Fille Forte

Fille Forte
Party


__ADS_3

"Udah ayo kita mulai" ujar Citra girang.


Bisa dilihat dari tatapan mata Citra yang bahagia, Aurora dan Xylona berusaha untuk tidak canggung yang akan merusak pesta Citra.


Pelayan mendorong sebuah troli yang berisikan makanan seperti cupcake, donat, macaron, dan lain-lain.


Sebuah kue ulang tahun yang di atasnya ada lilin yang menandakan dia telah berumur 16 tahun.


"Happy birthday to you" nyanyi Shawnette dan diikuti lainnya.


Mereka menyanyi lagu ulang tahun buat Citra, Citra menghembuskan lilin tapi Raline menghentikannya.


"Kak Citra jangan tiup sekarang!" larang Raline.


Citra mengerutkan keningnya, "kenapa?" tanyanya.


"Make a wish ya dulu dong" ucap Raline.


"Iya kak make a wish ya minta aku agar tidak jomblo lagi" saut Xylona.


"Enggak usah didengar itu anak" sambung Shawnette dengan mata yang melotot ke Xylona.


Xylona mengerucutkan bibirnya, mereka bukannya merasa gemas malah ingin menepuk bibirnya Xylona.


Citra menautkan kedua tangannya sambil menutup matanya, "aku harap aku bisa tertawa bahagia untuk selamanya" ucapnya di dalam hatinya.


Citra membuka matanya lalu menghembuskan lilin, mereka bertepuk tangan dan bersorak riang, Citra memotong kuenya lalu menyuapi Aurora, dan seterusnya.


"Happy birthday kak Citra" ujar Raline menyodorkan sebuah kotak pada Citra.


Citra menerima kotak itu, "terimakasih" balasnya tersenyum.


Aurora mengambil sebuah kotak kecil dari tasnya, "selamat ulang tahun kak" ujar Aurora menyerahkan kotak pada Citra.


Citra menerimanya dengan senang hati, dan dilanjutkan dengan yang lainnya memberikan hadiah untuk Citra. Citra menyimpan semua hadiah dari temannya di lemari.


Mereka duduk di sofa yang terdapat di kamar Citra, Shawnette meminum jus dengan meluruskan kakinya dan Xylona golek sembari memakan donat begitu lahap, Raline yang memasukkan macaron ke mulutnya dalam sekali suapan, mereka makan tidak ada jaim seperti sudah menganggap rumah Citra ini sebagai rumah mereka.


Aurora memegang sebuah gelas di tangannya dengan memandang langit biru di balkon yang terdapat di kamar Citra dan sekali pandangannya mencuri ke arah piano.


"Aku sangat merindukan kalian" ujar Aurora pelan dan mata yang sedikit panas mengeluarkan air mata.


Citra menepuk pundak Aurora, dan lamunannya langsung buyar, ia menghapus air mata di pelupuk matanya.


"Ada apa kak?" tanya Aurora.


"Kau kenapa sendiri aja di sini, kenapa enggak gabung dengan yang lain?" tanya Citra beruntun.


Aurora tersenyum dan menghembuskan napas, "maaf kak, aku sangat tertarik dengan cuaca hari ini" ucapnya berbohong.


Citra cuma ber - oh ria sembari meminum cocktail yang disiapkan khusus oleh pelayan rumahnya, "Ra, apa kau sangat tertarik memainkan piano itu?" tanyanya dengan dagunya menunju piano.


"Aku tidak bisa bermain piano" balas Aurora yang tentu saja berbohong.


Citra tahu dari gaya bicara Aurora yang tidak menatap matanya itu artinya dia sedang berbohong, tapi ia tidak ingin ikut campur urusan Aurora.


"Kak Citra, pesta ya gini aja gak ada hiburan gitu!" keluh Xylona lesu


Citra menggeleng kepalanya, ia mengambil mic yang berada di dekat speakers lalu menghidupkan musik dengan volume yang sangat keras sehingga bisa terdengar sampai keluar, tapi tenang saja karena kamar ini kedap suara itu artinya suara yang berada di kamar tidak akan mengganggu penghuni rumah ini.


"Ayo kita nyanyi guys" teriak Xylona yang sudah merebut mic dari tangan Citra.


Citra memainkan lagu dangdut yang berhasil membuat Xylona bernyanyi begitu kuat dan bergoyang, di tengah-tengah lagu berputar mereka semua menggoyang badan mereka, mulai dari pinggang, pinggul bahkan berbagai macam gaya mulai dari gergaji,


"Percuma lo orang Indonesia asli Nette, lo enggak bisa goyang! Lihat ini gue ini baru namanya goyang, tarik...ser...." ujar Xylona meliukkan tubuhnya.


"Terserah gue mau goyang apa!" balas Shawnette ketus yang terus bergoyang.


"Tarik terus.....goyang lagi sampai kandas" ujar Aurora yang moodnya sedikit membaik.


"Goyang terus....!" sambung Citra yang sudah menunjukkan kegilaannya.


"Tali beha......." nyanyi Raline yang sengaja mempeleseti liriknya.


"Raline, yang benar itu tali merah bukan tali beha" protes Citra.


"Tali beha...." balas Raline ngotot.


Mereka merasa lelah karena telah bergoyang selama satu jam, mereka merebahkan tubuh mereka di atas lantai ngos-ngosan, mereka menarik napas dalam-dalam.


"Guys, gue capek" keluh Shawnette.


"Bukan lo aja kali gue juga" balas Xylona.


"Aku begitu lelah, aku tidak pernah berjoget seperti ini" ujar Aurora.


"Sama aku juga tidak pernah berjoget sama bernyanyi seperti ini" sambung Raline tersenyum memandang langit-langit kamar.


"Udah lama aku tidak seperti ini" ujar Citra mengandung makna yang dalam.


"Udah jangan ada yang mewek, ayo kita sambung ronde ke dua" ujar Aurora yang begitu malas jika ada orang yang akan menghancurkan moodnya.


"Ayo, kita putar lagu apa guys?" tanya Xylona yang mencari lagu di hp.


"Bagaimana lagu Korea saja" usul Citra.

__ADS_1


"Aku setuju, Xylona mainkan" ujar Raline.


Xylona memutar lagu Korea yang berjudul Me Gustas Tu by Gfriend yang lagunya mengandung nada yang energik dan cocok dinyanyikan oleh gadis yang ingin mengungkapkan perasaannya.


"neol hyanghan seolleimeul


oneulbuteo urineun..." nyanyi Citra yang memutar tangannya.


"kkumkkumyeo gidohaneun


oneulbuteo urineun" nyanyi Raline begitu semangat


"jeo barame noeul bicc


nae mameul sireo bonaelge" sambung Xylona.


"geuriun maeumi moyeoseo naerineun" sambung Raline dengan suara lembut.


"Me gustas tu gustas tu su tu tu ru johahaeyo gustas tu su tu ru...." nyanyi Aurora yang malah menari selayaknya dia adalah idol.


Mereka menyanyi lagu tersebut sampai selesai kemudian dilanjutkan dengan lagu yang bertema rock dan energik. Yup mereka menyanyi lagu loco by itzy


Aurora memutar musik tersebut dan bernyanyi tapi ada yang menarik ia malah melakukan gerakan dance yang ada di lagu Loco.


"Neon nal banjjeum michige mandeurеo


You got me like cray-cray-crazy in love


Daеche nega mwonde


Michyeo nalttwieo gibuni up and down


You got me like cray-cray-crazy in love


Nado naega outta control" nyanyi Aurora yang melakukan gerakan dance tanpa merasa kesulitan.


Mereka melihat Aurora yang menari seperti itu, mulut mereka terbuka lebar dan ternganga.


"Gue enggak nyangka orang yang pendiam seperti Aurora bisa dance" ujar Xylona menatap takjub Aurora.


"Sama gue enggak sangka" sambung Citra.


Aurora yang menyadari teman-temannya melihat dirinya langsung berhenti dan tersenyum canggung ke arah mereka, mereka bertepuk tangan mengapresiasi kehebatan dance Aurora.


"Ra, lain kali ajarin gue dance ya" pinta Raline dengan puppy eyes.


"Ra, lo keren amat" puji Shawnette.


"Terimakasih" ucap Aurora menggaruk tengkuknya.


"Hajiman nan marya Neoui bakkeseon sal su eopseo" nyanyi Aurora menyentuh dadanya.


"Naegen neo hanaro muldeun... Siganmani heulleogal ppuniya...." sambung Citra.


"Saranghaeyo.... gomawoyo...... Ttatteushage nareul anajwo...... I sarang ttaemae naneun sal su isseO...." saut Xylona yang begitu mendalami makna dari lagu tersebut.


"Nampak kali ya mbak lagi putus cinta" ceplos Raline.


"Siapa yang putus cinta?" tanya Xylona yang tidak sadar jika dia disindir.


"Ya siapa lagi kalau bukan lo Xylona" ujar Shawnette.


"Siapa yang bilang gue lagi putus cinta?" tanya Xylona gusar.


"Dari gaya Xylona gini aja kita tahu lo lagi putus cinta" saut Aurora menatap Xylona.


"Cih.... gue ketarak kali ya lagi putus cinta?" tanya Xylona sekali lagi.


Mereka semua mengangguk kecil, Xylona menghembuskan napas kasar, "gue semalam chat kak Vino" ucapnya pelan.


"Xylona lo punya keberanian darimana sampai berani chat kak Vino? Gue jamin pasti chat lo enggak dibales sama kak Vino, ya kan?" ujar Shawnette yang tepat sasaran.


"Ih Shawnette enggak usah dikata juga dong," ucap Xylona ketus melipat tangannya.


"Tapi Xylona dapat kontak Vino darimana?" tanya Citra sedikit penasaran.


Xylona menggaruk tengkuknya, "tunggu ingat-ingat dulu dapat kontak kak Vino darimana!" ucapnya berusaha untuk tidak menjawab pertanyaan teman-temannya.


"Enggak usah pasang muka macam itu enggak cocok tahu!" saut Shawnette ketus menatap tajam Xylona, "gue tahu lo dapat kontak kak Vino darimana pasti lo buka hp gue, kan jawab jujur?" ucapnya.


Xylona senyum cengengesan, "Shawnette tahu aja deh" ucapnya memasang muka polos.


"Gue kasih saran ya Xylona jangan pernah chat kak Vino lagi karena gue jamin pasti enggak dibalas" ucap Shawnette menertawakan Xylona.


Mereka ikut tertawa melihat Shawnette yang menertawakan Xylona, Xylona memanyukan bibirnya dengan melipat kedua tangannya dan matanya melotot pada mereka.


Xylona menyukai Vino sejak dia duduk di bangku sekolah menengah ketika Xylona bermain ke rumah Shawnette, di situlah dia mulai menyukai Vino.


"Xylona mau aku kasih tahu bagaimana cara mendapatkan hati kak Vino?" tanya Raline.


Xylona mengangguk kepalanya, "mau...mau...." balasnya.


"Dapatkan hati nona Auristella" ujar Raline.


Xylona mengerutkan keningnya, "maksudnya?" tanyanya.

__ADS_1


"Nenekku pernah berkata jika kita menyukai seseorang maka langkah pertama yang kita lakukan adalah mendapatkan hati orang tuanya" tutur Raline.


"Tapi aku tidak setuju, mau kalian seberusaha apa pun mendapatkan hati orang tuanya tapi jika dia tidak menyukai kita itu sama saja perjuangan yang kita lakukan sia-sia" ujar Citra tegas.


"Aku setuju dengan kak Citra, itu sama saja bukan membuang waktu kita untuk hal yang tidak pasti" sambung Shawnette.


Raline menghembus napas kasar, "apa yang kalian katakan benar, itu sama saja aku membuang waktu untuk hal yang tidak berguna sama sekali" ucapnya pelan.


"Oke, jika Xylona ingin mendapatkan hati nona Auristella, tapi caranya gimana?" tanya Aurora.


"Kan hari Senin nona Auristella sudah mulai mengajar di sekolah kita" balas Raline.


Aurora menepuk jidatnya, "oh my gosh, kenapa aku bisa lupa? Jika nona Auristella akan mengajar di sekolah kita" ucapnya.


"Hari Senin kita belajar?" tanya Citra.


"Enggak, hari Senin adalah penyambutan nona Auristella atas bergabungnya dirinya sebagai guru di Phoenix High School" jelas Shawnette yang memang tahu dari ayahnya.


"Ada acara enggak?" tanya Raline.


"Ada, kak Alice akan menyanyi musik klasik" balas Shawnette.


Aurora merasa sedikit iri ketika mendengar Alice yang akan menyanyi untuk penyambutan Auristella yang merupakan pianis favoritnya, "seandainya saja aku yang dipilih mungkin aku merasa jadi orang yang sangat beruntung karena bisa bernyanyi di depan pianis favoritku" ucapnya dalam hati.


"Aku baru tahu jika kak Alice bisa nyanyi seriosa" ujar Xylona.


"Kak Alice dari dia umur 5 tahun dia sudah bisa main piano, biola dan menyanyi musik klasik" tutur Shawnette.


"Orang jenius tentu saja berbeda" saut Raline dengan nada rendah.


"Apa nona Auristella tidak lelah jika akan mengajar kita? Bagaimanapun dia pasti tidak terbiasa dengan ini" sambung Citra.


"Kalian tahu bagaimana ayahku terus membujuk nona Auristella untuk mengajar seribu cara dilakukan tetap saja ditolak, berkat dewi keberuntungan berpihak pada kami akhirnya nona Auristella mau mengajar" jelas Shawnette bangga.


"Memang dia yakin mau ngajar? Nanti baru seminggu dia sudah mengundurkan diri karena nggak tahan sama kelakuan murid Phoenix yang bar-bar" seloroh Raline.


"Pasti nona Auristella akan betah mengajar" saut Aurora.


"Lupa ada fansnya nona Auristella pasti dibela dong" balas Raline.


"Lo enggak lupa sama gue? Gue ponakannya lagi" saut Shawnette.


"Betul lo ponakan nona Auristella?" tanya Xylona penasaran.


"Asal lo semua tahu 4 keluarga besar yang ada di negara ini masih memiliki hubungan keluarga" tutur Shawnette.


"Pantes kak Vino, kak Zayn, kak Galaksi sama kak Felix dekat ternyata hubungan keluarga" ucap Xylona.


"Kalian tahu jika sebenarnya kak Vino itu punya adik" ujar Shawnette.


Mereka semua terkejut mendengarnya, mereka tidak pernah mendengar hal ini bahkan di internet tidak ada satu pun yang menyinggung hal itu.


"Nona Auristella punya anak lagi selain kak Vino?" tanya Aurora sedikit penasaran.


"Iya, dia punya anak lain" jawab Shawnette.


"Tapi kenapa tidak ada satu pun berita yang mengatakan jika nona Auristella punya anak selain kak Vino?" tanya Xylona memainkan jarinya.


"Anaknya laki-laki atau perempuan?" saut Raline.


"Aku yakin dia pasti laki-laki" sambung Citra.


Shawnette menarik napas lalu membuangnya, "anak itu sudah tidak ada lagi" ucapnya pelan sedikit ragu.


Mereka semua mengerutkan kening dan mencerna apa yang dikatakan oleh Shawnette.


Aurora sedikit ragu membuka suaranya, "maksudnya anak itu sudah meninggal, kan?" ucapnya.


Shawnette mengangguk kepalanya yang berarti iya, mereka merasa sedikit kasihan.


"Kapan anaknya meninggal?" tanya Aurora.


"Dia meninggal ketika dilahirkan" ucap Shawnette pelan.


"Apa anaknya perempuan?" tanya Citra.


"Iya, dia perempuan jika dia masih hidup dia pasti seusia denganku, ibuku dan nona Auristella mengandung bersama tapi lebih duluan aku yang lahir" tutur Shawnette.


"Jika anak itu masih hidup pasti dia begitu cantik" saut Raline.


"Pasti dia akan menjadi primadona seperti nona Auristella" sambung Xylona yang sudah berkhayal.


"Shawnette, jika anak itu masih hidup kira-kira dia seperti apa!" ucap Aurora.


"Pasti dia akan begitu mirip dengan nona Auristella, suaranya indah dan kecantikan yang begitu luar biasa" tutur Shawnette.


Mereka mendengar dengan seksama, dan saling menatap satu sama lain, terutama Aurora dia bisa merasakan jika pianis favoritnya itu pasti mengalami kesedihan yang begitu mendalam.


TBC


Don't forget to vote and comment


Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.


Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian dan juga kata-kata penyemangat agar author rajin update

__ADS_1


See you


__ADS_2