Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 2 ~ Karakter Rafael


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE!


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Theo masuk ke dalam sebuah auditorium dimana sebagian kursi sudah terisi oleh siswa dan siswi baru. Setiap kursi tertempel nama dan nomor dari setiap murid baru sehingga semua siswa baru dapat duduk sesuai namanya masing-masing.


Apakah mereka akan bingung mencari nama pada setiap kursi? Tentu saja tidak! Setiap murid baru mendapat kartu yang berisi sihir yang dapat menunjukkan jalan.


Theo duduk di kursi paling depan yang di khususkan untuk murid berstatus tinggi. Dia duduk sejajar dengan pangeran dari kerajaan lainnya.


Setelah semua kursi terisi, acara pun di mulai dengan berbagai demo setiap batra (eskul) dan di tutup oleh penyambutan kepala akademi kepada seluruh murid baru. Setelah acara selesai, semua beranjak menuju kelas masing-masing.


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


Theo masuk ke dalam kelasnya dan dia melihat Rafael sudah memilih kursi di barisan paling depan.


Tempat duduk kelas sama seperti tempat duduk di auditorium yang sama seperti undakan tangga agar semua orang dapat melihat ke depan.


"Yo ... Theo!" sapa Rafael semangat.


Theo memasang wajah tak acuh dan memilih kursi paling belakang dekat jendela. Setelah itu dia menyangga dagunya dengan satu tangan sambil melihat keluar jendela mengabaikan para gadis teman sekelasnya yang sedang menggosip tentang wajahnya.


Seorang gadis cantik berambut ungu masuk ke dalam kelas yang langsung menjadi pusat perhatian. Gadis itu berjalan menuju meja Rafael.

__ADS_1


"Pangeran Rafael, bolehkah aku duduk di samping mu?" tanya nya sambil tersenyum.


Rafael mendengus dingin, "Ini akademi. Jadi jangan mengganggu ku!" jawab Rafael ketus.


Theo melirik sekilas gadis berambut ungu itu,


'Luna. Tunangan Rafael'


lalu dia mengalihkan pandangannya pada pemuda yang baru saja masuk kelas.


"Hei, kau ... kemari!" kata Rafael sedikit mengeraskan suaranya.


Pemuda yang baru masuk itu gelagapan karena di panggil oleh salah satu pangeran yang satu kelas dengan nya.


"Iya, kamu. Cepat sini!" balas Rafael.


Pemuda itu mendekat dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.


'Apa aku akan di bunuh? Tapi aku tidak melakukan kesalahan apapun!'


Pemuda itu berdiri tepat di samping gadis berambut ungu.


Rafael berdiri menyambut pemuda tersebut dan sedikit mendorong gadis berambut ungu agar tidak menghalangi jalan pemuda itu.

__ADS_1


"Mulai sekarang kita adalah teman sebangku. Perkenalkan namaku Pangeran Rafael dari Kerajaan Aqua. Siapa nama mu?" tanya Rafael mengabaikan gadis berambut ungu yang memasang wajah kesal. Mereka pun akhirnya berbincang.


Gadis itu menghentakkan kakinya lalu duduk di barisan belakang Rafael.


'Seperti keterangan dalam game. Rafael mudah bergaul dengan semua orang, kecuali Luna.' kata Theo dalam hati.


Tak lama kemudian seorang wanita berkaca mata yang terlihat seperti berumur 20-an masuk ke dalam kelas. Rambutnya di kepang dua dan dia memakai topi lancip khas seorang penyihir.


"Semuanya diam!" katanya dingin dan semua murid pun diam mengikuti instruksi.


Dia berjalan menuju podium yang terdapat papan tulis di sana.


"Sekarang kita akan melakukan pengenalan akademi. Namaku Selena Reis. Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan menjadi wali kelas kalian. Apa kalian mengerti?'


"Mengerti Mis!" jawab mereka serempak.


Selena Reis mengangguk puas lalu memerintahkan para muridnya mengikuti dirinya menuju setiap ruangan yang berada di akademi dengan maksud mengenalkan mereka dari setiap ruangan tersebut.


Bersambung...


πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘


JANGAN LUPA LIKE!

__ADS_1


__ADS_2