Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 38 ~ Tak Tahu Malu!


__ADS_3

👑👑👑


Babak kedua pun berakhir. Raja Ilussio dan kedua istrinya meninggalkan coloseum terlebih dahulu setelah itu satu persatu penonton meninggalkan coloseum karena babak penentuan dilaksanakan esok hari.


Di luar coloseum terdapat layar sihir besar yang mengambang di kiri dan kanan pintu masuk. Layar sihir tersebut menampilkan 10 deretan nama yang akan bertanding besok.


10 Pemenang Babak Kedua:



Kenzi {Akademi Fortuna | Tingkat 3}


Theodoric {Akademi Cumulus | Tingkat 1}


Leizen {Akademi Cumulus | Tingkat 2}


Saragas {Akademi Tartaros | Tingkat 3}


Geffarin {Akademi Tartaros | Tingkat 2 }


Luciana {Akademi Bellezac | Tingkat 3}


Revan {Akademi Nordik | Tingkat 3}


Stevan {Akademi Bronze | Tingkat 3}


Stacy {Akademi Starlight | Tingkat 3}


Brian {Akademi Bellezac | Tingkat 2}



*Tingkat \= Kelas (Level beda lagi)


Orang yang menonton pertandingan baik secara langsung atau live, masih membicarakan keseruan yang telah para peserta tunjukkan di arena.


Mereka di sebut 'Generasi Monster' karena para peserta mempunyai kekuatan yang dahsyat. Tidak heran jika mereka menganggap seperti itu.


Theo dan keempat seniornya kembali ke ruang khusus Akademi Cumulus. Meskipun Nafis, Zeno dan Helios tidak memenangkan babak kedua, tetapi mereka masih di izinkan berada di ruang khusus peserta untuk menemani rekan satu Akademi mereka.


“Lelahnya... Badan ku pegal” kata Nafis.


“Huuh... Tidak ku sangka tahun ini adalah tahun generasi monster” kata Helios.


“Hahah benar, kita kurang beruntung, tapi sangat menyenangkan.” balas Zeno. “Ngomong-ngomong, bukankah akan sangat membosankan jika tetap disini?” 


“Apa kalian ingin berkeliling?” tanya Theo pada keempat seniornya.


“Ayo!” jawab Zeno, Nafis dan Helios serempak, sedangkan Leizen hanya mengangguk menanggapi.


“Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu” kata Theo masuk ke dalam salah satu kamar khusus milik Theo.


“Baiklah, aku juga mau membersihkan diri” kata Nafis yang masuk ke dalam kamar khusus miliknya.


Helios, Zeno dan Leizen pun masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Beberapa menit kemudian, mereka berkumpul di ruang tengah lalu keluar dari barak untuk berkeliling kota.

__ADS_1


👑👑👑


Kerajaan Aqua


Di sebuah padang pasir yang sangat luas, terdapat ruang bawah tanah yang di isi sekelompok orang-orang misterius. Tidak ada yang menyadari ruang bawah tanah itu termasuk apa yang sedang mereka lakukan di sana.


Seorang pria dengan jubah tertutup sedang duduk di batu besar yang di ukir menjadi kursi. Pria itu menyatukan kedua tangan untuk menopang dagunya, matanya terpejam dan otaknya sedang bekerja memikirkan beberapa kemungkinan.


Pria itu bernama Mhavryck, ketua dari organisasi Förstörelsens Mörker dan berisi 30 anggota yang terbagi menjadi 10 tim. Setiap tim beranggotakan 3 orang dengan kekuatan yang saling melengkapi.


“Ledare, teamkanin har Ă„tervĂ€nt. (Ketua, Tim Kelinci telah kembali)” kata salah seorang anggota.


Mhavryck membuka mata menatap lurus ke depan. Dua laki-laki dan satu perempuan berjalan menghampiri nya, mereka berdiri beberapa langkah dari tempat Mhavryck.


“SĂ„ hur gick det? (Jadi bagaimana hasilnya?)” tanya Mhavryck pada ketiga orang yang baru saja tiba.


“Imponerande. De kallas 'Generation of Monsters'. (Mengesankan. Mereka disebut 'Generasi Monster')” jawab salah seorang pria berbadan besar.


Seorang wanita dari tiga orang itu maju ke depan memberikan sebuah batu sihir berisi rekaman video. Batu sihir tersebut berasal dari Kerajaan Ilussio dan harganya lumayan mahal, tapi mereka punya banyak di gudang penyimpanan.


Batu sihir kualitas rendah mampu merekam hingga satu menit. Batu sihir kualitas menengah mampu merekam hingga dua menit sedangkan batu sihir kualitas tinggi mampu merekam hingga lima menit.


“HĂ€r Ă€r en lista över de kommande 10 deltagarna. (Ini daftar 10 peserta selanjutnya)” kata wanita itu memberikan selembar perkamen.


Mhavryck menerima batu sihir dan selembar perkamen lalu mengibaskan tangannya. Tim kelinci segera pergi setelah di usir Mhavryck.


Mhavryck membaca daftar nama sepuluh peserta setelah itu dia menggosok salah satu batu dan muncullah layar sihir di depannya. Layar sihir tersebut seukuran monitor laptop (tau lah ya)


“Tiger team, Förstör grĂ€nsbyn. (Tim Harimau, hancurkan desa perbatasan)” kata Mhavryck memberi perintah.


“Den hĂ€r vĂ€rlden Ă€r för fredlig, SĂ„ trĂ„kig. (Dunia ini terlalu damai、sangat membosankan)” gumam Mhavryck.


Lux (Author) : “Dasar gila!”


👑👑👑


Theo dan keempat seniornya berada di sebuah restoran yang sangat terkenal di ibukota. Theo memesankan mereka makanan khas Kerajaan Ilussio yang kaya akan rempah-rempah.


Pesanan pun datang, Zeno, Helios dan Nafis segera mencicipinya, tak terkecuali dengan Leizen yang ikut makan.


Mata mereka melebar seolah seolah merasakan kenikmatan surga.


“Ini... Enak!” komentar Helios.


Leizen mengangguk setuju.


Seorang pemuda berpakaian merah menarik kursi dari meja lain dan menyeretnya ke tempat Theo dan kawan-kawannya berada.


“Yo, aku ikut bergabung!” katanya sambil meletakkan kursi yang dibawanya di antara Leizen dan Theo kemudian duduk begitu saja. Ia mengambil sumpit di tengah meja lalu mulai menyantap hidangan.


Tak tahu malu!


Mereka melirik pemuda berpakaian merah itu yang tak lain adalah Kenzi.


“Tidak tahu malu!” cibir Nafis.

__ADS_1


“Demi makanan gratis” balas Kenzi tidak peduli.


“Hei, Kenzi, dimana teman-teman mu?” tanya Zeno sambil meraih daging.


“Mereka pergi ke Mall.” balas Kenzi sambil mengunyah. “Makanan ini lumayan enak”


“Apa itu Mall?” tanya Zeno.


“Pusat pembelajaan terbesar di Kerajaan ini, apa kamu tidak tahu?” kata Helios menanggapi.


“Oh, aku pernah mendengarnya. Sepertinya aku harus membeli perhiasan untuk tunangan ku” kata Zeno.


“Perhatian sekali calon paman ini” ejek Nafis.


“Kamu tidak akan mengerti” balas Zeno acuh. “Sebaiknya kamu juga membeli hadiah untuk tunangan mu agar dia senang”


“Bukan urusan mu” sinis Nafis.


“Bagaimana dengan mu Helios?” tanya Zeno.


“Hmm... Bukan ide buruk”


“Kamu, junior Leizen?” tanya Zeno.


Leizen menggeleng pelan sebagai jawaban.


“Memangnya junior Leizen punya tunangan?” tanya Helios.


Sekali lagi Leizen menggeleng sebagai jawaban, sedangkan Theo hanya mendengarkan sambil menyeruput teh. Ia hanya makan sedikit.


“Calon paman-paman ini ternyata sangat perhatian” kata Kenzi sambil memasukkan potongan cumi ke mulutnya.


“Apa kamu juga punya tunangan, Kenzi? Jangan bilang kamu masih lajang?” tanya Nafis.


“Begitulah, akan sangat merepotkan jika punya tunangan seperti kalian ini. Bagaimana dengan mu, Theo?” tanya Kenzi pada Theo.


“Tidak” jawab Theo singkat, padat, jelas.


“Oh,” jawab Kenzi.


Seorang gadis cantik bergaun hitam yang di padukan dengan warna merah masuk ke dalam restoran di temani dengan dua pengawal nya.


Seluruh atensi tertuju padanya. Setiap langkahnya seperti musim semi yang menggetarkan jiwa.


Kenzi yang kebetulan duduk menghadap pintu masuk termangu melihat gadis berambut hitam dan beriris safir itu. Jantungnya berdegub sesuai langkah gadis itu.


Gadis itu berjalan mendekat membuat debaran jantungnya semakin kencang.


Tepat di belakang Zeno duduk, gadis itu mengangkat sedikit gaunnya dan sedikit menunduk untuk memberi hormat. Kedua pengawal di belakang nya ikut memberi hormat entah untuk siapa.


Bersambung...


👑👑👑


Jangan Lupa Like Ya!

__ADS_1


__ADS_2