
Kediaman Phoenix
Galaksi dan Shawnette sudah tiba di rumah mereka dan disambut oleh seorang wanita cantik yang menunggu mereka di sebuah ruang tamu. Wanita paruh baya itu adalah Vina Trixie Phoenix ibu Galaksi dan Shawnette, dia memiliki sifat yang galak dan ciri khasnya adalah suara cemprengnya.
"Anak mama sudah pulang! bagaimana sekolahnya sayang?" tanya Vina lembut
"Ma.....tau aku dihukum berjemur di bawah tiang bendera!" ucap Galaksi memajukan bibirnya
"Kenapa nggak kabur saja?" tanya mama Vina
"Ma..... biasanya orang tua akan marah dan menasehati anaknya, tapi mama malah menyuruh kakak untuk kabur!" protes Shawnette
"Karena mama tahu kamu gak akan tahan dengan sinar matahari, dan tanpa kamu bilang sama mama, mama tahu kamu pasti kabur kan dari hukuman itu?" tanya Vina
"Maaf ma …..aku itu anak baik jadi aku tidak kabur" ucap Galaksi bangga
"Kenapa kau nggak kabur sayang? kau tahu ketika mama sekolah dulu jika ada guru yang menghukum mama, tinggal kabur aja!"
"Jangan salahkan kami jika kami nakal itu semuanya berasal dari mama!" ujar Galaksi
"Galaksi berani ya sama mama!" teriak mama Vina
"Berani!" saut Shawnette
"Apa!" teriak Vina
"Shawnette! Galaksi!kemari kalian" teriak Vina yang terdengar di seluruh rumah.
Mama Vina berteriak dan mengejar Galaksi dan Shawnette yang berlari mulai dari menaiki tangga dan turun kembali ke lantai bawah, ketika mereka sedang berlarian datang dari luar seorang pria paruh baya yang gagah.
"Sayang papa pulang!" teriak seorang pria dari arah depan.
Pria paruh baya itu melihat istri dan anak-anaknya yang sedang main kejar-kejaran itu cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan istri dan anaknya itu.
Dia adalah Adam Oliver Phoenix papanya Galaksi dan Shawnette, seorang pebisnis yang paling disegani di kalangan pebisnis, dia orang yang begitu tegas baik kepada bawahannya dan anak-anaknya tapi dia cuma takut kepada satu orang dan tentu saja itu adalah istrinya yang tercinta Vina Trixie Phoenix.
"Papa tolong Shawnette" ujar Shawnette dengan bersembunyi di balik punggungnya
"Apa kau akan membela anakmu itu?" tanya Vina dengan suara cemprengnya.
"Tenang sayang!" ujar Adam meminta istrinya tenang.
"Tenang? anak-anak sudah mulai berani kepada ku"
"Mama jangan marah-marah nanti cepat tua, nanti kalau mama tua di tinggalin papa baru tahu!" ujar Galaksi tanpa rasa dosa sama sekali
"Kau lihat putramu yang tersayang itu! dia begitu mirip dengan dirimu" ujar Vina menunjuk Galaksi ke Adam.
"Tenang sayang kita bisa bicara baik-baik!"
"Like father like son mom!" saut Galaksi
"Galaksi! awas kamu, mama potong uang jajan baru tahu"
"Teruntuk kepada Mama Vina Trixie Phoenix yang ada kami malah berterima kasih karena mama mau potong uang jajan kami" saut Shawnette
"Kenapa malah berterima kasih yang ada anak-anak yang lain takut dengar uang jajan mereka di potong!"
"Karena uang jajan kami sudah kebanyakan!" saut Galaksi
"Papa lihat kan!"
"Sudahlah sayang!"
"Tunggu sebentar kok papa bisa ada di rumah bukannya papa sedang di London?"
"Pekerjaan papa cepat selesai makanya papa kembali"
"Pasti papa rindu sama Nette?" ujar Shawnette memeluk papanya dari belakang
"Tentu saja papa rindu sama putri papa yang cantik ini!" balas Adam
"Kalau Galaksi papa gak rindu gitu?"
"Tentu saja papa rindu dengan putra papa yang nakal ini dan papa malah ingin mengajak Galaksi bertarung lagi"
"Tinggal papa bilang aja waktu dan tempatnya!"
"Apa papa cuma merindukan mereka tidak dengan ku?" saut Vina
"Yang pasti tidak" jawab Shawnette dan Galaksi bersamaan
"Shawnette! Galaksi!" jawab mereka bersama
Mama Vina yang melihat anak-anaknya yang mengerjai dirinya langsung tidak tinggal diam, Galaksi dan Shawnette yang melihat mama Vina yang akan memberikan mereka pelajaran, langsung saja kabur mama Vina yang melihat anak-anaknya itu berteriak dan teriakkan mama Vina bisa memecahkan gendang telinga.
"Shawnette! Galaksi! jangan harap nanti malam mama kasih makan"
"Sayang itu terlalu kejam"
"Apa kau pikir aku akan melakukan itu? tentu saja tidak aku cuma mengeluarkan itu secara reflek dari mulut ku"
__ADS_1
"Sayang aku merindukanmu" ucap Adam memeluk pinggang mama Vina
"Aku juga merindukanmu sayang" ucap mama Vina menyentuh rahang Adam dan memberikan sebuah kecupan di bibirnya
"Mari kita lanjutkan di kamar"
"Apa yang tidak untuk mu"
Adam menggendong Vina ala bridal style, Vina yang di perlakukan seperti itu merasa malu padahal ini sudah setiap hari mereka lakukan, Adam yang melihat pipi istrinya yang memerah itu malah menambah semangat pada dirinya.
Vina menyiapkan makanan malam dan menyusun di atas meja, dia melihat suaminya yang sudah datang untuk makan malam tapi bingung kenapa anak-anaknya belum turun untuk makan malam.
"Papa…..kenapa anak-anak belum turun?" tanya Vina sembari mengisi jus ke gelas.
"Aku tidak tahu sayang, coba saja kau lihat mereka di kamar mungkin saja mereka tidur" jawab Adam sembari minum jus.
"Aku akan memeriksa mereka dan papa jangan makan sebelum kami turun" ucap mama Vina tegas dan melotot pada Adam.
Vina meninggalkan ruang makan dan naik ke atas, pertama dia akan memeriksa kamar Galaksi terlebih dahulu, sebelum dia masuk ke kamar anak-anaknya dia akan selalu mengetuk pintu terlebih dahulu untuk menghargai privasi anaknya.
Tok…..tok…..
"Galaksi boleh mama masuk?" teriak Vina keras agar Galaksi dapat mendengarnya.
"Masuk saja ma, nggak dikunci" balas Galaksi dengan berteriak.
Vina membuka handle pintu kamar putranya, dia melihat anaknya yang begitu santai memainkan game, dia merampas handphone putranya, dan berkacak pinggang di depan Galaksi.
"Galaksi kenapa nggak turun ke bawah untuk makan malam?" tanya Vina menatap tajam anaknya.
"Mama sendiri yang bilang mama tidak akan kasih kami makan jadi buat apa turun kalau kami tidak bisa makan!" jawab Galaksi spontan.
"Apa mama sekejam itu apa sampai mama tega tidak memberikan anak mama sendiri makan!" tanya Vina memukul Galaksi dengan bantal.
"Aduh mama…..kok Galaksi dipukul?" tanya Galaksi menghindar dari amukan ibunya.
"Pikir saja sendiri" balas Vina tetap memukul Galaksi dengan bantal.
"Ih mama….!" keluh Galaksi.
"Cepat turun ke bawah mama mau ke kamar Shawnette dulu!" ucap Vina melemparkan bantal yang berhasil mengenai wajah Galaksi.
Vina tanpa rasa bersalah dia meninggalkan putranya dan berjalan menuju kamar putrinya, ketika dia ingin masuk dia melihat pintu kamar Shawnette yang terbuka, dia melihat Shawnette yang sedang duduk di meja belajarnya sembari menonton drama korea favoritnya.
Vina penasaran dengan apa yang ditonton oleh putrinya, jadi dia memilih untuk masuk tanpa mengetuk pintu, dia berjalan pelan agar putrinya tidak menyadari keberadaannya, Shawnette asik menonton drama favoritnya dan ketika adegan kissing muncul, Vina menutup mulutnya dan tidak menyangka putrinya tidak sepolos yang dipikirkannya.
"Ehem…..ehem sedang menonton apa?" tanya Vina.
"Bagus…... belajar dimana nonton yang begituan" tanya Vina yang langsung menarik telinga Shawnette.
"Aduh siapa yang jewer Shawnette?" decak Shawnette.
"Mama!" balas Vina sedikit horor.
Shawnette menoleh dan melihat orang yang menarik telinganya adalah ibunya yang sudah tersenyum horor padanya.
"Mama……" panggil Shawnette menggaruk tengkuknya.
"Iya sayang!" balas Vina tersenyum.
"Mama ngapain disini?" tanya Shawnette basa-basi.
"Masih tanya lagi aturan nama yang tanya Nette belajar dari mana nonton yang begituan?" tanya Vina balik yang masih tetap menarik telinga Shawnette.
"Anu……." gumam Shawnette.
"Anu….anu….. mama harus lapor ini sama papa!" ucap Vina
Vina melepaskan tangannya dari telinga Shawnette, dia langsung berjalan keluar dari kamar putrinya, Shawnette yang melihat ibunya yang keluar langsung berkeringat dingin, dia juga ikut ibunya keluar.
Vina turun dan berjalan ke ruang makan yang terdapat Galaksi dan suaminya, ketika dia masuk ke ruang makan maka terdengarlah suara emasnya yang begitu merdu siapapun yang mendengarnya akan menutup telinganya.
"Papa……..!" teriak Vina yang berhasil membuat mereka menutup telinga.
"Iya ma,ada apa?" tanya Adam.
"Kau tau apa yang dilakukan oleh putrimu yang tersayang itu?" tanya Vina berkacak pinggang.
"Enggak" balas Adam menggelengkan kepalanya.
"Dia sudah tidak polos lagi dan sudah tidak suci lagi" ucap Vina lebay.
Shawnette masuk ke ruang makan dan mendengar apa yang dikatakan ibunya membuat dia menepuk jidatnya dan memijit pelipisnya, Adam yang melihat Shawnette langsung menghujam dirinya dengan berbagai pertanyaan.
"Shawnette apa benar yang dikatakan mama? bilang sama papa siapa yang melakukan ini!" ucap Adam memeriksa setiap inci tubuh putrinya.
"Ih papa percaya saja apa yang dikatakan mama!" keluh Shawnette melipat tangannya.
"Jadi?" tanya Adam.
"Shawnette lagi nonton drama korea habis itu mama masuk ke kamar Nette" jelas Shawnette.
__ADS_1
"Dia melihat adegan kiss, apa papa tahu dia tidak sepolos yang kita pikirkan!" saut Vina.
"Tapi itu wajar ma, anak seusia Shawnette menonton drama yang ada adegan kiss" keluh Shawnette.
"Pertama menonton dan lama kelamaan akan penasaran dan ingin mencoba!" ucap Vina berdasarkan fakta.
"Apa mama dulu juga begitu?" saut Galaksi.
"Iya!" balas Vina spontan.
Adam sudah menepuk jidatnya, Galaksi dan Shawnette menutup mulut mereka, Vina belum menyadari apa yang dia katakan.
"Mama dulu lakukan itu sama siapa?" tanya Galaksi.
"Ya tentu saja sama papa jadi, mau sama siapa lagi?" balas Vina.
"Pantas saja kita seperti ini jika itu semua berasal dari mama!" ujar Shawnette memijat pelipisnya.
Vina baru menyadari apa yang baru saja dia katakan, dia sudah melihat suaminya yang sudah menepuk jidatnya, dan wajah anak-anaknya yang ingin tahu apa yang pernah dia lakukan.
"Kalian sedang lihat apa? cepat makan sana!" ucap Vina mengalihkan topik.
"Ma…. nggak usah alihkan topik!" protes Galaksi.
"Cepat makan sekarang!" perintah Vina begitu tegas.
Mereka semua duduk dengan rapi dan memakan makanan mereka karena takut mendengar teriakkan Vina yang begitu kuat yang berhasil membuat gendang telinga mereka pecah. Mereka makan dalam kesunyian tidak ada yang membuka obrolan satupun,yang terdengar suara dentingan sendok dan garpu.
"Oh ya, papa lupa ingin beritahu kalian jika ibunya Vino akan mengajar di sekolah kalian!" ucap Adam yang memecahkan keheningan di antara mereka.
"Benarkah apa Auris akan mengajar di sekolah?" tanya Vina yang tidak percaya.
"Iya, dia memutuskan untuk mengajar di sekolah setelah papa berjuang membujuknya, akhirnya dia menerimanya!" ujar Adam begitu senang.
"Tumben dia mau mengajar anak-anak biasanya dia akan selalu menolak, apa ada alasan lain sehingga membuatnya mau menjadi pengajar di sekolah?" tanya Vina heran.
"Papa tidak tahu, intinya dia mau mengajar di sekolah kita sehingga citra Phoenix High School semakin meningkat karena kita memiliki pengajar yang merupakan seorang pianis terkenal" jelas Adam sembari minum air putih.
"Kapan tante Auris ngajar?" tanya Shawnette.
"Setelah dia selesai melakukan tour-nya di Italia" jawab Adam.
"Pasti Vino tidak akan senang dengan hal ini" saut Galaksi.
"Kenapa?" tanya Vina.
"Karena tante Auris akan mengawasi dia selama 24 jam!" balas Galaksi yang mengerti dengan sifat Vino.
"Tentu saja dia tidak akan merasa nyaman jika ibunya adalah seorang pengajar di sekolahnya seperti mama dulu" keluh Vina mengingat kembali momen ketika dia masih sekolah.
"Apa dulu kakek sering menghukum mama?" tanya Shawnette penasaran dengan cerita ibunya.
"Jangan tanya, kakek sering marahin mama waktu pulang sekolah, mau tahu karena apa?" ujar Vina.
"Pasti karena ketahuan pacaran sama papa!" saut Galaksi.
"Oh tidak, alasan kenapa kakek sering marahin mama karena hobi mama tawuran" ucap Vina cengengesan.
"What….!" teriak Shawnette dan Galaksi bersama.
"Mama waktu tawuran menang atau kalah ma?" tanya Shawnette.
"Tentu saja menang tidak ada di kamus mama kalah" jawab Vina mengibaskan rambutnya.
"Jadi waktu SMA papa ngapain aja?" tanya Galaksi.
"Lihat mama tawuran itu kerjaan papa!" balas Adam ketus.
"Kok papa kerjanya cuma lihat mama tawuran, kenapa papa nggak ikut tawuran juga?" tanya Shawnette.
"Kalian tahu untuk mendapatkan restu dari kakekmu, aku harus mengawasi ibu kalian agar tidak berbuat masalah" balas Adam.
"Oh so sweet!" saut Shawnette.
Vina mengedipkan matanya terhadap Adam cuma mereka berdua yang tahu apa artinya, mereka menyelesaikan makan malam mereka, Galaksi dan Shawnette naik ke atas dan masuk ke kamar mereka masing-masing.
Galaksi merebahkan tubuhnya di atas kasurnya, dia melihat langit-langit di kamarnya, dia mengalihkan pandangannya dan melihat sebuah jaket yang bergantung di depannya, dia berdiri dan menyentuh jaket itu.
Dia mengingat ketika dia dihukum berdiri dibawah tiang bendera dan terbakar oleh sinar matahari, tiba-tiba bayangan seorang gadis yang menutupi wajahnya dari matahari membuat dia menarik sudut bibirnya.
"Menarik!" gumam Galaksi mencium jaket itu.
TBC
Don't forget to like and comment
Follow Ig author tasya_1438 dan akun tiktok author tasya_1438.
Ayo berikan komentar kritik dan saran kalian.
See you
__ADS_1