Fille Forte

Fille Forte
Adik


__ADS_3

Dalam keadaan hening di antara dua anak manusia tidak ada satupun antara mereka yang ingin buka suara tanpa mereka sadari ada beberapa orang yang mengawasi mereka.


"Mereka dua kenapa macam patung sih," celetuk Chiko.


"Itu sih Galaksi enggak peka atau gimana sih masa dia diam aja," sambung Vino.


"Gue enggak ikhlas lihat mereka berdua dekat," ujar Felix dengan nada kesal.


"Lo bisa diam? Jangan sampai kita ketahuan sama mereka berdua," ucap Zayn dengan nada datar.


"Terimakasih bu," ucap Aurora.


Petugas itu pergi dan suasana kembali hening, Galaksi yang merasakan kecanggungan ini membuka suaranya, "apa yang kau inginkan?" tanyanya.


Aurora diam dan meremas kedua ujung roknya, melihat Aurora yang terus diam membuat Galaksi menghela nafasnya, "jika gak ada yang mau dibicarakan lebih baik aku pergi," ucapnya beranjak dari tempatnya dan mengambil ancang-ancang untuk berjalan.


Aurora melihat Galaksi akan pergi langsung menahan pergelangan tangan Galaksi, "don't go please, stay here!" ucapnya dengan nada memohon.


Galaksi menatap pergelangan tangannya datar, Aurora yang menyadari ekspresi Galaksi langsung melepaskan tangannya.


"Maaf, aku lancang telah menyentuh kakak,"


"Never mind!"


Galaksi kembali mendaratkan bokongnya di kursi dan menatap Aurora dengan tatapan datar, "apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya sarkas.


Aurora meremas ujung roknya dan menghirup oksigen begitu rakus dan menghela nafasnya panjang, "kak, ada yang ingin aku katakan dan maaf jika perkataan yang akan aku ucapkan begitu lancang."


"Kak, aku suka sama kakak!" ucap Aurora sarkas dan merasa beban yang ada menghilang begitu saja.


"Whatttttttt!" teriak Felix begitu kencang sampai Aurora dan Galaksi menyadari keberadaan mereka semua .


Zayn langsung saja menutup mulut Felix dengan tangannya, "woi bisa diam enggak sih lo," ucapnya ketus.


"Ngapain lo semua di situ?" tanya Galaksi sinis.


Mereka yang ketahuan menatap tajam Felix.

__ADS_1


"Gara-gara lo!" pikir Felix dari arti tatapan mereka.


"Kita ke sini mau duduk kan?" ucap Chiko tersenyum lebar.


"Iya, kami mau duduk. Ayo mari duduk!" saut Vino dengan nada terbata.


Galaksi melayangkan tatapan tajamnya dan itu berhasil membuat mereka terintimidasi dengan tatapannya.


"Awas Lo semua kalau macam-macam!" ucap Galaksi tegas.


Aurora yang mendengar nada tegas yang keluar dari mulutnya merasa gugup dan meremas ujung roknya.


"Apa yang ingin kau katakan Aurora?" tanya Galaksi dengan menopang dagunya.


"Apa yang mau aku bilang?" ucapnya mengetuk jarinya di dagu, "kayaknya enggak ada yang mau aku katakan kak, aku pergi dulunya kak."


Aurora langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Galaksi, Galaksi mencerna apa yang baru saja Aurora katakan dan yang ia lihat sampai Felix menepuk pundaknya.


"Apa?"


"Gak ada," balasnya cepat sampai Galaksi menyadari sesuatu.


"Sialan lo semua," umpat Galaksi sambil berlari meninggalkan kantin.


Mereka memandang satu sama lain dan menggedikan bahu.


"Galaksi kenapa?" tanya Chiko dengan nada polos.


"Pikir aja sendiri" balas mereka kompak.


"Kita ikuti aja yok" ajak Vino yang penasaran dengan Galaksi.


"udah ayo ikuti, penasaran gue sih Galaksi mau ngapain," sambung Zayn.


Mereka memilih meninggalkan kantin dan menyusul Galaksi.


......^^^......

__ADS_1


Aurora berlari di sepanjang koridor dan ia berhenti karena merasa nafasnya begitu berat.


"hah....hah....."


Aurora berusaha mengatur nafasnya, "capek juga ternyata lari," ucapnya.


Tanpa ia sadari dari arah belakang ada yang menarik pergelangan tangannya, Aurora refleks memukul bahu orang tersebut.


"Eh... kak Aksi rupanya, maaf!" ucapnya sedikit gemetar.


"Tidak apa-apa," balasnya cepat.


Aurora menatap manik mata coklat Galaksi yang berhasil membuat jantungnya berdegup kencang.


"anu kak, ada apa?" tanyanya.


"Apa yang ingin kau katakan di kantin barusan?" tanya Galaksi balik.


"Tidak ada yang perlu ku katakan pada kakak, kenapa?"


"Aku mohon katakan saja Aurora, ada masalah apa?"


Aurora meremas kedua tangannya gemetar sampai ia berteriak di depan Galaksi, "aku suka sama kakak!" teriaknya.


Galaksi terdiam untuk beberapa saat dan mencerna apa yang baru saja dikatakan Aurora terhadapnya.


"Ra, kau sedang enggak bercanda kan?" tanya Galaksi yang berhasil menohok hatinya.


"Maksud kakak perasaan Aurora ini cuma bercanda? enggak kak, Aurora suka sama kakak. Banyak waktu yang kita habiskan bersama dan perhatian yang kak aksi berikan membuat Aurora menyukai kakak."


"Ra, sepertinya ada kesalahpahaman antara kita berdua. Aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu dan perhatian yang aku berikan karena aku sudah menganggap kau adikku sama seperti Shawnette," papar Galaksi yang berhasil membuahi kristal bening turun dari pelupuk mata Aurora.


"Jadi, selama ini kakak cuma menganggap ku adik? terus buat apa selama ini kita bersama dan perhatian yang kakak berikan kalau cuma menganggap diriku adik? kakak jahat tahu enggak!" teriak Aurora di depan Galaksi dengan memukul dadanya.


"Ra," panggilnya ingin memberikan pelukan pada Aurora, tapi ia langsung menepis tangan Galaksi.


"Enggak usah sentuh Aurora. Aurora benci Kak Aksi," ucapnya pergi berlari meninggalkan Galaksi.

__ADS_1


__ADS_2