Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 12 ~ Belum Saatnya


__ADS_3

πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Tiga hari berlalu semenjak pelajaran olahraga 'Royal Battle'. Pada akhirnya Theo keluar sebagai juara pertama.


Pemilihan sebagai perwakilan akademi pada acara besar 'Viceroy', dilakukan oleh semua tingkat akademi dari tingkat 1 hingga tingkat 3.


Kebanyakan yang mengikuti acara 'Viceroy' adalah tingkat 3 karena memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak dari tingkat 1 & 2 juga mempelajari sihir secara mendalam.


Tapi bukan berarti tidak ada tingkat 1 & 2 yang mengikuti acara tersebut. Hanya saja sangat jarang akademi mengeluarkan tingkat 1 & 2 dalam pertandingan, jika ada, itu berarti kekuatan yang dimiliki tingkat 1 & 2 tidak bisa di remehkan.


Viceroy adalah sebuah nama pertandingan besar seluruh akademi di dunia otomegame ini.


Murid yang mengikuti pertandingan tersebut memperebutkan gelar 'Raja Muda' yang berarti kekuatannya melebihi semua murid akademi.


Mendapat gelar 'Raja Muda' berarti terkenal di dunia ini.


'Kira-kira seperti itulah penjelasannya.'


Sekarang Theo sedang berjalan masuk ke dalam hutan.


Theo nampak tak acuh dengan acara Viceroy. Sebenarnya ia enggan bersungguh-sungguh mendapat satu kursi agar bisa menjadi salah satu perwakilan akademi.


Namun, dua hari yang lalu, Mister Cedrik mengancamnya.


*Flashback


Ruang kerja pribadi Mister Cedrik.


"Sepertinya kamu tidak tertarik mengikuti acara Viceroy?"


"Mau bagaimana lagi? Aku sangat malas mengikuti acara itu, Master." balas Theo sambil terus fokus pada aliran sihir ditangannya.


"Hmm...? Kenapa begitu? Bukankah bagus jika nantinya kamu menjadi terkenal di akademi hanya karena mengikuti acara Viceroy meskipun pada akhirnya kalah?"


"Menjadi terkenal adalah hal yang merepotkan, Master. Lagi pula aku hanya ingin hidup tenang dan damai.

__ADS_1


Tidak mustahil jika nantinya banyak yang ingin menantang ku sebagai 'Raja Muda' dan pada akhirnya kehidupan santai ku sirna"


"Kamu berkata seolah yakin akan memenangkan acara tersebut dan keluar memakai gelar 'Raja Muda'"


Theo hanya mengedikkan bahu acuh dan memperhatikan naga kecil yang terbuat dari petir sedang berputar-putar di telapak tangannya.


"Sayang sekali ... jika kamu tidak mengikuti acara besar itu, aku terpaksa berhenti mengajari mu membuka semua elemen pada ranah jiwa mu" keluh Mister Cedrik dengan raut wajah sedih yang sebenarnya adalah ancaman bagi Theo.


Sudut bibir Theo berkedut, ingin rasanya ia memaki masternya itu!


"Master, apa kamu tega padaku? Bagaimana jika aku mati setelah kelulusan karena ranah jiwa ku yang meledak akibat perebutan sumber daya di ranah jiwa?"


Mister Cedrik mengedikkan bahu acuh.


"Pergilah! Aku tidak mau punya murid pemalas seperti mu" usir Mister Cedrik sambil mengibas-ngibaskan tangannya pada Theo.


"..."


Tidak mendapat jawaban, Mister Cedrik melirik Theo.


"Ada apa?"


"Bukankah sudah jelas? Aku akan mengajari mu membuka semua elemen mu?"


"Bukankah itu hanya penawaran untuk ku mengikuti turnamen meskipun aku kalah?" balas Theo tersenyum licik.


Mister Cedrik tertegun sejenak lalu tersenyum penuh arti, "Lalu kamu ingin hadiah apa dariku bocah?"


"Aku ingin Master mengajari ku membuat potion tingkat mitos!"


"Hahah, jadi kamu mendeskripsikan potion buatan ku sebagai tingkat mitos?!"


"Iya"


"Kamu sangat licik bocah!"

__ADS_1


"Bagaimana Master?"


Mister Cedrik nampak menimang-nimang keputusan.


"Jika kamu sudah mendapatkannya, mau kamu apakan potion itu?"


"Tentu saja menjualnya! Bukankah itu bagus? Aku akan sangat ka-- aduuh!" Theo mengaduh karena sesuatu yang melesat pada keningnya.


"Jika itu niat mu lebih baik lupakan saja." wajah Mister Cedrik berubah serius.


"Potion ini bukan sesuatu yang seharusnya di ketahui oleh manusia di dunia ini.


Kamu adalah orang pertama yang tahu tentang potion ini karena kamu adalah satu-satunya murid ku.


Bahkan jika seseorang yang ku cintai sekarat tepat di hadapan ku, aku tidak akan pernah memberinya potion ini"


Theo langsung berlutut dan menundukkan kepala.


"Maaf atas ketidaktahudirian murid bodoh ini, Master!"


Theo sadar, jika Masternya telah berkata seperti itu. Itu berarti potion tersebut akan menyebabkan dunia bergejolak jika potion tersebut tersebar luas.


Mister Cedrik menghela napas pelan, "Bangun lah. Belum saatnya kamu mempelajarinya. Sebagai gantinya, aku akan mengajari mu membuat potion tingkat sempurna dengan cara sederhana.


Kamu bisa menjualnya sesuka hati, tentu saja dengan berbagi keuntungan dengan ku, ahahhah."


"Murid mengerti, Master!"


*Flashback off


Mengingat hadiah yang ditawarkan, Theo lebih bersemangat dari biasanya.


Meskipun ia tidak bisa mempelajari potion tingkat mitos, setidaknya mempelajari potion tingkat sempurna cukup untuk membuatnya aman dimana pun ia berada dan tidak perlu memikirkan soal uang.


"Akhirnya tiba juga." gumam Theo ketika melihat satu-satunya rumah di tengah hutan.

__ADS_1


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Like!


__ADS_2