
πππ
Theo dan Rafael memasuki lapangan olahraga. Sebenarnya tempat ini tidak cocok di sebut tempat olahraga karena desainnya lebih mirip coloseum.
Semua murid angkatan Theo berbaris di barisan kelasnya masing-masing, mereka tampak tertib ketika ketua kelas mengomandai mereka.
"Ini sedikit aneh. Kenapa kelas olahraga di gabung dengan kelas lainnya?" gumam Theo sambil melihat lima barisan kelas angkatannya.
Setiap angkatan memiliki 6 kelas dan setiap kelas berisi 25 murid.
Rafael menoleh ke samping, "Bukankah sudah jelas? Bulan depan akan ada pemilihan calon peserta pertandingan untuk mewakilkan akademi kita" jawab Rafael.
Theo menoleh mendapati Rafael yang memasang raut bingung padanya.
"Aku tidak tau tentang ini. Mulai sekarang jika kamu mendapat info, beritahu aku"
"Baiklah, Rivalku!"
Mereka pun berbaris di barisan kelas mereka.
Seorang pria berusia 40-an datang dengan memakai pakaian kesatria. Dia memimpin semua murid melakukan pemanasan dan di akhiri dengan lari mengitari ring sebanyak 5 kali.
Setelah melakukan pemanasan, semua murid kembali berbaris seperti seperti semula.
"Baiklah murid-murid ... Hari ini kita akan melakukan Royal Battle.
Babak pertama penyisihan. Setiap kelas akan bertarung dan menyisakan 5 orang di atas ring.
Babak kedua kualifikasi.
5 orang perwakilan kelas akan melawan kelas lainnya.
Babak ketiga semi-final.
7 orang tersisa akan masuk ke final dengan catatan salah satu peserta bertarung 2 kali.
__ADS_1
Babak terakhir adalah Final.
3 orang tersisa memperebutkan juara 1.
Apa ada yang tidak jelas?"
Master Mattews memperharhatikan muridnya yang diam tanda mengerti dan dia mengangguk puas.
"Saya akan menyebutkan peraturannya, dengarkan baik-baik.
Dilarang membunuh
Dilarang merusak meridian
Dilarang menyerang lawan yang sudah menyerah.
Dilarang menggunakan senjata kelas A, S dan pusaka.
Apa kalian mengerti?"
"Mengerti!" jawab mereka serempak.
"Babak pertama dimulai dengan kelas 1-3!"
Semua murid kelas 1-3 masuk ke dalam ring lalu Master Mattews memasang array/pelindung agar penonton tidak mendapat dampak dari pertarungan.
Sedangkan kelas yang tersisa duduk di lantai sambil memperhatikan pertarungan.
15 menit berlalu.
Pertarungan di atas ring begitu sengit. Berbagai macam sihir saling bertabrakan membuat gelombang kejut yang dahsyat.
__ADS_1
Level rata-rata semua murid adalah level 5. Murid di bawah level 5 mengalami kesulitan ketika menerima serangan lawan hingga membuatnya terlempar keluar ring atau pingsan penuh luka.
Melihat pertarungan yang begitu sengit. Diam-diam Rafael mengepalkan tangan. Dia menyunggingkan senyum penuh semangat kemudian Rafael menatap Theo yang duduk di sampingnya dengan tatapan kompetitif.
Theo yang merasa risih pun menoleh, "Ada apa? Apa kamu berniat melawan ku nanti?"
Rafael menggeleng ringan, "Iya. Tapi aku ingin bertarung dengan mu di final. Jadi aku akan mengalahkan mereka semua lalu mengalahkan mu!"
Theo tertegun sejenak mendengar ucapan Rafael.
'Dia sangat jujur!' kata Theo dalam hati.
Theo tersenyum provokatif pada Rafael, "Kalahkan saja jika kamu bisa!" katanya tengil.
Rafael semakin melebarkan senyum hingga giginya tercetak rapi di sana ketika mendapat tantangan dari Rival nya.
Jantungnya berdegub kencang tidak sabar menunggu momen ketika dirinya dan Theo bertarung 1 lawan 1 di atas ring.
Beberapa menit kemudian, tersisa 5 orang di atas ring. Setelah itu Master Mattews memanggil kelas berikutnya.
"Selanjutnya kelas 1-5"
"Berikutnya kelas 1-2"
"Kelas berikutnya kelas 1-4"
"Di lanjut dengan kelas 1-6"
Bersambung...
VOTE!
πππ
LIKE!
__ADS_1