Fille Forte

Fille Forte
I don't want die


__ADS_3

Dua orang pria yang berdiri di depan pintu, bisa dirasakan kesunyian di antara mereka, mereka masih terhanyut dalam lamunan masing-masing.


Adam diam memandang Galaksi untuk waktu yang sangat lama, "apa kau sudah siap, Galaksi?" tanyanya.


Galaksi menghembuskan nafasnya dan memberikan anggukan kecil pada ayahnya.


"Aku sudah siap" ucap Galaksi.


Adam menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembusnya, dia mengetuk pintu berwarna putih tersebut.


Tok....Tok.....


Terdengar suara balasan dari dalam, "Entrer/ masuk".


Adam membuka handle pintu dan bisa melihat seorang dokter memakai kacamata yang sedang membaca sebuah dokumen, dokter itu  masih terlihat muda, umurnya sekitar 30 tahunan, bisa dilihat ia memiliki rahang yang tegas dan sedikit brewok pada wajahnya.


Dokter itu meletakkan dokumen yang baru saja dia baca dan juga tidak lupa dengan kacamatanya, ia mengangkat pandanganya ke atas menatap mereka berdua.


"Silahkan duduk Mr. Adam" ucap dokter yang bernama Mercius.


Dokter Mercius adalah orang yang berdarah campuran antara Prancis dan Indonesia, ibunya yang keturunan asli Prancis dan ayahnya asli orang Indonesia, jadi itu alasannya kenapa dia bisa berbahasa Indonesia.


Adam dan Galaksi duduk di depan dokter Mercius, dokter Mercius menatap Galaksi intens, Galaksi yang merasa ditatap sedikit merasa tidak nyaman.


"Kenapa kau terus menatap aku?" ucap Galaksi dingin.


"Kayaknya aku mendapatkan pasien yang unik" balas dokter Mercius tersenyum manis.


Senyuman manis dokter Mercius dapat membius para kaum hawa, tapi karena yang melihat senyuman dokter Mercius adalah Galaksi maka dia tidak tertarik karena dia masih normal.


"Oh iya, dokter Mercius kenalkan ini putraku Galaksi" ucap Adam menyenggol bahu Galaksi.


Galaksi yang paham dengan kode yang ayahnya beri dengan terpaksa harus mengeluarkan suaranya, "kenalkan aku Galaksi" ucapnya.


Dokter Mercius menatap Adam, "Mr. Adam you can get out, please!" ucapnya sopan.


"Baik, aku akan meninggalkan kalian berdua" balas Adam.


Adam beranjak dari duduknya sebelum dia pergi ia membisikkan sesuatu ke telinga Galaksi, "Ceritakan saja apa yang kau alami pada dokter Mercius" ucapnya berbisik dan menepuk pundaknya Galaksi.


Adam keluar dari ruangan dokter Mercius, tinggallah mereka berdua di ruangan ini dengan kesunyian yang ada, sampai dokter Mercius membuka suaranya.


"Sebelum kita membicarakan hal yang penting, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu, kenalkan aku dokter Mercius tapi kau panggil saja aku kakak" ucap Mercius ramah mengulurkan tangannya.


Galaksi membalas uluran tangan dokter Mercius dan tersenyum canggung, Dokter Mercius menatap Galaksi intens dan menghembuskan nafasnya.


"Kau bisa membuka penutup wajahmu" ucap Mercius.


Galaksi ragu untuk membukanya, Mercius yang melihat gelagat aneh pada Galaksi mengerti.


"Aku tahu kau sedikit ragu untuk membukanya, tapi kau tidak perlu takut untuk menunjukkan wajahmu padaku" ucap Mercius lembut.


Galaksi yang tersihir dengan kata-kata Mercius yang lembut, spontan membuka topeng yang melekat pada wajahnya, dokter Mercius melihat seberapa parah kerusakan yang terjadi pada wajah Galaksi.


Ia terlihat biasa saja melihat wajah Galaksi, tidak ada perasaan takut dan jijik karena ia sudah terbiasa dengan hal ini semua bahkan ada yang lebih parah mengalami kerusakan wajah dibandingkan Galaksi.


"Kau bisa melihatnya bukan! Aku tahu pasti di pikiranmu kau merasa sedikit jijik padaku" ucap Galaksi pelan.


Mercius tersenyum manis pada Galaksi dan menyentuh bagian pipi Galaksi yang sudah tidak berbentuk lagi, ia bisa merasakan permukaan kulit yang kasar.


"Kenapa kau menyentuh wajahku?" tanya Galaksi.


"Kau salah mengenai diriku, aku tidak pernah ada rasa jijik sama sekali padamu ketika aku menyentuh wajahmu apa kau tidak melihat tatapanku yang tulus padamu?"


"Tidak usah mengucapkan hal seperti itu karena kau tidak cocok mengucapkannya"


"Kurasa kau sudah mulai tidak canggung padaku, jadi apa kita bisa memulainya?"


Galaksi mengangguk kecil, dokter Mercius membuka sebuah dokumen yang ada di atas mejanya dan isi dokumen tersebut mengenai tentang Galaksi, dan penyebab kehancuran pada wajahnya.


"Galaksi, aku dengar wajahmu disiram air keras, apakah itu benar?"


"Iya, itu benar dan orang yang menyiramkannya adalah teman satu sekolah"


"Apa kau tahu alasan dibalik kenapa dia menyiram air keras padamu?"


"Aku tidak tahu, tapi ayahku pernah bilang padaku alasan dia melakukan itu karena seorang gadis"


"Sudah kuduga pasti penyebab ini semua karena seorang gadis, seorang wanita walaupun mereka terlihat lemah dan lembut tapi mereka bisa menjadi boomerang buat kita semua, dan aku setuju dengan pernyataan itu"


"Dan karena alasan itu aku sangat membenci wanita"

__ADS_1


"Aku tidak setuju karena aku bisa melihat dari gelagat yang ada kau memiliki ketertarikan pada seorang gadis, siapa dia?"


"Kau tidak perlu tahu" balas Galaksi dingin.


Mereka diam untuk waktu yang cukup lama, dokter Mercius menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya.


"Galaksi, apa kau yakin ingin melakukan operasi transplantasi wajah?" tanya dokter Mercius dengan nada serius.


"Iya, aku sangat yakin" balas Galaksi penuh penekanan.


"Sebelum aku membahas tentang transplantasi wajah, aku akan sedikit menceritakan orang-orang yang bernasib sama dengan dirimu, apa kau bersedia mendengarkannya?"


"Aku bersedia! Kurasa cerita itu pasti menarik"


Mercius membuka suaranya, "apa kau pernah mendengar nama Isabella Dinoire" tanyanya.


Galaksi menggelengkan kepalanya pelan, dokter Mercius kembali melanjutkan ceritanya, "dia berasal dari negara Prancis dan dia adalah orang yang pertama kali melakukan operasi transplantasi wajah,"ucapnya.


"Jadi ini alasan kenapa papa membawaku ke Prancis"


"Well, bagaimanapun Prancis adalah negara yang pertama melakukan operasi transplantasi wajah, dan mungkin ayahmu berpikir kau bisa menemukan keajaiban di sini"


"Kau bilang dia orang pertama kali yang melakukan operasi transplantasi wajah, jadi apa penyebab wajah wanita itu hancur?" tanya Galaksi sedikit penasaran.


"Dia mengalami overdosis obat tidur upaya ingin bunuh diri, anjing miliknya melihat Isabella tidur langsung membangunkannya tapi anjing itu malah menggigit wajahnya sampai wajahnya tidak beraturan, dia mengalami kerusakan pada bagian bawah wajah mulai dari hidung, pipi, dagu,  bibir, dan yang paling parah adalah pada bagian mulut" jelas dokter Mercius.


"Selain dirinya siapa lagi yang pernah mengalami operasi itu?"


"Katie Stubblefield, ia mencoba membunuh dirinya sendiri dengan menggunakan senapan dan beruntung dia masih hidup tapi sayang karena dia meletakkan senapan di bawah dagunya, dia harus kehilangan dahi, dagu dan juga tulang pembentuk rahang dan struktur wajahnya rusak parah dan juga kerusakan pada matanya"


Galaksi mendengar cerita yang diceritakan dokter Mercius dengan baik, tapi masih ada satu hal mengganjal di pikirannya.


"Jika mereka bisa melakukan operasi transplantasi wajah dan hidup normal seperti semula, kenapa ibuku terus melarang aku melakukan operasi itu?" tanya Galaksi.


"Aku akan menjelaskannya nanti tapi sekarang aku akan menerangkan apa itu transplantasi wajah" ucap Dokter Mercius.


Face transplant atau transplantasi wajah adalah metode cangkok untuk mengganti sebagian atau seluruh wajah pasien dengan komponen wajah pendonor yang cocok. Operasi ini biasanya menggunakan kulit, jaringan, saraf, pembuluh darah, tulang, atau komponen lainnya pada wajah orang yang telah meninggal untuk dicangkok pada pasien.


Dokter akan mencari kecocokan dari segi warna kulit, ukuran wajah, golongan darah, jenis jaringan, dan usia yang sebanding antara pendonor dan pasien. Jadi, nantinya pasien hanya akan menerima komponen yang diperlukan saja dari wajah pendonor, tidak serta-merta seluruh wajahnya dipindahkan pada orang lain.


Komponen-komponen dari pendonor tersebut akan diambil dan disesuaikan dengan struktur wajah pasien. Maka, hasil akhirnya bukan berarti pasien memiliki wajah pendonor.


Saat operasi ini berlangsung, operasi terpisah lainnya juga akan dilakukan. Biasanya, dokter akan mengambil sampel kulit dari lengan pendonor untuk ditempelkan ke dada atau perut pasien. Tujuannya agar kulit cangkok bekerja seperti jaringan transplantasi wajah yang akhirnya akan menjadi bagian dari kulit pasien sendiri.


Hal ini dilakukan agar dokter bisa mengambil sampel kecil di jaringan dada atau perut baru untuk melihat tanda-tanda penolakan. Sehingga dokter tidak perlu mengambil sampel kulit dari wajah yang akan mengganggu jaringan setelah operasi.


"Itu saja yang bisa aku jelaskan tentang operasi transplantasi wajah" ucap dokter Mercius.


"Kau belum menjawab pertanyaan yang aku ajukan" ucap Galaksi dingin.


"Apa kau ingin tahu jawabannya?" tanya dokter Mercius.


"Tentu saja"


"Alasan ibumu melarang adalah karena operasi ini bukan operasi sembarangan karena orang yang menjalani operasi ini harus mempertaruhkan nyawa" ucap dokter Mercius tegas.


Galaksi terbungkam dan tidak bisa berkata-kata apapun, dia memandang dokter Mercius, "kau tidak berbohong padaku, bukan?" tanyanya.


"Tapi sayang itulah kenyataannya" balas dokter Mercius tersenyum pahit.


"Tunggu bagaimana dua orang yang kau ceritakan barusan, bukannya mereka masih hidup?"


"Sayang, operasi itu memiliki efek samping yang sangat parah sehingga Isabella Dinoire meninggal karena kanker efek samping dari operasi tersebut"


"Cuma dirinya saja bukan tidak dengan yang lain, bukan?" ucap Galaksi dengan nada tinggi.


"Masih ada yang lainnya Galaksi tapi aku tidak bisa menceritakannya, jika kau berhasil melakukan operasi transplantasi wajah kau harus meminum obat-obatan imunosupresif yang harus kau konsumsi seumur hidupmu agar sel jaringan baru tidak mengalami penolakan" ucap dokter Mercius serius.


"Dokter, aku keluar dan besok aku akan menemui dokter kembali" ucap Galaksi memasang topeng pada wajahnya.


Dokter Mercius melihat Galaksi yang keluar dari ruangannya, ia menghembuskan nafasnya kasar dan mengerti dengan apa yang dialami Galaksi mungkin saja dia tidak bisa menerima ini semua bagaimanapun Galaksi masih anak remaja yang pola pikirnya belum matang.


"Aku tahu kau pasti belum bisa menerima hal ini semua tapi aku sangat berharap kau tidak pernah melakukan operasi ini" ucap dokter Mercius pelan.


---


Galaksi berjalan linglung di koridor rumah sakit, perkataan dokter Mercius masih terngiang-ngiang di kepalanya, selama ini ia kira operasi itu cuma mencari pendonor wajah saja tapi ternyata semua yang dipikirkan oleh dirinya salah.


Dia berjalan seperti orang yang kehilangan arah sampai dia tidak sengaja mendengar suara teriakan di ruang inap tempat dia berdiri.


Ia menoleh dan melihat seorang pria dibalik pintu yang memberontak terhadap beberapa perawat dan dokter di sana.

__ADS_1


"n'utilise pas cette fichue chose sur moi/ jangan pakai benda sialan itu padaku" teriak pria itu memberontak.


Para tim dokter berusaha menghentikan pria itu sampai ada seorang dokter yang mengeluarkan suntikkan dan menyuntik botol infus pria itu yang berhasil membuat dia tenang.


Galaksi yang memandang pria itu merasa sedikit kasihan padanya ketika celananya dibuka, ada seseorang yang menepuk bahu Galaksi, ia menoleh dan melihat ayahnya.


"Papa" ucap Galaksi.


"Ngapain kau di sini" tanya Adam.


"Tidak apa-apa,"


"Bagaimana pertemuan dengan dokter Mercius, apa semua lancar?"


"Papa, ayo kita pulang aku sudah merasa lelah"


Galaksi berjalan terlebih dahulu tanpa mendengar jawaban ayahnya, Adam melihat gelagat putranya mengernyitkan dahinya, "apa ada sesuatu yang terjadi?" tanyanya.


Adam memutuskan untuk mengikuti Galaksi dan akan menemui dokter Mercius ketika dia sedang tidak sibuk. Adam berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil dengan Galaksi yang sudah duduk, ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Adam sekali-kali menoleh pada Galaksi, tapi Galaksi sepertinya tidak menyadarinya, Adam yang tidak tahan dengan tingkah anaknya memilih untuk membuka suaranya.


"Apa ada masalah dengan dokter Mercius?" tanya Adam.


"Tidak ada," jawab Galaksi tanpa memandang Adam.


Adam memberhentikan mobilnya secara mendadak sehingga kepala Galaksi terbentur dashboard mobil.


"Papa, kenapa papa berhenti?" tanya Galaksi mengusap kepalanya.


"Galaksi, ayo kita bicara!" ucap Adam mengandung nada perintah.


"Apa yang ingin dibicarakan?"


"Semua yang kau bicarakan dengan dokter Mercius"


"Tidak ada apa-apa di antara kami!"


"Apa kau yakin sebelum aku menelpon dokter Mercius?"


"Baik, akan Galaksi jelaskan"


"Apa aku harus mengancam sehingga kau mau berbicara!"


"Sekarang aku ngerti kenapa kalian terus melarang aku operasi" ucap Galaksi pelan.


"Apa maksudmu?"


"Resiko operasi itu kematian, bukan?" ucap Galaksi tersenyum kecut.


"Sayang, itu semua tidak benar" ucap Adam menghibur Galaksi.


"Papa, Galaksi tidak bisa dibohongi! dokter Mercius sudah menceritakan semua hal tentang operasi itu mulai dari resikonya"


"Galaksi kau bisa melakukan operasi itu jika kau menginginkannya, papa akan mencari donor untukmu"


"Buat apa aku melakukan operasi itu jika kematian yang akan mendekati diriku" balas Galaksi tersenyum pahit


"Itu tidak benar, selama kau memiliki papa, mama dan Shawnette kau akan terus hidup"


"Aku tidak ingin mati pa, masih ada banyak hal yang ingin aku lakukan!" ucap Galaksi tertahan dan mengeluarkan air matanya


"Kau tidak akan mati sayang," balas Adam membawa Galaksi dalam pelukannya.


"Tapi jika aku hidup orang-orang pasti akan menghina diriku"


"Orang-orang tidak akan pernah bisa menghina dirimu selama papa masih hidup, papa akan membuat hidup orang itu menderita jika ada yang menghina dirimu, papa janji sayang!" ucap Adam dengan nada serius.


Galaksi terus menangis di pundak ayahnya, baju Adam sudah basah karena air mata putranya tapi dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Papa janji Galaksi selama aku hidup aku tidak akan pernah membiarkan orang-orang menghina dirimu tapi akan aku buat orang-orang tunduk padamu, itu janjiku Galaksi, janji seorang ayah" ucap Adam dalam hatinya dengan mata yang memerah.


TBC


Don't forget to vote and comment


Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.


Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian dan juga kata-kata penyemangat agar author rajin update


See you

__ADS_1


__ADS_2