebut.


Hassan pun segera menghabiskan jus mangganya, kemudian dia masuk ke dalam. Bertepatan dengan itu, Hanum keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut tubuh padatnya.


"Mamah sudah mandi?" tanya Hassan berbasa-basi.


"Sudah dong, Pah. Ya sudah, aku ke kamar dulu pakai baju," sahut Hanum.


"Eh, Mah. Aku keluar sebentar ya, tadi klien ku telpon. Kita mau membahas proyek bulan depan." Hassan terpaksa berbohong, supaya dirinya bisa pergi.


"Oh, baiklah, Pah. Hati-hati, ya, pulangnya beliin sate kelinci ya," kata Hanum tanpa merasa curiga sedikitpun.


"Oke, Mah, nanti kalau tidak kemalaman, aku mampir beli sate yang kamu minta," kata Hassan dengan mata berbinar.


Hanum mengangguk kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Hassan pun melajukan mobilnya, hingga tiba di tempat kemarin, di mana dirinya dan Aisyah bertemu.


Kemudian Hassan mengirim pesan kepada Aisyah, memberitahu bahwa dirinya telah sampai di tempat kemarin.


Sementara Aisyah pun keluar dari kamarnya, dia melihat Zaenal dan Vina sudah selesai bermesraan. Aisyah pun berjalan tanpa menyapa mereka berdua.

__ADS_1


"Heh! Mau kemana kamu?" tegur Zaenal.


"Katanya suruh pergi dari hadapan Kakak," jawab Aisyah simpel.


"Mana minuman buatku?" tagih Zaenal.


"Itu di balik tembok aku taru di lantai, ambil sendiri." Aisyah segera berlari kecil meninggalkan kakaknya.


"Dasar ...." Zaenal menggerutu ketika Aisyah sudah jauh.


****


Tak lama, Aisyah datang menghampiri Hassan.


"Kamu ini, apa-apaan, Syah?" tanya Hassan menatap tajam ke arah Aisyah.


Aisyah menatap tajam kepada Hassan, sambil tersenyum menggoda ....


"Mas, aku kangen sekali, aku ingin kita bercinta." Aisyah berbisik lembut di telinga Hassan, seraya tangannya meraba dan mengusap dada bidang milik pria tersebut.


Deg!


Jantung Hassan berdebar kencang, iramanya tak beraturan lagi.


"Syah, kenapa kamu jadi berubah begini? Dan lagi, kamu sekarang panggil aku Mas? Hem ... kamu sungguh menggairahkan hari ini," ujar Hassan yang juga berbisik.


"Mas, puaskan aku," bisik Aisyah lagi.


Hassan gelagapan, mendengar permintaan Aisyah. "Ya sudah, a-ayo masuk."


Aisyah pun segera masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju perlahan.


Kini mereka berdua sudah berada di kamar hotel. Aisyah segera menggoda pria di hadapannya.


Mendadak pusaka Hassan menegang. Dia segera mendekatkan wajahnya, pada wajah Aisyah. Tak menyiakan kesempatan, Hassan segera memagut bibir Aisyah yang ranum.


Rasanya sangat manis dan kenyal!


Aisyah membalas pagutan Hassan. Gadis itu mengeluarkan lidahnya, menelusuri rongga mulut Hassan. Membuat Hassan semakin gila dibuatnya.


Keduanya tak tahan lagi ingin menuju surga dunia, Hassan segera melepaskan pagutan bibirnya.


"Mas, kenapa berhenti?" tanya Aisyah merasa heran.

__ADS_1


__ADS_2