
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
Di dalam kereta kuda, Theo memperhatikan jalan yang ia lalui kemudian berkata pada pengawal bawahan Danis.
“Turunkan aku di sini, aku masih ada urusan” kata Theo di dalam kereta kuda.
“Tapi Tuan Muda, kami ditugaskan untuk mengantar Anda sampai depan asrama Anda.” balas tentara bayaran.
“Tidak perlu, katakan saja aku yang menyuruh kalian”
“Baiklah”
Kusir pun menghentikan kereta kuda sesuai permintaan dan Theo pun turun dari dalam kereta.
“Kalian boleh pergi”
“Kami permisi Tuan Muda, tetap lah berhati-hati” nasihat kusir.
Theo mengangguk lalu menatap kepergian kereta kuda itu. Setelah itu ia berbalik mengambil jalan berlawanan dari kereta kuda sebelum nya.
'Mumpung lagi di sini, sebaiknya aku berkeliling kota' pikir Theo.
Sebelumnya Theo berpikir akan mengobati ayah Danis di kota yang sama dengan Akademi, tapi ia malah di bawa ke kota tetangga. Ini adalah kesalahan nya yang tidak menanyakan letak rumah Danis yang sebenarnya. Theo pun pasrah karena sebelumnya telah membuat janji pada Danis.
Pria pantang mengingkari janji!
Itulah yang diajarkan Raja Falen padanya.
Jadi, untuk menutupi kekesalan terpendamnya, Theo memutuskan untuk berkeliling kota.
Matahari telah terbenam, jika Theo berada di bumi, maka waktu saat ini adalah jam 7 malam, belum terlalu larut.
Kring!
Sebuah lonceng berbunyi ketika Theo masuk ke dalam sebuah tempat hiburan. Jika ingin melihat banyak orang di malam hari, tempat hiburan lah jawabannya.
Theo memperhatikan sekeliling melihat banyak orang berkumpul di berbagai sudut ruangan sedang berjudi!
Theo berjalan menuju salah satu kelompok yang menarik perhatian nya. Ia menatap satu orang yang menjadi pusat perhatian kelompok itu.
“Ayo siapa lagi yang berani bertaruh!? Siapa diantara mereka yang akan menjadi Raja Muda selanjutnya?!” kata seorang pria 40-an sambil memperlihatkan kertas berisi nama-nama akademi peserta Viceroy di atas meja.
Mereka menatap nama-nama itu sambil berpikir. Ini adalah judi jangka panjang, orang-orang yang mengikuti judi ini adalah orang kaya yang kebanyakan uang dan orang yang mencari keberuntungan. Jadi mereka tidak keberatan jika harus menyimpan sedikit uang mereka untuk hasil nanti.
Sebut aja mereka sedang melakukan trading. Jika ingin hasil cepat, lebih baik bertaruh ke yang lain.
__ADS_1
Theo menatap nama-nama akademi itu, nama akademi cumulus juga terselip di sana.
“Ku dengar tahun ini Akademi Cumulus mengirim seorang yang masih berada di kelas 1.” celetuk seseorang.
“Ya benar, sudah lama Akademi tidak mengirim tingkat 1, sepertinya kali ini Akademi mendapatkan seorang jenius.” balas yang lain.
“Bisa saja dia menggunakan orang dalam! Huuh, masih tingkat 1, apa yang harus di harapkan darinya? Tingkat 1 kurang pengalaman, berbeda dengan tingkat 2 dan 3.”
“Itu bisa saja terjadi, meskipun Akademi Cumulus sangat ketat, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya”
“Kau itu bodoh, jadi tidak heran jika gagal”
“Apa katamu?!”
Pada akhirnya mereka pun berdebat, ada yang percaya kekuatan peserta tingkat 1, ada yang menentang, dan ada yang tidak peduli.
'Teruslah berdebat sampai kalian botak!' Keluh Theo dalam hati.
“Aku akan memilih Akademi Tartaros!” kata seorang pemuda yang langsung mendaftar nama pada Akademi itu.
Semua orang langsung menatap nya termasuk Theo.
“Hei, Nak, apa kau pertama kalinya ikut berjudi? Aku akan memberikan saran pada mu. Setidaknya pilihlah Akademi yang masuk ke dalam 20 besar Akademi terkuat, jangan memilih tempat yang bisa dihancurkan kapan saja” kata seorang paruh baya.
Pihak penyelenggara judi pun tersenyum lalu berkata pada paruh baya itu.
“Baik, baik ... Pa tua, berhenti mempengaruhi pilihannya, setiap orang bebas memilih .... Tulis nama mu di sini”
Pemuda itu menulis sesuai arahan pihak penyelenggara.
Paruh baya itu mendengus pada pihak penyelenggara.
“Kau ini benar-benar licik!” kata paruh baya.
“Apa yang kau katakan, Pak Tua? Aku hanya menghargai pilihannya, sebaiknya kau juga cepat memilih” kata si penyelenggara dengan tenang.
Orang-orang pun mulai bertaruh pada pilihan masing-masing, sedangkan Theo pergi setelah merasa tidak ada yang menarik lagi.
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
'Sebaiknya aku mencicipi teh di kota ini. Sayang sekali aku belum cukup umur untuk minum arak'
Kring!
Theo masuk ke sebuah kedai yang tidak terlalu ramai. Ia memesan lalu duduk di pojok ruangan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian pesanan datang dan ia menikmati teh serta kue.
Tidak di sangka, ternyata Theo suka makanan manis!
“Ternyata kita bertemu lagi.” kata seseorang yang berdiri di depan meja Theo.
Theo yang sedang menyuruput teh melirik orang itu.
“Kurasa kita tidak saling mengenal” jawab Theo tenang.
“Kita memang belum saling mengenal. Sebelum nya aku melihat mu di tempat hiburan, tapi aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu lagi” katanya yang masih tetap berdiri.
Theo mengangguk lalu memakan kue dan mengabaikan pemuda itu.
Merasa tidak mendapat respon baik dari Theo, pemuda itu pergi dan memilih tempat yang lain.
Boom!
Terjadi sebuah ledakan di luar kedai. Orang-orang segera pergi keluar untuk melihat asal ledakan tersebut termasuk Theo. Seorang gadis berlari melewati nya begitu saja.
Mereka melihat ledakan tersebut berasal dari jarak 5 meter dari kedai.
Theo ikut melihat dari belakang kerumunan, tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok yang tidak asing baginya.
Theo baru menyadari sosok itu, ia adalah seorang gadis berambut putih yang sangat cantik. Bahkan kegelapan pun tidak bisa menutupi kecantikannya.
“Arah itu! IBUUUUUUUUU!”gadis itu berteriak histeris lalu berlari menuju asal ledakan.
Tubuh Theo bergetar setelah mengingat gadis itu.
'Dia ... Kenapa Ada Disini?!'
Theo bergumam sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Matanya berkilat tajam menatap kepergian gadis itu.
“Heroine Otome Game ...
CLASSICA MARA!”
Bersambung...
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
LIKE!
(Tingkat \= Kelas)
__ADS_1