
πππ
Di sebuah kamar berukuran 5Γ5, seorang pemuda membuka mata secara perlahan. Mata safirnya menatap langit-langit kamar yang berbentuk joystik lengkap dengan tombol.
Ia mengubah posisi menjadi duduk dan memperhatikan sekeliling.
"Apakah ini kamar ku?" gumamnya masing linglung.
"Ternyata memang kamar ku." lanjutnya setelah melihat seisi kamar yang dipenuhi oleh peralatan game.
Dia adalah Naufal Pratama, seorang gamer tampan yang menjadi rebutan para gadis.
Dering ponsel mengalihkan perhatiannya pada benda tersebut lalu menerima panggilan masuk.
"Woy, Fal. Mabar kuy!" kata seseorang di telepon.
"Dio?"
"Iya kenape?" tanya Dio penasaran.
Naufal menggelengkan kepala lalu tersenyum lembut.
"Mabar apaan?"
"ML."
"Males. Mario bros aja, gimana? Sekalian gue mau live yt"
"Oke deh. Jangan lupa undang gue!"
"Sip!"
Naufal beranjak dari ranjang dan bergegas menuju kursi kesayangannya untuk bermain game di pc.
Beberapa jam kemudian, Naufal dan Dio masih serius berduel agar bisa mencapai finish lebih cepat.
Meskipun hanya permainan sederhana, jika dimainkan oleh seorang pro maka akan terasa menegangkan karena pergerakan cepat mereka.
Berbagai tanggapan memenuhi kolom komentar saat ini. Naufal tidak hanya tampan, tetapi kata-kata sangat sopan untuk seorang gamer.
__ADS_1
Dia masih mengedepankan sopan santun tidak seperti gamer lainnya yang memberi tanggapan vulgar dan kata-kata umpatan dengan enteng pada saat live mereka sendiri.
Padahal yang menonton bukan cuma orang dewasa!
Perkataan mereka kerap kali dicontoh oleh anak-anak karena kata-kata tersebut dianggap 'Keren', padahal merusak moral.
Itulah alasan kenapa Naufal menjadi gamer yang berdedikasi dan tidak seperti cacing keremi. Setidaknya ia tidak ingin memberikan tontonan pelajaran tak bermoral pada penontonnya.
3 jam kemudian, Dio kalah telak oleh Naufal. Padahal ia yang telah mengenalkan Naufal pada game, namun Dio tidak menyangka Naufal langsung menjadi pro!
"Gue pengen mie rebus sama ciken kentaki." kata Naufal sambil tersenyum manis dan membuat jantung penonton berdebar.
Kebanyakan yang menonton live nya adalah penggemar dari kalangan para gadis.
"Otw!" jawab Dio.
"Okke semuanya, makasih udah nonton live gue kali ini. Bagi yang mau mabar sama gue, lu bisa kirim e-mail yang tertera di ig gue. Nanti bakal gue pilih secara acak dan pastinya disiarkan.
Ngaku gamer? Ayo sini maju!See u!"
Ia menghela napas lega, sedari tadi ia menahan kantuk di depan kamera.
Sahabatnya, Dio, memberinya saran untuk bermain game. Akhirnya ia pun mulai bermain dari ponsel lalu mulai mengumpulkan uang untuk membeli ps (playstation).
Karena ia cukup jago dalam bermain game, akhirnya Naufal memberanikan diri untuk tampil di depan kamera.
Wajahnya sendiri sangat mendukung, jadi ia merasa tidak terlalu memalukan jika dilihat banyak orang.
Awal-awal ia memulai karirnya menjadi youtuber gaming, penontonnya sedikit bahkan ada video yang sama sekali belum tertonton.
Maklum saja, dengan alat rekaman seadanya dan ps jadul, videonya tidak banyak diminati.
Tetapi Naufal tidak menyerah!
Ia tetap mengunggah bahkan memberanikan diri melakukan live untuk pertama kalinya.
Awal-awal memutuskan menjadi yutuber gaming, Naufal mengunggah videonya yang sedang bermain game diberbagai sosial media.
6 bulan kemudian, karena permainan Naufal yang sangat profesional. Akhirnya kerja kerasnya tidak sia-sia.
__ADS_1
Naufal mendapat silver playbutton untuk 100k subcriber pertamanya! Ini adalah pencapaian luar biasa!
Ia mulai meng-update berbagai macam alat gamingnya dan mendesain kamarnya seperti manusia yang terobsesi pada game.
Ia mengunggah berbagai macam video game dari yang santai sampai yang menegangkan. Game santai ia unggah ketika ia bosan, contohnya pow, talking thomas, masak-masakan dan lain-lain.
Satu tahun kemudian, ia mendapat Gold playbutton dan mendapat juara pertama di sebuah kompetisi gaming terbesar di asia.
Karena usianya yang terbilang masih sangat muda, ia mendapat julukan, 'Little Lord Gaming'. Teman-teman di sekolahnya pun merasa iri karena pencapaian pemuda itu.
Sedangkan bagi para gadis, Naufal adalah kandidat terbaik dari semua pemuda. Tampan, Mapan, Pintar, Cendekiawan. Apalagi yang kurang coba?
Meskipun seorang gamer, Naufal tidak mengabaikan kewajibannya di sekolah, yaitu belajar dengan baik!
Tok... Tok... Tok...
Pintu kamarnya di ketuk dari luar, seperti itu Dio yang memang sering nyelonong masuk rumahnya kecuali kamar. Dia selalu mengetuk pintu terlebih dahulu jika berhubungan dengan 'kamar'.
"Fal?"
"Fal?"
"Theo?"
"Theo?"
Theo membuka mata secara perlahan. Mata safirnya menatap buku yang berada di genggamannya. Saat ini posisinya duduk dan menunduk membaca buku.
Ia mendongak menatap pemuda rambut pirang yang sedang berjalan ke arahnya.
'Ternyata itu hanya mimpi' pikirnya sambil menutup buku lalu berdiri.
Bersambung...
πππ
LIKE!
__ADS_1