Extraordinary Prince

Extraordinary Prince
Bab 29 ~ Viceroy


__ADS_3

đź‘‘đź‘‘đź‘‘


Malam semakin larut, kompetisi Viceroy semakin dekat tapi ia tidak merasa gugup sama sekali.


Theo kembali ke rumah master Cedrik. Seperti biasa, saat malam tiba, master nya akan pergi entah kemana.


Theo masuk ke dalam kamar dan mulai beristirahat.


***


Satu minggu kemudian。。。


Hari ini tidak ada pelajaran di akademi. Semua murid memilih berkumpul di aula untuk menonton pertunjukan kompetisi Viceroy di sana.


Akademi Cumulus mengirim 5 orang siswa; Tingkat 3 (Nafiz, Zeno dan Helios), Tingkat 2 (Leizen) dan Tingkat 1 (Theodoric).


Mereka berangkat kemarin malam menggunakan sihir teleportasi yang hanya dimiliki oleh akademi-akademi besar. Alat yang digunakan tidaklah murah, apalagi satu alat hanya bisa digunakan satu kali.


“Aku tidak sabar melihat pertunjukan rival ku!” kata Rafael menggebu-gebu.


Oxyn yang duduk disampingnya mengangguk setuju. Ia juga tidak sabar melihat aksi teman baiknya itu.


đź‘‘đź‘‘đź‘‘


Di Kerajaan Ilussio.


Sorak sorai memenuhi Colosseum. Begitu juga di tempat yang menayangkan keadaan di dalam Colosseum secara live.


Terdengar suara mc yang meggema di coloseum,


“Mari kita sambut para peserta Viceroy...


Akademi Walet, Akademi Bronze, Akademi Golden, Akademi Crown, Akademi Fortuna, Akademi Bellezac, Akademi.... ”


Satu persatu peserta masuk ke dalam Colosseum dan membentuk sebuah barisan. Setiap perwakilan Akademi memegang tongkat bendera masing-masing yang berkibar diterpa angin.


“Akademi Tartaros, Akademi Cumulus, Akademi Cocellia... ”


Setelah mengumungkan 80 Akademi berbeda, mc mengumumkan kedatangan orang yang paling terhormat di Kerajaan Ilussio.

__ADS_1


“Raja Kerajaan Ilussio memasuki ruangan”


Semua orang menengadah ke sebuah tempat tinggi yang paling menonjol. Di sana, Raja Falen Abelard muncul bersama kedua istrinya. Mereka berdiri sambil menatap lurus ke depan.


“Beri hormat pada Raja!” kata mc.


“Salam pada Raja! Sang Mentari Kerajaan Ilussio!” kata mereka serempak dari berbagai kerajaan dan kekaisaran.


Dilanjut hymne Viceroy dan hymne kerajaan Ilussio. Lalu para peserta kembali ke dalam ruangan khusus yang telah disediakan dan ceremony perayaan pembukaan kompetisi pun berlangsung.


“Saya, Raja Falen Abelard mengumumkan... Kompetisi Viceroy.... Di Mulai!”


Sorak sorai pun menggema seisi Coloseum.


***


Di salah satu ruangan khusus Akademi Crown.


“Cih, mereka sama sekali tidak terlihat kuat!” kata seorang tingkat 3.


Semua peserta dari Akademi Crown adalah orang baru. Mereka peserta yang pertama kalinya mengikuti Viceroy. Sedangkan peserta Viceroy sebelumnya telah menjadi alumni.


Pada saat berbaris tadi, ia berdekatan dengan seorang pria besar dari Akademi Walet.


“Kau terlalu penakut, Fu” balas seorang gadis tingkat 3.


Tingkat peserta Akademi Crown adalah tingkat 3. Itu berarti mereka realistis karena menilai tingkat 1 dan tingkat 2 kurang berpengalaman.


Tentu saja bukan cuma mereka yang hanya mengirim tingkat 3. Kebanyakan Akademi mengirim tingkat 3 dan sebagian lagi mencampur tingkat 2 dan tingkat 3. Sedangkan tingkat 1? Mereka tidak berani bermain judi.


“Aku mendapat informasi kalau salah satu Akademi mengirim tingkat 1” seru temannya yang lain.


“Tingkat 1? Yang benar saja?! Apa mereka sudah gila?” saut gadis tadi.


“Jika benar ada tingkat 1, itu berarti kekuatannya tidak bisa diremehkan” kata peserta yang panggil Fu itu.


“Kau ini! Apa yang perlu di waspadai dari seorang tingkat 1? Sudahlah, aku malas berbicara dengan mu” balas yang lain lalu mengalihkan pandangan pada layar seperti tv di ruangan mereka.


***

__ADS_1


Di ruangan khusus peserta Akademi Cumulus.


Disaat semua peserta sibuk mewaspadai orang yang belum tentu mereka lawan. Kelima peserta dari Akademi cumulus malah duduk melingkar dan bermain kartu.


Permainan kartu itu sengaja Theo perkenalkan pada mereka agar tidak terlalu gugup. Awalnya mereka tidak tidak mengerti, tapi setelah dijelaskan oleh Theo, sekarang mereka malah asyik bermain kartu melupakan kompetisi.


“Hahah, kali ini aku pasti menang!” kata Nafiz mengeluarkan kartunya.


“Hanya dalam mimpi mu senior” kata Theo tenang.


“Apa?! Kenapa kau tidak mengalah sedikitpun pada Senior mu ini Junior Theo?” kata Nafiz frustasi karena tidak pernah menang.


Zeno dan Helios mengerutkan dahi.


'Bukannya kebalik?'


“Sudahlah terima saja kalau kau itu memang payah” kata Zeno.


“Kau sendiri lebih payah dariku!” gerutu Nafiz.


Disaat mereka asyik bermain kartu, terdengar suara mc yang mengumumkan babak satu akan segera dimulai.


Mereka pun membereskan kartu dan segera keluar dari ruangan.


Di luar ruangan, terlihat para peserta Akademi yang berjalan memenuhi lorong menuju Colosseum. Mereka pun ikut berjalan menuju coloseum tanpa berpencar.


***


Semua peserta telah berkumpul di tengah Colosseum. Masing-masing di lengan kiri mereka terpasang ban berlogo Akademi masing-masing.


“Babak Pertama: Kompetisi Lari DI MULAI!”


Sebuah portal besar tiba-tiba muncul dan mereka pun segera masuk ke dalam portal dengan tergesa-gesa karena takut akan kehabisan waktu dan agar lebih leluasa memikirkan cara....


Menyingkirkan peserta lain


Bersambung...


đź‘‘đź‘‘đź‘‘

__ADS_1


LIKE!


__ADS_2