
πππ
"HEI, JANGAN KE SANA!" teriak seorang pemuda pada gadis itu.
"Ayo kita kejar dia!" katanya lagi dan reflek menarik tangan Theo.
Theo yang ditarik tiba-tiba pun terkejut dan hampir nyungsep ke depan, tapi ia segera menyeimbangkan tubuhnya. Ia berlari mengikuti pemuda yang sedang menarik tangannya itu.
"Apa kau akan terus menarik tangan ku?" tanya Theo datar.
"Haha, maafkan aku" kata pemuda itu yang langsung melepaskan pegangan tangan nya pada pergelangan tangan Theo.
"Apa kau ingin menolongnya?" tanya Theo.
"Tentu saja! Berlarilah lebih cepat!" kata pemuda itu.
'Naif sekali' pikir Theo.
Tiba-tiba Theo berhenti berlari membuat pemuda itu bingung dan ikut berhenti.
"Ada apa?" tanya nya bingung.
"Kehidupan gadis itu bukan urusan ku. Jika kau ingin menolongnya, silahkan." balas Theo datar dan mulai berbalik.
"Ya ampuun, kau ini kejam sekali! Sepertinya aku tidak punya pilihan lain!"
'Eh?!'
Pemuda itu tanpa tahu malu memeluk tangan kanan Theo dan menariknya paksa sehingga Theo kembali terseret olehnya.
Di tengah perjalanan, pemuda itu berbicara pada Theo.
"Nama ku Geffarin" katanya sambil menatap langit kemerahan di depannya yang sudah semakin dekat.
Theo tidak menjawab. Tanpa banyak bicara, ia membungkus tangannya dengan elemen petir yang membuat pemuda itu spontan melepaskan pelukannya.
"Aduuuh, tangan ku!" rintihnya merasakan tangannya kesemutan.
"Aku akan memadamkan api, kau, lakukan apapun yang kau mau" kata Theo yang langsung pergi entah kemana.
Meskipun Theo tidak ingin membantu sang 'heroine', tapi ia masih punya hati untuk membantu penduduk di kota ini.
'Dimana pun dia berada, dia akan selalu membawa kehancuran bagi dunia!'
Mengingat kehidupan nya yang sangat damai ini, ditambah ia mempunyai keluarga harmonis, tentu Theo tidak akan membiarkan seseorang seperti 'Heroine' mengacaukan kehidupan indahnya.
'Hanya ada satu cara...!' Mata Theo berkilat dingin lalu berlari lebih cepat.
Ia berlari mencari keberadaan Mara. Pembawaannya yang tenang tidak akan ada yang menyangka jika Theo sedang diliputi...
Niat membunuh!
πππ
"IBUUUUUUUUU!" seorang gadis berambut putih berteriak histeris melihat kediamannya telah hancur berantakan.
Dadanya sesak, hatinya tercabik-cabik melihat pemandangan di depannya. Sedari kecil, ia hanya mempunyai ibunya, keluarga satu-satunya.
Tapi sekarang...
Keluarga satu-satunya itu telah tiada...
Ia mengingat kalimat terakhir pada percakapan mereka siang hari tadi.
'Jadilah kuat'
"ARRRRGGGGGHHH, IBUUUUUU!"
Ia terduduk lemah di tanah menatap kobaran api di reruntuhan rumahnya.
Beberapa saat kemudian,
'Itu dia!'
Theo mengintip dari kejauhan dan melihat gadis itu berteriak histeris sambil menatap rumahnya yang sudah tidak terbentuk.
Kedua tangan Theo terkepal dan sedikit bergetar.
__ADS_1
Jika kalian berpikir Theo sangat bersimpati pada Mara, kalian salah besar.
'Kau tidak hanya membawa bencana bagi keluarga mu, tapi pada orang lain juga. Kelahiran mu sudah ditentukan untuk menjadi pembawa kehancuran bagi dunia ini. Jangan salahkan aku, salahkan takdir mu yang begitu buruk' sarkas Theo dalam hati.
Seekor naga kecil terbentuk dari gabungan 2 element sihir Theo. Dia tidak ingin bermain-main pada kehidupannya.
"Holy Rose Demon!" gumam Theo dan sebuah tato bunga mawar kecil berwarna biru tercetak di sayap kanan naga buatannya.
Ini adalah sihir gabungan dari naga dan holy rose demon.
"Hakai no Bara!" tangan Theo terulur pada gadis rambut putih itu.
Roaaaar!
Slashhh
Naga itu dengan cepat melesat melewati bangunan yang masih berdiri di hadapannya.
"Kenapa kau meninggalkan ku? Aku... hiks, hiks.... Apa yang harus aku lakukan....? Hiks hiks" Mara menatap rumah itu dengan tatapan kosong, ia telah kehilangan orang yang sangat ia cintai.
Brug!
Tapi saat ini, Mara tiba-tiba tersentak seperti telah di tabrak sesuatu. Tak lama kemudian, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Arrrrrrgggghhh!" Mara memegangi lehernya yang terasa sangat panas. Mulutnya mengeluarkan darah dan perlahan-lahan kulitnya melepuh seperti terkena sesuatu yang sangat panas.
"To-tolong!" Mara berguling-guling di tanah karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Theo yang berada di kejauhan menatap datar pada Mara yang sedang kesakitan.
'Aku tidak membenci mu, bahkan kita tidak saling mengenal. Tapi keberadaan mu sangat membahayakan umat manusia.'
"HEI, APA YANG TERJADI PADAMU!" teriak seseorang yang tiba-tiba muncul.
"To-long, ini sangat sakit!" lirih Mara yang kehabisan energi.
Perlahan kulit tangannya mulai mengelupas menampilkan daging yang juga kemerahan.
'Geffarin?!'
"TENANGLAH, AKU AKAN MEMBANTU MU!"
Geffarin menyalurkan mana pada Mara, tapi hasilnya nihil.
Perlahan Mara mulai berhenti bergerak, sepertinya ia sudah di ujung tanduk.
Geffarin yang melihat itu pun panik, tubuh gadis itu perlahan meleleh menampilkan tulang-tulangnya. Tapi ia masih bisa merasakan napas lemah Mara.
"SIAPA PUN, TOLONG!
TOLONG!
TOLONG!"
Geffarin kehabisan akal lalu beralih berteriak minta tolong. Dadanya sesak, gadis yang ingin di tolong ya malah akan mati di hadapannya.
Geffarin merasa bersalah karena tidak datang secepatnya membantu Mara.
"Apa yang terjadi?"
Namun di tengah keputusasaan nya, seorang wanita berambut putih di kepang 2 datang menghampiri nya.
"Tolong... Tolong dia... " Geffarin menunjuk Mara yang terbaring lemah di tanah.
Ia tidak berani memegang gadis itu karena tahu panas pada tubuh Mara dapat merambat melaui sentuhan, daripada Ia mati sia-sia, lebih baik Ia mencari bantuan untuk Mara.
"Menjauhlah" kata wanita itu pada Geffarin. Geffarin mengangguk lalu sedikit menjauh dari Mara.
Wanita rambut putih itu segera merapal sebuah mantra dan tak lama kemudian terbentuk lingkaran putih yang mengelilingi Mara.
Geffarin terkejut melihat lingkaran sihir itu, ia langsung dapat mengetahui identitas wanita itu hanya dari sihirnya.
'Dia adalah salah satu pilar dunia! Bagaimana bisa ada pilar di sini?!'
Wanita yang ternyata adalah salah satu pilar dunia itu mengerutkan dahi. Ia tidak menyangka sihir penyembuhan nya sangat lambat. Sebelumnya tidak ada penyakit yang tidak bisa Ia tangani, tapi kenapa kali ini berbeda?
'Sihir apa ini?! Kenapa kuat sekali?!' pikir sang pilar.
__ADS_1
Bersambung...
πππ
LIKE!
βInfo:
π Main Character
Classica Mara
Rafael Aquatos
Theodoric Abelard
Leizen
π Pilar
1.
Pilar Cahaya
π?
__ADS_1