
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
Theo terus mendengarkan cerita Danis dengan tenang sambil membaca buku.
Danis sendiri bercerita terus terang pada Theo karena ia sudah hampir menyerah pada keadaan ayahnya.
Sudah banyak tabib yang menyerah pada kondisi ayahnya, tapi setelah mendapat kabar bahwa tabib di Kerajaan Ilussio bisa menyembuhkan ayahnya, ia sangat senang.
Tapi ketika mendengar bahwa semua tabib dari Kerajaan Ilussio enggan meninggalkan kerajaannya sendiri, Danis seperti di jatuhkan ke tanah setelah terbang tinggi.
Ia bisa saja membawa ayahnya pergi untuk di rawat pada salah satu tabib di Kerajaan Ilussio, namun mengingat jarak dari Kerajaan Amber ke Kerajaan Ilussio tidaklah dekat, ia mengurungkan niatnya terlebih khawatir pada ayahnya jika melakukan perjalanan jauh.
Jadi ia hanya mendapat resep obat untuk mengurangi rasa sakit.
Seorang tabib memberi penjelasan bahwa semua pengetahuan medis di Kerajaan Ilussio telah dikembangkan oleh Pangeran kedua dan para tabib di kerajaan itu merupakan tabib terbaik di seluruh benua meskipun mereka bukanlah tabib keluarga kerajaan.
Tabib tersebut juga menjelaskan bahwa penyembuhan mereka lebih lambat dari Pangeran Kedua. Jika pasien yang di rawat Pangeran kedua membutuhkan waktu 3 hari untuk sembuh, maka mereka akan membutuhkan waktu selama 2-3 minggu untuk menyembuhkan pasien kronis.
Penyembuhan untuk penderita penyakit kronis selama 2-3 minggu itu bukanlah masalah. Karena jika ingin sembuh cepat, maka mereka harus meminta bantuan Pangeran Kedua.
Mengingat identitasnya sebagai Pangeran, tentu saja rakyat segan. Apalagi Pangeran Kedua sudah cukup baik mengajarkan semua ilmu medisnya pada semua tabib.
Ditambah rakyat Kerajaan Ilussio tahu bahwa Pangeran Kedua akan mengobati jika 'ingin' saja. Jika dia tidak 'ingin', mau pasien sesakit apapun atau sekarat, Pangeran Kedua akan mengabaikannya.
Cukup kejam. Tapi entah kenapa tidak ada rakyat yang membencinya. Justru mereka bersyukur karena Pangeran Kedua telah membagikan ilmu dan teknik pada para tabib. Setidaknya ia tidak 'pelit'.
“...jadi aku mohon tolong sembuhkan ayah ku” kata Danis sambil menoleh menatap pemuda yang tenang membaca buku.
“Aku tahu kau hanya mengobati hanya sebatas ingin saja. Tapi aku benar-benar memohon pada mu”
__ADS_1
Theo membalikkan halaman selanjutnya seperti tidak mengindahkan perkataan Danis.
“Maaf, sekarang aku sedang tidak ingin” balas Theo datar dan tenang.
“Junior Theo, aku bersedia meminjam buku di lantai 2 sesuai perintah mu. Bukankah itu bagus untuk mempelajarinya lebih cepat?” bujuk Danis.
“Aku bisa bersabar sampai naik kelas 2.”
“Junior Theo--”
“Informasi yang diberikan tabib itu kurang lengkap. Aku juga akan mengobati jika ada hal yang menurut ku 'menarik'”
“Aku akan memberikan informasi gratis padamu selamanya, bagaimana?” kata Danis tanpa ragu sedikit pun.
Dipikirannya saat ini adalah memberikan penawaran menarik pada Theo agar pemuda itu mau mengobati ayahnya.
“Kamu hanya ketua sementara, penawaran itu akan hilang jika ayah mu kembali memegang kendali setelah sembuh nanti.
Lagipula jika ayah mu sakit, bukankah itu bagus untuk mu?”
Danis mengepal erat tangannya.
“Junior Theo, aku sama sekali tidak peduli jika ayah ku kembali memegang kendali guild informasi. Aku hanya ingin ayah ku sembuh.
Soal janji ku pada mu, aku pastikan ayah ku juga akan menyetujui nya” kata Danis tegas.
“Bagaimana jika ayah mu tidak menyetujuinya?”
“Akan ku pastikan ayah ku akan menyetujuinya.”
__ADS_1
“....”
Hening.
'Informasi gratis selamanya mana akan ku lewatkan begitu saja!'
Sret.
Theo turun dari atas pohon diikuti oleh Danis.
“Bawa ini. Teteskan darah ayah mu dan juga kamu jika setuju” kata Theo sambil menyerahkan selembar kertas perjanjian.
Danis menerimanya lalu membaca dengan seksama isi perjanjian tersebut. Di rasa tidak ada yang mencurigakan, Danis mengangguk.
Ctak.
Theo menjentikkan jari dan pengalang pun menghilang.
“Temui aku di kelas jika semuanya selesai.”
Theo melenggang pergi meninggalkan Danis sendiri.
Danis menatap punggung Theo cukup lama lalu segera pergi membolos untuk menemui ayahnya.
Bersambung...
đź‘‘đź‘‘đź‘‘
LIKE!
__ADS_1