
πππ
Theo duduk dengan tenang sambil menunggu kedatangan pengajar. Di atas meja terdapat peralatan dan beberapa bahan sederhana. Satu ikat rumput, beberapa botol kecil berbeda warna, dan benda hitam bulat seperti arang dengan ukuran kerikil.
'Kalau tidak salah ... ini kan bahan dasar pembuatan potion pemulihan stamina?'
Seperti namanya, potion itu berguna untuk memulihkan stamina. Potion tersebut dapat mengendurkan otot-otot yang tegang setelah latihan berat atau bertarung.
Potion ini terbilang sangat murah karena memang bahan dasarnya sangat mudah di temukan dan di budidayakan. Ya ... setidaknya untuk para bangsawan.
Sedangkan untuk rakyat biasa yang memilih menjejaki jalan kesatria, potion itu masih lumayan mahal dengan kualitas rendah.
Kualitas ramuan juga memiliki beberapa tingkatan. Kemurnian 60-70%, buruk. Kemurnian 71-80%, menengah. Kemurnian 81-90, tinggi. Kemurnian 91-99%, puncak. Kemurnian 100% yang tidak memiliki efek samping, sempurna.
Semakin tinggi tingkat, semakin mahal pula potion tersebut.
Beberapa menit kemudian Mis Elena masuk. Wanita itu menjelaskan banyak hal pada muridnya.
Seperti peraturan alkemis, dasar-dasar menggunakan alat, dan beberapa hal yang tampak seperti tidak penting tetapi sebenarnya sangat penting.
"Karena seluruh mata pelajaran sekunder di mulai minggu ini, Mis akan mengajarkan kalian untuk membuat potion penambah stamina dasar.
Jika kalian merasa ini terlalu rumit dan tidak cocok untuk kalian, belum terlambat jika untuk memilih dan pindah ke batra lain.
__ADS_1
Kalian bisa melihat batra-batra lain selama seminggu ini sebelum kalian memutuskan untuk tinggal dimana.
VOTE!
Karena sekali tenggat waktu, maka tidak ada jalan untuk kembali." kata Mis Elena.
Melihat wajah para murid yang penuh tekad, Mis Elena mengangguk puas. Dia segera mendemonstrasikan cara membuat potion. Wanita itu bahkan memberi beberapa tips dan menjelaskan berbagai proses dengan cara singkat tetapi jelas.
Tidak ada kata-kata yang tidak perlu!
Pada akhirnya, tampak cairan berwarna merah semi transparan di botol kaca yang di bawa Mis Elena. Dari warna, aroma dan penampilan saja para murid tahu bahwa itu potion tingkat puncak.
Namun ekspresi Theo tampak serius karena dia tahu itu adalah potion tingkat sempurna.
Alasan Theo mengetahui tingkatan potion tersebut tentu saja karena dia adalah seorang Pangeran dari kerajaan terbesar di benua timur dan kerajaan terkuat di dunia. Dia selalu diberi potion tingkat sempurna oleh Kerajaan Ilussio.
Theo memusatkan fokusnya pada pembuatan potion pertamanya. Bagaimana pun obat akan berubah menjadi racun jika tidak mendapat takaran yang pas.
Jika takaran kurang sedikit, maka efektivitasnya akan menurun sedangkan jika takarannya lebih sedikit maka akan menjadi racun.
Pertama-tama Theo memastikan kebersihan beberapa bahan. Setelah itu dia mengambil bahan utama yang merupakan rumput sihir.
Theo memisahkan tulang-tulang rumput itu dengan hati-hati lalu menata bahan agar tidak tercampur dengan bahan lainnya.
__ADS_1
Kemudian dia memanaskan air dengan takaran yang pas ke sebuah kuali. Setelah mendidih, Theo memasukkan bunga dan beberapa jenis bubuk ke dalam kuali.
Di rasa telah cukup waktu, Theo memasukan barang seperti arang ke dalam kuali. Theo melihat semua bahan tercampur dan air di dalam kuali berubah menjadi hitam pekat.
Sangat berbeda seperti potion yang diperlihatkan Mis Elene!
VOTE!
Theo masih sabar menunggu berharap akan ada keajaiban.
Setelah beberapa saat menunggu. Air di dalam kuali mulai berubah menjadi merah tetapi tidak sepekat seperti potion Mis Elena.
Theo mengendus aroma potion miliknya lalu tersenyum hingga matanya menyipit dan membentuk lubang di pipi kanan dan kirinya.
'Potion tingkat tinggi pertama ku!' teriaknya dalam hati.
Bersambung...
πππ
Selamat ayang Theo( ββΏβ )β‘
LIKE!
__ADS_1