
Galaksi dan lainnya yang sedang berada di kantin melihat Shawnette yang membentak temannya tapi mereka tidak tahu siapa, Galaksi biasa saja melihat itu karena dia tahu adiknya tidak akan membentak seseorang tanpa alasan.
"Gak sangka gue adik lo yang pendiam itu bisa juga marah" ujar Risky.
"Ternyata calon masa depan gue galak" saut Chiko yang senyum-senyum sendiri.
"Jika lo berani dekati adik gue lawan gue di ring tinju" ucap Galaksi mengandung nada yang sedikit suram.
"Seram amat lo" balas Chiko yang tidak takut.
"Lo semua nggak masuk ke kelas?" tanya Zayn yang paling pintar dan rajin di antara mereka.
"Pelajaran apa hari ini? kalau bahasa Prancis gue masuk" ujar Vino yang memang hobi bolos.
"Kimia sama fisika" jawab Zayn.
"Itu belajar atau buat kepala orang pusing masa kita harus hitung mobil berjalan sama apel jatuh" seloroh Reza.
"Daripada hitung apel jatuh dari pohon bagaimana kita pergi ke tempat biasa?" tawar Felix yang berhasil membuat mereka setuju.
"Let's go" ucap Risky.
Mereka pergi meninggalkan kantin dan berjalan menuju belakang sekolah, Galaksi melompati tembok yang menjulang tinggi ke atas dengan begitu mudah tanpa ada kendala sedikitpun, seterusnya mereka juga melompati tembok tinggi itu juga.
Setelah mereka melompati tembok itu mereka berjalan menuju ke sebuah gang yang sempit dan sepi itu, mereka berjalan selama 20 menit dan tiba di sebuah warnet (warung internet), warnet ini begitu ramai di isi oleh banyak pelajar yang membolos dan ada juga yang merokok.
Mereka sering datang ke warnet ini ketika mereka bolos bagi mereka warnet sudah menjadi tempat singgah kedua setelah sekolah, mereka berjalan ke arah tempat sih pemilik warnet yang sedang duduk di depan komputernya.
"Bang macam biasa 3 jam!" ujar Vino
"Ok....apa ada yang lain?" tanya sih Abang penjaga warnet
"Tidak ada bang!" balas Vino
Abang penjaga warnet menyiapkan 7 komputer untuk mereka, mereka duduk di depan komputer itu dan mulai mencari game yang ingin mereka mainkan bersama.
"Woi gue udah login!" teriak Reza.
"Gue juga udah!" saut Ciko.
Ketika mereka sedang login akun mereka masing-masing datang dua orang pria menghampiri mereka semua.
"Hei bro" ucap salah satu pria itu.
"Udah lama kalian nggak mampir kemari" ucap pria lainnya.
"Robby! Rio apa kabar bro?" ucap Galaksi menepuk bahu Robby.
Robby dan Rio adalah teman Galaksi dan lainnya, mereka bersekolah di SMA yang berbeda, Rio dan Robby bersekolah di Blue Bold High School sedangkan Galaksi dan lainnya bersekolah di Phoenix High School, mereka bertemu di warnet ini ketika Galaksi dan lainnya sedang bolos dan dari situlah pertemanan mereka di mulai.
"Kalian mau main?" tanya Rio.
"Iya mau nggak gabung dengan kita?" tanya Zayn.
"Iya ayo gabung dengan kita biar makin tambah seru!" saut Felix.
"Tanpa kalian minta kita mau gabung dengan kalian" ujar Robby.
Robby dan Rion duduk di sebelah Galaksi dan teman-temannya, mereka masuk ke akun mereka dan memulai permainan.
__ADS_1
"Kampret gue di serang, Chiko bantu gue tolong!" teriak Felix
"Bukan lo aja yang di serang, gue juga ni, sialan lo Robby!" balas Chiko
"Gue nggak terima jika gue kalah!" ucap Reza
Reza, Ciko, Vino dan Rio terus melawan musuh mereka,dan dapat terdengar suara mouse yang di pencet oleh mereka berempat.
Robby, Galaksi, Zayn, Felix, dan Risky yang tidak tinggal diam membalas serangan mereka, terjadi pertarungan sengit antara 2 kubu. Setelah permainannya selesai yang berhasil dimenangkan oleh kelompok Chiko
"Yes kita menang!" teriak Chiko kegirangan.
"Kampret lo Zayn kan karena lo kita kalah!" ujar Felix
"Kok gue aturan itu lo Felix!" balas Zayn yang tidak mau disalahkan.
"Udah nggak usah ribut,sama-sama beban lo berdua pada!" ujar Robby tertawa.
"Sialan lu Rob" balas mereka berdua
Vino melihat jam di pergelangan tangannya, jarum yang menunjukkan pukul 1 siang dan itu adalah waktu pulang sekolah.
"Woi balik woi!" teriak Vino
"Cepat kali masih jam 10" saut Zayn
"Kampret ini sudah jam 1 siang sudah waktunya pulang!"
"Apa!" teriak mereka kompak
"Shawnette pasti nunggu gue!" ucap Galaksi
"Kapan-kapan kita main lagi ya!" ucap Rio
"Siap itu!" balas Risky
Mereka membayar terlebih dahulu kepada Abang penjaga warnet sebesar 60k, mereka keluar dan berlari menuju ke arah sekolah, mereka tiba dan masuk melalui gerbang dan berpapasan dengan beberapa siswa dan siswi yang pulang.
Mereka mengambil tas mereka terlebih dahulu dan meninggalkan kelas, berjalan ke tempat parkir motor Galaksi dapat melihat Shawnette menunggu mereka.
"Kak Galaksi kemana aja? lumutan tahu nunggu kakak!" omel Shawnette menghentakkan kakinya
"Sorry kakak bolos tadi jangan bilang ke mama ya!" ucap Galaksi
"Udah Nette duga" jawab Shawnette mengerucutkan bibirnya.
Shawnette naik ke motornya Galaksi, dia menghidupkan mesin motor dan jalan, tapi ketika mereka mengendarai motor ada seekor kucing yang melintas dan seorang gadis yang ingin menolong kucing itu.
Galaksi melihat ada orang di depan langsung mengerem motornya mendadak, dia membuka helmnya dan berteriak kepada gadis itu yang sedang menggendong kucing yang ditolong di tangannya.
"Punya mata nggak sih lo? lo bisa lihat kan motor gue jalan? jika lo mati gimana hah?" teriak Galaksi
"Maaf kak!" ucap gadis itu mengelus kucing
"Kalau orang ngomong lihat mukanya bukan lihat ke bawah!" ucap Galaksi
"Galaksi udah itu cewek nggak salah, dia cuma mau nolong itu kucing" saut Reza
"Kak udah mungkin dia tidak tahu, tidak ada yang cedera kan jadi tidak usah emosi" ujar Shawnette lembut
__ADS_1
Aurora mengangkat kepalanya dan melihat orang yang membentaknya ternyata orang yang sama dengan dia tabrak tadi di koridor sekolah, Galaksi yang melihat Aurora memijit pelipisnya.
"Lo lagi lo lagi, kenapa gue selalu bertemu dengan lo?" ucap Galaksi ketus.
"Biar kakak tahu ada cewek secantik aku" jawab Aurora ngawur seraya membelai bulu kucing.
"Enggak usah kepedean lo, untung aja lo nggak mati gue tabrak" ucap Galaksi sarkas.
"Jika aku mati orang yang pertama aku hantuin kakak" balasnya terlalu ngawur.
Aurora tidak ingin berlama-lama dengan pria yang bertopeng, dia tidak tahu kenapa jantungnya malah berdebar-debar melihat Galaksi bukan berdebar karena suka melainkan takut.
"Untuk kakak semua aku mohon maaf jika aku membuat kalian tidak nyaman dengan tindakan aku barusan" ujar Aurora sopan dengan membungkukkan bahunya.
"Udah nggak apa-apa, tapi sebagai permintaan maafnya boleh nggak kita pulang bareng?" ujar Felix yang sudah menunjukkan pesonanya untuk menjerat mangsanya.
Aurora merasa sedikit canggung dengan situasi ini dan dia cuma bisa menarik sedikit sudut bibirnya yang tersenyum canggung.
"Aduh neng kenapa senyum begitu manis?"
"Neng jangan sering senyum-senyum nanti abang diabetes!" gombal Felix yang berhasil membuat semua orang menatap jijik padanya.
"mau pulang kan? pulang sama aku aja gimana?" tawar Felix menepuk belakang motornya.
"Terimakasih kak tapi maaf tidak boleh pulang dengan orang yang tidak dikenal" ujar Aurora dengan halus.
Aurora melangkah kakinya pergi meninggalkan pekarangan sekolah, Felix masih diam untuk waktu yang lama selama ini Felix tidak pernah ditolak oleh gadis manapun tapi sekarang gadis yang baru saja singgah beberapa menit berhasil membuat harga dirinya jatuh.
"Kok itu cewek malah nolak tawaran gue?" ucap Felix
"Lu nggak dengar apa yang dikatakan dia?" tanya Vino pada Felix
"Gue cuma dengar tidak baik pulang dengan orang tidak dikenal" ujar Felix yang memang sedikit lemot
"Mungkin dia pikir sih Felix mau macam-macam kali, kan itu cewek nggak kenal sama sekali dengan Felix" ujar Vino
"Siapa coba yang mau pulang dengan orang yang tidak dikenal sama sekali?" ujar Risky
"Ada! itu fans-fans lu pada" ujar Ciko menunjuk kerumunan gadis
"Kalau itu sudah biasa!" balas Felix.
"Tapi gue senang lihat lo ditolak sama itu cewek" ejek Galaksi.
"Gue juga kan kapan lagi melihat seorang Cassanova seperti Felix ditolak oleh cewek" seloroh Zayn.
Mereka tertawa melihat untuk pertama kalinya Cassanova seperti Felix ditolak biasanya dirinya yang akan menolak para gadis, Felix wajahnya sudah memerah menahan kesal pada teman-temannya.
"Guys, gue cabut duluan" ujar Galaksi
Galaksi menyalakan mesin motornya dan meninggalkan pekarangan sekolah dan yang lainnya juga memutuskan untuk pulang ke rumah mereka tanpa kumpul-kumpul seperti biasa.
TBC
Don't forget to vote and comment
Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.
Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian.
__ADS_1
See you