Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 19 ~ Racun Bunga Udumbara


__ADS_3

πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Setelah selesai makan, mereka melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda.


"Jadi buku apa yang kamu pinjam di perpustakaan?" tanya Oxyn masih penasaran.


"Kebanyakan alkimia, karena tidak banyak teknik yang menarik perhatian." jawab Theo santai.


Lagi-lagi Oxyn tertegun.


"Oh ya, sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan padaku?"


"Aku merasa kemampuan membuat potion ku mengalami kemunduran akhir-akhir ini.


Aku rasa, aku tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi tingkat kemurniannya tidak bertambah sama sekali tapi malah berkurang." kata Oxyn menyampaikan tujuannya.


"Boleh aku memberi tanggapan?" tanya Rafael yang diangguki oleh Oxyn.


"Tidak merasa bersalah merupakan sebuah kesalahan, Sin. Hahah, tapi tenang saja. Gunanya teman adalah saling membantu, Theo akan memberi tahu kesalahan mu"


"Kamu terlalu terburu-buru, Sin. Sebenarnya apa yang ingin kamu capai setelah resmi menjadi alkemis?" tanya Theo serius.


Theo dan Rafael menatap Oxyn yang tengah gugup.


"Aku, aku..." Oxyn menundukkan kepala, ia tidak bisa berkata-kata.


"Aku tidak tahu jelasnya, tapi ku dengar Kerajaan Capella sedang mengalami krisis pemberontakan. Apa ini berkaitan dengan itu, Sin?"


"Fraksi selir agung ingin menggulingkan Ratu. Saat ini Ratu sedang terbaring lemah. Belum ada bukti terkait keterlibatan selir agung, tapi aku yakin ia terlibat pembunuhan Ratu." Oxyn mengepalkan tangan.


"Semua tabib di Kerajaan Destiny tidak yang bisa menyembuhkan Ratu, bahkan tabib istana pun tidak bisa berbuat apa-apa"


"Disaat Ratu terbaring lemah, fraksi selir agung mengajukan penggulingan Ratu dari tahta jika Ratu tidak kunjung bangun dan akan mengangkat selir agung menjadi Ratu baru.


Jika Raja tidak menerima petisi tersebut, mereka mengancam akan melakukan pemberontakan."


"..."

__ADS_1


"..."


Hening.


Theo dan Rafael setia mendengarkan curhatan Oxyn.


"Bahkan keluarga tunangan ku juga ikut serta dalam hal itu" terdapat kemarahan dan kesedihan mendalam di hati Oxyn. Rasanya semua beban bertumpuk di pundaknya hingga ia tidak bisa berdiri.


"Memangnya Ratu sakit apa?" tanya Rafael menanggapi.


"Tabib istana bilang Ratu keracunan bunga udumbara"


Theo nampak berpikir, "Sepertinya itu bukan racun yang sulit. Di kerajaan ku racun tersebut tidak begitu berbahaya karena bisa mengakibatkan koma hingga satu bulan, tapi jika tidak diobati lebih dari satu bulan maka akan menyebabkan kematian."


"Apa?! Benarkah itu? Jadi di Kerajaan Ilussio terdapat penawar racun tersebut?" kata Oxyn terkejut.


"Apa kamu serius Theo? Di benua barat penawar racun tersebut masih sangat jarang!" kata Rafael yang juga terkejut.


"Hmm...? Kerajaan Ilussio membuka cabang di Kerajaan Arabasta, kenapa tidak membelinya di sana?" tanya Theo yang kini malah heran dengan mereka berdua.


"Iya, lagi pula itu bukanlah hal tabu lagi disana"


"Kalau begitu aku akan mengirim surat pada orang kepercayaan ku agar pergi ke Kerajaan Arabasta"


"Apa tabib istana mu bisa dipercaya?" tanya Theo.


"Tenang saja, tabib istana ku bisa di percaya" balas Oxyn yakin, tapi Theo masih memiliki keraguan dihatinya, tapi ia tidak menyampaikannya.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Setelah pulang dari akademi, ia bergegas ke asrama.


Tok... Tok...


"Masuk"


Seorang pemuda berumur 25 tahun masuk lalu memberi hormat pada Theo.

__ADS_1


"Salam pada Pangeran kedua!" katanya. Theo mengangguk.


"Mulai hari ini aku akan tinggal di dalam hutan. Selama aku tidak ada, aku tidak menerima tamu."


"Bagaimana dengan keselamatan, Pangeran?" tanyanya.


"Hutan Gu tidak berbahaya, jadi kamu tidak perlu khawatir. Jika aku dalam bahaya, aku akan memanggil mu"


"Baik, Pangeran!"


"Mulai hari ini siapkan bahan masakan setiap hari. Aku akan membawanya setiap pulang dari akademi."


"Baik, Pangeran!" balas pengawal pribadi Theo.


"Kalau begitu aku serahkan padamu" Theo memakai jubah dan tudung hitam lalu menyelinap pergi.


Pengawal itu menundukkan kepala ketika Theo pergi.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Theo melesat memasuki hutan sambil memastikan tidak ada yang melihatnya.


Ia mengeluarkan sihir api di tangannya sedangkan di tangan kirinya ia mengeluarkan sihir petir.


Theo sedang berpikir apa yang bisa ia buat dengan kedua sihir ini.


'Api dan Petir. Sihir apa yang bisa diciptakan dari kombinasi keduanya?' kata Theo dalam hati. (kalo kalian tahu, komen ya!)


Masing-masing dari kedua sihir itu membentuk sebuah naga barat kecil.


Kedua naga itu terbang mengikuti Theo di sisi kiri dan kanannya hingga tercipta sebuah kilatan orange dan ungu dari lintasan kedua naga itu.


Bersambung...


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


LIKE!

__ADS_1


__ADS_2