Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 11 ~ Naga Petir


__ADS_3

πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Zeraslan tidak puas dengan hasil ini. Meskipun dia termasuk ke dalam 5 orang perwakilan kelas 1-6, tetapi dia merasa belum menunjukkan kehebatannya.


Apalagi ketika terdapat seorang gadis yang tidak melakukan apapun malah masuk ke dalam perwakilan kelas. Sungguh memalukan!


"Kelas 1-1, silahkan masuk ke dalam arena!" kata Mister Mattews.


Semua murid kelas 1-1 pun masuk ke dalam arena.


"Jangan sampai kalah." kata Theo tanpa menoleh.


"Hahah ... kamu tenang aja rival ku. Aku pasti akan melawan mu di final!"


"Mulai!" teriak Mister Mattews.


Mereka pun langsung menyerang satu sama lain mengeluarkan jurus andalan mereka.


Dentingan senjata dan ledakan sihir memenuhi arena.


Ketika mereka sedang sibuk bertarung, Theo malah duduk bersila dekat perbatasan sambil memperhatikan jalannya pertarungan.


'Hmm, aku sangat lelah hari ini. Akan lebih baik jika aku punya senjata otomatis' keluh Theo dalam hati.


5 menit berlalu.


Zeraslan terus memperhatikan Theo di luar arena. Entah kenapa rasanya kesal melihat Theo hanya duduk santai sedangkan teman-temannya sedang bertarung serius.


'Apa-apaan dia itu?!'


"Kenapa tidak ada satu pun yang menyerangnya? Apa mereka semua takut pada Pangeran Theodoric?" gumam Zeraslan.


"Sepertinya bukan itu." kata pemuda berambut coklat dan bermata coklat.


"Hmm...?" Zeraslan melirik pemuda di sampingnya.

__ADS_1


"Sepertinya Pangeran Theodoric menyembunyikan hawa keberadaannya" katanya lagi.


"Maksud mu, dia melakukan hal yang sama seperti Aluna?" tanya Zeraslan.


"Aluna tidak menyembunyikan hawa keberadaannya, kamu saja yang terlalu fokus pada ku"


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Kembali ke pertandingan.


Theo melindungi dirinya dengan array tipis agar tidak terkena sihir nyasar.


'Akan lebih baik jika aku punya hewan peliharaan'


'Tunggu!'


Theo mengeluarkan petir di telapak tangannya. Dia terus fokus agar petir tersebut dapat berbentuk naga.


Duar!


Percikan api tersebut terpental ketika mengenai array Theo.


'Fokus. Fokus. Fokus!'


Petir di telapak tangan Theo berubah-ubah bentuk tapi belum sesuai yang di inginkan.


'Berhasil!'


Seekor naga barat kecil berhasil ia buat dengan sihir petirnya.


'Sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya agar naga ini bisa bergerak'


Di ambang pintu ruang olahraga, Mister Cedrik baru saja datang dan tercengang melihat murid nya yang duduk santai disaat yang lain tengah bertarung.


Tiba-tiba Theo merinding seperti sedang ditatap oleh binatang buas. Ia pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat Master nya sedang menatap tajam padanya.

__ADS_1


Theo pun langsung berdiri dan melemparkan naga kecil ke sembarang arah.


"Hancurkan semuanya!"


Tanpa Theo duga, naga petir buatannya bergerak sesuai insting.


Naga petir milik Theo menyerang siapa pun yang menghalangi jalannya.


"Apa itu?"


"Naga yang terbuat dari sihir petir?!"


"Aku baru tahu ternyata sihir petir bisa membuat sesuatu seperti itu!"


Theo sendiri juga nampak terkejut, tapi dia memilih abai dan bergabung ke dalam pertarungan.


"Seperti yang di harapkan dari rival ku!" kata Rafael semangat melihat Theo dan naga nya menyerang secara membabi buta.


Mister Cedrik tersenyum misterius lalu pergi meninggalkan ruang olahraga.


Sebenarnya dia kesana hanya ingin melihat perkembangan Theo, namun dia terkejut ternyata Theo sedang membuat jurus baru dan jurus itu berhasil berkat keberadaannya.


Beberapa menit kemudian pertarungan pun berakhir menyisakan 5 orang tersisa di dalam arena, sisanya di lempar oleh Theo keluar arena.


Theo tidak menggunakan teknik apapun, dia hanya melempar murid lainnya ketika melihat celah. Intinya dia hanya melempar orang seperti karung beras.


Bersambung...


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


VOTE!


LIKE!


__ADS_1


__ADS_2