
Lima orang gadis yang duduk di sebuah mobil, mereka menikmati semilir angin yang sejuk yang berhasil menerbangkan rambut mereka.
Shawnette berdiri dan merentangkan tangannya dia begitu menikmati angin yang menerbangkan rambutnya, Aurora mengeluarkan tangannya, semua orang sangat menyukai ini bahkan mereka tidak menyesal sama sekali dengan apa yang mereka lakukan.
"Lona, ke pantai yuk!" ujar Raline yang berdiri merentangkan kedua tangannya.
"Raline, kita memang mau ke pantai" omel Xylona
Raline senyum cengengesan, Xylona menggelengkan kepalanya dia menambah kecepatan pada mobilnya setelah menghabiskan waktu mereka tiba di sebuah pantai.
Mereka turun dan merasakan semilir angin yang mengelus kulit mereka, dapat didengar suara desiran ombak yang menenangkan.
"Guys, it's so beautiful" ujar Citra mendongak kepalanya merasakan angin yang menyapu kulit wajahnya.
"Udah lama gue gak ke pantai" sambung Xylona yang sudah mengeluarkan ponselnya.
"Sean pasti suka" ujar Aurora.
Aurora yang baru saja menyebut nama Sean langsung teringat jika dia harus menjemput Sean dari TK.
Aurora menepuk jidatnya, "sial, kenapa aku melupakan Sean?" ucapnya kecil.
Shawnette yang mendengar suara Aurora menaikkan satu alisnya, "memang Sean kenapa?" tanyanya.
"Seharusnya aku menjemputnya tapi aku lupa dan malah pergi ke sini" jawab Aurora lesu.
"Apa ada seseorang yang bisa diminta tolong untuk menjemputnya?" ucap Shawnette memberikan saran.
Aurora mengingat orang yang bisa dimintai tolong untuk menjemput dan menjaga Sean selama dia menghabiskan waktu dengan teman-temannya.
Ada satu nama yang terlintas di pikirannya, ia mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak seseorang dan menelpon orang, panggilan diangkat dapat didengar suara penerima di sebrang sana.
"Halo, Aurora ada apa?" tanya orang itu tanpa basa-basi.
"Halo kak Revan, kakak lagi dimana?" tanya Aurora.
"Lagi di apartemen, kenapa?" tanya Revan balik.
"Bisa minta tolong, enggak?"
"Minta tolong apa?"
"Tolong jemput Sean di TK dan juga tolong jaga dia sebentar, aku akan menjemputnya setelah aku pulang" ujar Aurora sedikit ragu.
"Ok" ucap Revan singkat.
Aurora mematikan sambungan telepon dan orang yang ditelepon oleh Aurora adalah Revan seorang dokter anak-anak dan juga tetangganya Aurora, dia tinggal di sebelah unitnya Aurora.
Shawnette melihat Aurora selesai menelpon, "sudah siap?" tanyanya.
"Sudah, kak Revan yang jemput" ujar Aurora.
"Revan? your boyfriend?" tanya Shawnette mengangkat satu alisnya.
__ADS_1
"No, he's not my boyfriend" balas Aurora penuh penekanan.
"I'm just kidding" ucap Shawnette tertawa.
"I know" balas Aurora.
Mereka duduk di pinggiran pantai dan merasakan air ombak yang membasahi kaki mereka, mereka melihat Xylona, Raline dan Citra yang bermain lempar air.
Shawnette membuka suaranya, "Ra, apa kau tertarik dengan kakakku?" tanyanya spontan.
Aurora mengernyitkan dahinya, "maksudnya?" tanyanya balik.
"Sudah lupakan saja"
"Shawnette, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Aurora dengan nada sedikit ragu.
"Boleh, kau ingin tanya apa?"
"Tentang kak Galaksi" jawab Aurora cepat.
Shawnette terdiam untuk beberapa saat, ia mengernyitkan dahinya, "kau ingin tanya apa tentang kakakku?" tanyanya.
"Aku mendengar pembicaraan antara kau dan Xylona di kantin, aku penasaran kenapa kalian ketakutan ketika menceritakan tentang kak Galaksi?"
Shawnette menghembuskan nafasnya, "karena kak Galaksi bersikeras ingin melakukan operasi transplantasi wajah" ucapnya pelan.
"Memang kenapa jika kak Galaksi ingin melakukan operasi itu?"
Aurora sedikit mengerti mungkin Shawnette sedikit ragu untuk memberitahu tentang kak Galaksi, bagaimanapun mereka tidak sedekat itu sampai Shawnette akan memberikan informasi begitu saja padanya.
"Shawnette, seperti apa tipe ideal kak Galaksi?" tanya Aurora tanpa sadar.
Shawnette tertawa kecil mendengar pertanyaan itu akan keluar dari mulut Aurora, "cie.... ada yang ingin gebet kak Galaksi" goda Shawnette.
Aurora baru menyadari pertanyaan yang keluar dari mulutnya menepuk jidatnya dan ingin sekali menenggelamkan dirinya di laut.
"Udah gak usah malu!" ujar Shawnette tertawa kecil.
Pipi Aurora sudah memerah menahan malu, "Shawnette mungkin ini salah paham" elak Aurora berharap Shawnette mempercayai dirinya.
"Karena aku orang baik aku akan kasih tahu tipe ideal kak Galaksi" ucap Shawnette mengibas rambutnya, "Kak Galaksi itu suka sama cewek yang rambutnya dikepang dua dan pakai hair clips di atas rambutnya tapi kak Galaksi juga suka cewek yang rambutnya dikucir dua" ucapnya.
"Terus selain itu?" tanya Aurora yang ingin tahu banyak hal tentang Galaksi.
"Kak Galaksi suka gadis yang percaya diri karena bagi kak Galaksi, cuma wanita yang punya kepercayaan diri yang tinggi dan bisa menghargai orang lain yang pantas menjadi kekasihnya,"ujar Shawnette jujur.
"Jadi kak Galaksi tidak suka sama cewek pemalu," ucap Aurora lesu.
"Udah tenang aja, pasti kakak suka sama cewek pemalu apalagi ceweknya macam Aurora," ucap Shawnette yang berhasil membuat pipi Aurora memerah.
"Really?" tanyanya malu-malu.
"Yes, he likes you!"
__ADS_1
"Shawnette, Aurora ayo gabung" teriak Citra melambaikan tangannya.
Aurora dan Shawnette beranjak dari duduknya, mereka berlari mendekati mereka bertiga, dan mulai perang air, Aurora mencipratkan air ke Xylona.
Mereka saling mencipratkan air satu sama lain sampai seragam Pramuka mereka basah, mereka lelah dan berjalan ke permukaan mereka membaringkan tubuh di atas pantai dan memandang ke atas langit.
"Guys, aku ingin kita bisa menjadi sahabat!" ujar Xylona pelan memandang langit.
"Iya, aku juga ingin kita menjadi sahabat" sambung Raline.
Shawnette bangkit, "ok, mulai sekarang kita berlima sahabat" ucapnya bersemangat.
"Ok, kita sahabat tapi nama geng kita apa ya guys?" ujar Xylona.
"Bagaimana ******?" ujar Citra ngawur.
"Masa cantik-cantik gini nama geng ya ******" saut Aurora.
"Bagaimana Belle Fille?" usul Xylona.
"Kok nama geng ya bahasa Prancis?" tanya Citra.
"Karena Xylona orang Prancis" ujar Shawnette.
"Kok aku baru tahu kalau Xylona orang Prancis?" tanya Raline.
"Jadi rambut sama muka gue cantik ini gak lo lihat!" balas Xylona ketus.
"Ya gimana soalnya Xylona gak ada bule ya sama sekali" ucap Citra.
"ihh kak Citra, semua yang lihat Lona pasti bertanya-tanya Lona itu dari benua Eropa bagian mana. Masa cantik gini gak nampak sih kalau Lona itu keturunan Eropa," cerocos Xylona yang berhasil membuat mereka semua menutup telinga mereka.
"Udah siap lo pamer!" ucap Shawnette sinis.
"Udah lupakan itu, setuju enggak nama geng kita Belle Fille?" tanya Xylona sekali .
"Aku setuju dengan nama geng itu" ujar Aurora.
"Aku juga mungkin jika ada yang mendengar nama geng kita pasti dia tanya apa arti dari geng kita" ujar Raline.
"Mulai sekarang nama geng kita adalah Belle Fille" ucap Citra girang
"Belle Fille, We are best friends forever"
TBC
Don't forget to vote and comment
Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.
Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian dan juga kata-kata penyemangat agar author rajin update
See you
__ADS_1