Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 3 ~ Pemilihan Batra


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE!


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Mereka masuk ke sebuah ruangan yang dipenuhi oleh batu sihir.


"Ini adalah ruangan batra batu sihir. Seperti yang kalian lihat, tempat ini di khususkan untuk membuat batu sihir yang bisa menyimpan mana dan dikeluarkan di saat terdesak jika kalian membutuhkan pasokan mana lebih" kata Selena menjelaskan.


Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi.


"Tepat pada waktunya. Kalau begitu nikmati waktu istirahat kalian. Jangan sampai tersesat" kata Selena yang keluar dari ruangan batra batu sihir.


Setiap ruangan mempunyai pelindung mencegah orang asing masuk ke dalam ruangan. Saat ini kelas Theo hanya bisa melihat dari jarak 5 meter.


'Membosankan'


Theo keluar terlebih dahulu dan memilih untuk pergi ke kantin.


Sepanjang jalan, Theo selalu jadi perbincangan para gadis.


'Abaikan saja aku! Aku hanya ingin menjadi Pangeran biasa!' kesal Theo dalam hati.


Theo hanya ingin menjadi Pangeran biasa yang tidak mencolok, tetapi wajahnya tidak mendukungnya.


Di belakang Theo, Rafael terus mengikutinya sambil memasang senyum ramah yang menjadi ciri khas nya pada setiap siswi.


Ketika Theo keluar dari batra batu sihir, Rafael sengaja mengikutinya dari belakang. Theo sendiri hanya mengabaikan keberadaan Rafael yang terus mengikutinya dari tadi. Dia hanya menatap lurus ke depan menganggap semua orang adalah angin.

__ADS_1


"Apa kamu sudah memutuskan akan masuk ke batra yang mana, Pangeran Theo?" tanya Rafael yang sekarang berjalan di samping Theo.


'Berhenti memanggil ku Theo seolah kita adalah teman akrab!'


"..."


Theo hanya melirik sekilas dan tidak memperdulikan pertanyaan Rafael.


"Aku sendiri akan masuk ke batra penelitian beast. Sepertinya itu akan cocok dengan ku!" kata Rafael sambil mengelus dagu serius.


"Itu sangat cocok dengan mu" balas Theo acuh.


Rafael tersenyum senang mendapat respon baik dari Theo.


'Bagus. Itu berarti dia sudah menganggap ku sebagai teman!' kata Rafael dalam hati.


'Kita bukan teman!' begitulah kira-kira.


"Kalau begitu kamu akan masuk ke batra yang mana Theo?" tanya Rafael menghilangkan embel-embel pangeran pada Theo.


"Sepertinya potionering" balas Theo.


"Potionering? Kamu ingin jadi alkemis?"


"..."


'Aku hanya ingin jadi kaya dengan berbisnis ramuan!'

__ADS_1


Padahal Theo sudah sangat kaya jika dilihat dari statusnya sebagai seorang Pangeran dari kerajaan terkuat dan terbesar di dunia. Tapi dia tetap ingin menjadi kaya dari hasil usahanya.


"Hmm ... Pilihan yang bagus."


Mereka pun naik ke kantin lantai dua yang menyediakan makanan yang harganya lumayan mahal. Sedangkan di lantai satu tersedia makanan yang relatif murah bahkan ada yang gratis.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Pembelajaran di Akademi Cumulus terbagi menjadi 3;


Pertama, pembelajaran Utama. Pembelajaran menguasai sihir.


Kedua, pembelajaran umum. Pembelajaran yang mempelajari tentang pengaturan sebuah wilayah dan keuangan. Mirip seperti jurusan management di universitas.


Ketiga, pembelajaran sekuler. Pembelajaran tambahan dimana setiap siswa diperbolehkan memilih satu dari setiap batra yang ada di akademi cumulus.


"Pelajaran cukup sampai di sini." kata mister Cedrik menutup pelajaran umum.


"Izinkan saya membantu, Mister" kata Theo berinisiatif membantu Mister Cedrik membawa 2 buku umum.


Mister Cedrik mengangguk mengizinkan Theo membantunya.


'Seperti yang diharapkan dari rival ku! Dia sangat baik!' pikir Rafael melihat Theo membantu Mister Cedrik.


Bel pulang berbunyi, semua siswa dan siswi bergegas pulang menuju asrama masing-masing.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE!


__ADS_2