
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
Theo mencari tempat aman lalu mengeluarkan naga petirnya yang langsung menembus awan.
Awan hitam mulai berkuxmpul di langit dan tak lama kemudian rintik-rintik hujan mulai berjatuhan.
Setelah pekerjaannya selesai, Theo memutuskan pergi dari kota itu karena sudah tidak ada lagi urusan.
Ketika Theo berlari, Geffarin tidak sengaja melihatnya dan berniat mengejarnya, tapi ia mengurungkan niatnya karena ia dan Theo tidak sedekat itu.
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
Theo berlari kencang agar segera sampai di asrama. Jarak dari kota futo ke kota cumulus memakan waktu 3 jam dengan kecepatan penuh. Jika memakai kereta kuda diperkirakan memakan waktu 5 jam.
Di perjalanan, Theo terus memikirkan kejadian sebelum nya. Teriakan dan keputusasaan Mara terngiang di kepalanya terlebih ia membunuh nya.
'Kematian mu lebih baik daripada kehancuran dunia. Dan selanjutnya adalah dia...'
3 jam kemudian, Theo kembali ke asrama lalu membersihkan diri. Setelah makan malam, ia kembali ke hutan Gu tempat masternya tinggal.
Theo masuk ke dalam rumah dan mencium aroma herbal.
'Sepertinya master sedang membuat pil”
Theo dengan semangat berjalan menuju tempat khusus penelitian atau pembuatan pil.
Tok... Tok... Tok...
“Master, apakah aku boleh masuk?” tanya Theo.
Master Cedric tidak menjawab menandakan Theo boleh masuk. Jika masternya membalas, itu artinya Theo tidak boleh masuk.
Theo pun masuk ke dalam dan melihat masternya sedang fokus membuat pil.
'Teknik master sangat mengagumkan' pikir Theo yang tidak pernah bosan melihat masternya meracik pil.
Setengah jam kemudian, Master Cedric telah membuat 10 pil tingkat menengah untuk diperjual belikan. Selama ini ia hidup dengan menjual pil jika mulai bokek. Jika ia sedang 'kaya', maka masternya akan 'bermalas-malasan'.
Master Cedric mempunyai identitas lain yang cukup terkenal. Ia dikenal sebagai 'Lord Alchemist Mysterious', karena pil dan ramuan buatannya bekerja sangat cepat berbeda dengan yang lain.
__ADS_1
Namun orang-orang tidak tahu manusia yang mereka beri julukan itu, bahkan tidak ada satupun orang yang pernah melihat wajahnya karena master Cedric selalu memakai topeng burung hantu.
Pil dan ramuan buatan master Cedric selalu cepat habis meskipun mereka membeli pil atau ramuan tingkat rendah, mereka membelinya hanya untuk menyimpan nya lalu digunakan jika dibutuhkan.
Lagipula pil buatan master Cedric selalu tidak lebih dari sepuluh butir perbotol, master Cedric menjual 5 botol pil berbeda kegunaan.
Sedangkan untuk ramuan, ia menjual 5 kantong kecil berisi 5 ramuan perkantongnya.
Meskipun harganya lebih mahal untuk ukuran pil atau ramuan tingkat rendah, tapi tingkat penyembuhan nya setara dengan pil atau ramuan tingkat menengah.
Untuk pil tingkat menengah, mister Cedric hanya menjual 5 butir saja dan ramuan hanya 3.
Sedangkan pil tingkat tinggi, ia hanya mengeluarkan 2 butir dan ramuan hanya 1 botol kecil saja lalu dijual di pelelangan.
Pil dan ramuan yang dijualnya selalu menjadi rebutan dan mereka juga penasaran terhadap sosok dibalik topeng burung hantu itu. Tentu saja master Cedric menjual hasil racikannya pada orang lain.
Dan master Cedric juga tidak jarang menjual 'Satu Kotak Kosong' di pelelangan yang artinya, ia menerima membuat satu pil atau ramuan apapun sesuai permintaan orang yang membeli kotak kosong nya di pelelangan.
“Apa itu untuk di jual besok?” tanya Theo yang sudah tahu kebiasaan masternya.
“Ya, pergilah ke tempat biasa dan serahkan ini” kata master Cedric memberikan kantong penyimpanan beserta surat.
“Baik master” kata Theo yang langsung bergegas memakai topeng burung hantu putih dan sebuah jubah.
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
Theo menapakkan kakinya di atas genteng sebuah toko yang lumayan besar.
Tidak ada satupun orang yang menyadari keberadaannya di atas sana. Ia membuka sebuah botol berisi cairan berwarna pink yang aromanya begitu ajaib tercium di seluruh kota cumulus.
Aroma itu adalah herbal penenang buatan master Cedric yang secara sengaja di sebarkan sekali secara gratis melalui udara selama 10 detik. Aroma khas itu juga adalah tanda bahwa master Cedric kembali menjual obatnya.
“Aroma ini!”
“Lord Alchemist kembali!”
“Aku akan segera menghitung tabungan ku untuk membeli pil lusa nanti!”
Sebagian orang bergegas kembali ke rumah untuk menghitung tabungan mereka hanya untuk membeli sebuah pil rendah milik master Cedric. Ada juga orang kaya yang tenang-tenang saja dan malah memikirkan keberuntungan mereka.
__ADS_1
Mereka sudah tahu jika aroma tersebut tercium hari ini, maka pil atau ramuan akan dijual pada lusa nanti.
Saat ini toko yang Theo tapaki mendadak tutup dan dua kesatria berjaga di depan toko.
Setelah 10 detik, Theo kembali menutup botol tersebut lalu mulai turun dan berdiri di depan toko.
Kedua penjaga itu segera memberi hormat lalu membukakan pintu.
Cukup berlebihan emang. Tapi ini yang diinginkan master Cedric.
Theo masuk ke dalam toko tersebut lalu berjalan menuju resepsionis yang telah diganti menjadi pemilik toko tersebut.
“Selamat Datang Tuan Alchemist!” kata penjaga toko itu sambil memberi hormat.
Theo ikut memberi hormat tanpa menjawab sapaan pemilik toko itu. Setelah itu tanpa banyak bicara, Theo mengeluarkan semua pil dan ramuan yang ia bawa di atas meja resepsionis dan memberikan sebuah surat pada pemilik toko tersebut.
Pemilik toko itu menerima surat dengan hati-hati lalu membuka isi surat tersebut.
'Jual pada orang yang berbeda!' kata pemilik toko yang membaca isi pesan singkat tersebut dalam hati.
“Tingat Tinggi, Satu Kotak Kosong” kata Theo datar lalu membungkuk hormat dan pergi.
Pemilik toko dan pekerja nya yang sedang bersembunyi menatap bingung kepergian Theo.
Setelah Theo tidak terlihat, mereka pun keluar dan menghampiri bosnya.
“Lord Alchemist mempunyai murid yang irit bicara” kata pemilik toko menggelengkan kepala pelan.
Pekerja nya pun mengangguk setuju.
“Masukan tingkat tinggi dan satu kotak kosong ke daftar barang pelelangan selanjutnya” kata pemilik toko lalu memasukkan semua pil dan ramuan yang berada di atas meja resepsionis.
Bersambung...
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
LIKE!
đź‘‘Kalian ketemu novel ini gimana ceritanya?
__ADS_1