
Aurora berjalan di koridor sekolah dia melihat banyak orang yang berkerumun di depan mading, melihat orang-orang berkerumun di sana membuat Aurora juga penasaran apa yang ada di mading.
Aurora malas harus berdesak-desakan jadi dia memilih membuka ponselnya dan mencari akun sekolah, dia membaca sebuah hot news trending topik hari ini di Phoenix High School.
"Gila, nona Auristella akan mengajar di sekolah ini" gumam Aurora tersenyum, dia merasa senang pianis favoritnya akan mengajar di sekolahnya.
Aurora berjalan sembari membaca berita di ponselnya, dia fokus pada ponselnya tanpa melihat dia menabrak dada seseorang, Aurora merasakan dia menabrak sesuatu yang empuk dia mengangkat kepalanya dan melihat orang yang ditabraknya adalah seorang pria bertopeng.
"Jalan itu pakai mata" ujarnya dengan nada serak pergi meninggalkan Aurora.
Aurora melihat pria itu cuma bisa menghembuskan nafasnya dan juga mengelus dadanya, "itu bukannya kak Galaksi?"
Aurora memandang punggung Galaksi, dia melihat jaket kesayangannya yang malah menjadi penutup kepala Galaksi, dia sangat menyayangi jaket itu jadi dia tanpa sadar malah mengejar Galaksi.
Aurora berlari begitu cepat menuju arah Galaksi yang sedang berjalan, Aurora berdiri di depannya dan membuat Galaksi terpaksa menghentikan langkahnya. Galaksi mengangkat satu alisnya menatap Aurora yang berdiri di depannya.
"Ada urusan apa lo sama gue?" tanya Galaksi dingin.
"Ini orang seram amat tapi karena demi jaket kesayangan aku harus berurusan dengan orang ini" ujarnya dalam hati.
"Orang nanya kok bengong?" tanyanya dengan suara seraknya.
"Kak, boleh minta jaketnya?" tanya Aurora sedikit takut.
"Ini punya orang dan gue ingin mengembalikan jaket ini, memang lo siapa sampai berani minta jaket ini?" tanyanya yang membuat Aurora ingin menonjok wajahnya.
"Maaf sekali lagi kak, tapi jaket ini milikku"
"Apa buktinya jika jaket ini punya lo?"
"Aku pinjamkan jaket ini ke kakak untuk melindungi kakak dari panas matahari" jawab Aurora berusaha santai.
"Tapi maaf, aku tidak akan memberikan jaket ini karena ini sudah menjadi milikku" ujar Galaksi tanpa merasa berdosa sama sekali.
Galaksi melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena Aurora, dia berjalan begitu santai dengan jaket yang masih tetap berada di atas kepalanya, Aurora cuma bisa melihat kepergian Galaksi seperti orang bodoh.
"Kok jaketnya jadi punya kak Galaksi bukannya aku yang punya itu jaket?" tanya Aurora pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Aurora berjalan menuju kantin dan dia masih memikirkan tentang jaket kesayangannya, dia membuka kulkas yang ada di sudut kantin mengambil dua botol minuman, dia duduk di meja yang bersebelahan dengan Vanostra Evil tanpa dia sadari.
Aurora membuka minumannya lalu meminumnya, "itu orang bukannya orang kaya tapi kenapa dia malah mengambil jaket orang biasa seperti aku" ucapnya.
Aurora menoleh ke samping dia melihat meja Vanostra Evil yang bersebelahan dengan mejanya, dia ingin pindah dari mejanya itu tapi sayang semua meja sudah terisi penuh.
"Aduh, kenapa aku malah duduk bersebelahan dengan mereka?" ucap Aurora menepuk jidatnya dan sedikit memijit pelipisnya.
Ada tiga orang gadis yang malah duduk di meja Aurora, dia melihat siapa gadis yang duduk di mejanya dia membuang nafasnya kasar memandang ketiga gadis itu.
"Hi,apa boleh kami duduk disini?" tanya Xylona.
"Boleh bagaimanapun meja ini juga bukan milikku" jawab Aurora jutek.
"Ra, apa kau yakin tidak ingin bergabung dengan kita?" tanya Shawnette.
"Aku yakin karena aku sangat membenci orang yang berteman setelah itu membentuk geng" jawab Aurora sarkas.
"Memang apa alasannya bukannya itu keren?" ucap Laquitta ketus.
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain, mereka mungkin sedang bingung dengan yang dikatakan oleh Aurora sampai Laquitta membuka suaranya.
"Buat apa kami menghabiskan waktu cuma untuk mengajar anak jalanan yang bahkan membaca saja tidak bisa" ucap Laquitta merendahkan Aurora.
"Laquitta, jaga perkataan lo itu sama saja lo tanpa sengaja melukai hati mereka" ujar Xylona yang tidak terima dengan perkataan Laquitta.
"Ra, maafkan Laquitta mungkin dia tidak bermaksud seperti itu" saut Shawnette.
"Nette, ngapain kau minta maaf sama dia, apa karena kau ingin dia tetap bergabung dengan kita? Nette, tidak ada gunanya buat apa kita membuang waktu cuma untuk membujuknya, dia pasti menyesal karena telah menolak ajakan kita" ucap Laquitta yang tetap kukuh pada pendiriannya.
"Kalian lihat bukan, ini alasan aku tidak ingin bergabung dengan kalian, bahkan teman kalian tidak bisa sedikit saja menghargai orang lain, kalian lupakan saja jika aku pernah berkata seperti itu..." Aurora menjeda perkataannya kemudian melanjutkannya, "oh iya, daripada kalian membuang waktu cuma untuk mengajak aku bergabung dengan kalian lebih baik kalian memperbaiki etika dan moral teman kalian".
Aurora beranjak dari tempat duduknya dia meninggalkan mereka bertiga yang sudah menampilkan ekspresi wajah yang merasa bersalah tapi tidak dengan Laquitta.
"Memang dirinya kira dia siapa? dewi, malaikat?" omel Laquitta.
Mereka menatap tidak suka pada Laquitta, Xylona malah memasukkan gorengan pada mulutnya Laquitta agar dia bisa diam.
__ADS_1
"Lona, kenapa lo masukan gorengan ke mulut gue?" decak Laquitta.
"Agar your mouth can be silent" balas Shawnette jutek.
"Laquitta, lo bisa tidak hargai orang sedikit saja?" ucap Xylona pelan tapi mengandung nada kesal.
"Nggak, orang tua gue mengajarkan orang yang pantas dihargai itu orang yang berasal dari kalangan atas" jawab Laquitta sombong.
"Ini alasan kenapa tidak ada yang mau berteman dengan lo Laquitta" bentak Shawnette keras yang berhasil membuat semua orang di kantin menatapnya.
"Maksud lo apa?" tanya Laquitta.
"Jadi lo mau berteman dengan kita karena kami berasal dari keluarga berada?" tanya Shawnette.
"Iya, gue mau berteman dengan kalian karena alasan itu, kalau boleh jujur gue enggak suka berteman dengan orang miskin" ujar Laquitta santai.
Shawnette dan Xylona begitu geram mendengar itu jadi selama ini pertemanan dan persahabatan mereka terjadi hanya karena status sosial, Shawnette yang tidak bisa menahan emosinya langsung menggebrak meja.
Brak….
Mereka menjadi pusat perhatian terutama Shawnette, Laquitta terdiam, ia tidak pernah melihat Shawnette semarah ini dapat dilihat dari tatapan tajam Shawnette yang seakan membunuh mangsanya.
"Nette, udah jangan ribut disini,malu tahu semua orang pada lihat kita termaksud kak Galaksi" ujar Xylona menarik rok Shawnette.
Shawnette melihat semua orang menatap mereka langsung melangkah kakinya pergi meninggalkan kantin dengan Xylona yang mengikutinya, sedangkan Laquitta dia masih terdiam dengan mengepalkan tangannya.
"Gue akan balas lo Aurora karena lo Shawnette bahkan membentak gue di hadapan banyak orang" gumam Laquitta kecil.
TBC
Don't forget to like and comment
Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.
Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian.
See you
__ADS_1