Fille Forte

Fille Forte
Suka


__ADS_3

Suasana yang begitu ramai dan begitu banyak orang yang berlalu lalang dengan koper di bandara, seorang pria yang sedang bersandar pada dinding ia sedang menunggu seseorang.


Ia berdecak kesal memandang jam pada lengannya, "ck, kenapa lama sekali!" ucapnya.


Ia melihat siluet seorang pria paruh baya dengan seorang pria yang selalu menemaninya ke mana pun dia pergi.


Ia menghela nafasnya kasar dan juga decakan kecil, "Papa, kenapa begitu lama sekali?" tanya pria itu.


"Ada telepon penting yang harus papa jawab, Galaksi" balas pria paruh baya.


Pria yang bersandar pada dinding adalah Galaksi, ia sudah landing sejak 30 menit yang lalu dan terpaksa harus menunggu ayahnya di sini.


"Ayo kita ke hotel" ucap Adam.


Mereka berjalan dan barang-barang mereka dibawakan oleh asisten mereka, mereka keluar dan sudah ada mobil yang parkir di depan pintu masuk bandara.


"Bienvenue Monsieur/ selamat datang tuan" ucap pria itu dalam bahasa Prancis sembari membukakan pintu mobil.


Adam dan Galaksi masuk ke dalam, dan dilanjutkan dengan supir dan asistennya, mobil dijalankan dengan kecepatan sedang, selama perjalanan cuma ada obrolan Adam dengan asistennya dan supir mengenai bisnis.


Galaksi cuma memandang ke arah luar, ia bisa melihat suasana kota Paris dan banyak orang yang berlalu lalang di jalan, dan juga menara Eiffel yang dia lihat dari jarak jauh.


Setelah menghabiskan waktu sekitar 1 jam, mereka tiba di sebuah hotel dan ada beberapa staf yang sudah menunggu mereka.


Seorang pria yang berbadan tegap dan rambutnya yang sudah putih membuka pintu untuk mereka, Adam dan Galaksi keluar diikuti yang lainnya, para staff itu membungkuk badan mereka ketika mereka masuk ke hotel.


"laisse moi t'emmener dans ta chambre/ mari aku antar ke kamar anda tuan" ucap pria berambut putih.


Mereka masuk ke dalam lift dan pria putih menekan tombol pada lift yang akan membawa mereka ke lantai 15. Mereka tiba di lantai 15, pria berambut putih membuka kamar hotel.


"veuillez entrer monsieur/ silakan masuk tuan" ucap pria putih ramah.


Mereka masuk dan bisa melihat kemewahan apa yang ada di kamar mereka, mulai dari ruang tamu yang dilengkapi dengan sofa mewah, tiga kamar dan beberapa fasilitas yang canggih, mulai dari kursi pijat dan kolam renang pribadi.


Tentu saja mereka memesan presidential suite room yang harga menginap permalam setara dengan 150 juta, dan alasan kenapa mereka dihormati oleh para staf ketika mereka masuk karena Adam Oliver Phoenix adalah pemilik hotel ini dan kamar yang mereka gunakan memang disiapkan khusus untuk mereka.


"tu peux partir maintenant/ kalian bisa pergi sekarang" ucap Adam


Mereka pergi tapi sebelum itu mereka membungkuk tubuh mereka untuk menghormati tuannya, Adam menoleh ke belakang.


"Jordan, kau bisa beristirahat di kamar itu disebelah kamarku" ujar Adam dengan dagunya menunjuk kamar.


"Baik tuan" balas Jordan pergi meninggalkan mereka.


Jordan seorang pria paruh baya yang sudah mengabdi pada Adam selama sekitar 20 tahun dengan menjadi sekretaris sekaligus tangan kanannya.


Adam memandang putranya Galaksi, "kau juga istirahatlah! 3 jam lagi kita akan menemui dokter" ucapnya menepuk bahu Galaksi.

__ADS_1


Adam masuk ke kamarnya, Galaksi masih berada di ruang tamu dia menjatuhkan pantatnya di atas sofa.


Ia menghela nafas kasar dan mengusap dahinya, "apa ini pilihan tepat yang aku lakukan?" tanyanya pada diri sendiri.


Ia melamun dan memandang langit-langit yang ada di ruang tamu sampai lamunannya buyar karena bunyi suara telpon.


Dret.....dret...


Ia menatap ponselnya yang tertulis Shawnette, ia mengangkatnya, "halo, Shawnette ada apa?" tanyanya langsung.


"Aku merindukan kakak" ujar Shawnette dengan nada sedikit manja.


"Aku baru pergi sehari kau sudah merindukan kakakmu tersayang ini" balas Galaksi tertawa kecil.


"Seharusnya kakak beruntung karena memiliki adik seperti aku yang super unik"


"Iya seharusnya aku senang punya adik yang unik sangking uniknya dia pernah dikejar anjing dan itu manjat pagar sambil nangis merengek manggil kakak" ucap Galaksi tertawa.


"Ih kakak tidak usah ingat itu lagi" balas Shawnette ketus.


"Bukannya di sana sudah malam? Kenapa kau belum tidur?" tanya Galaksi.


"Aku tidak bisa tidur kak mungkin karena aku merindukan kakakku yang tercinta" seloroh Shawnette.


"Oh adikku tersayang, aku merasa sangat tersentuh" balas Galaksi


"Katakan saja"


"Sepertinya sebentar lagi kau akan menemukan cinta sejati mu" ucap Shawnette spontan.


Galaksi mengerutkan keningnya, "Apa ada sesuatu yang membentur kepalamu sampai kau melantur seperti ini?" tanyanya.


"Ih kakak, aku mengatakan yang sebenarnya, kau tahu aku baru pulang dari pantai"


"Terus? Apa hubungannya?"


"Aku ke pantai bersama Aurora"


"Apa hubungannya kau ke pantai dengan Aurora?"


"Kakak tahu apa yang baru saja dia katakan?"


"Shawnette berhentilah berbelit dan katakan saja langsung"


"Dia menanyakan tipe ideal kakak"


Galaksi tertegun dengan apa yang dikatakan Shawnette, tidak tahu kenapa secara tiba-tiba jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


"Kakak...." teriak Shawnette keras.


Galaksi kembali tersadar dan membalas panggilan Shawnette, "iya" ucapnya.


"Kakak kenapa? Aku tahu pasti kakak sedang memikirkan Aurora, ya kan?" tanya Shawnette.


"Tentu saja enggak" balas Galaksi cepat.


"Kakak, kau tahu apa yang kukatakan padanya?"


"Apa?"


"Aku bilang tipe ideal kakak yang rambutnya di kepang dua sama pakai hair clips"


"Apa cuma itu saja yang kau katakan?"


"Enggak, aku masih bilang kakak lebih suka gadis yang rambutnya di kucir dua, udah itu aja"


"Shawnette, apa kau ingin membuat dia menjadi orang gila?"


"Maksud kakak?"


"Bagiamana bisa kau mengatakan padanya tipe gadisku seperti yang kau katakan, apa kau tidak berpikir bagaimana jika dia melakukan yang kau katakan?" ucap Galaksi menepuk jidatnya.


"Aku tidak kepikiran sampai sana, tapi aku sangat yakin dia akan melakukannya karena dia menyukai kakak, bye Shawnette mau bobo cantik"


" Shawnette...." panggil Galaksi.


Galaksi melihat panggilan yang sudah diputuskan secara sepihak oleh adiknya, dia memijit pelipisnya dan menghembuskan nafas untuk kesekian kalinya.


"Apa maksudnya ini Tuhan? Bagaimana bisa Shawnette mengatakan itu pada Aurora? Apa Aurora akan melakukan hal itu seperti yang dikatakan Shawnette?" tanya Galaksi beruntun pada dirinya sendiri.


Dia tidak ingin mengambil pusing dengan memikirkan itu, ia beranjak dari sofa dan berjalan masuk ke kamarnya, ia menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


Dia menepuk pundak dan memijit bahunya, matanya terasa berat dan membuatnya tertidur tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu bahkan sepatunya masih terpasang pada kakinya.


Ia tertidur pulas dadanya naik turun dengan dengkuran halusnya, bisa dilihat dia begitu lelah dengan perjalanan jarak jauh yang dilakukan.


TBC


Don't forget to vote and comment


Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.


Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian dan juga kata-kata penyemangat agar author rajin update


See you

__ADS_1


__ADS_2