
Kantin yang penuh dengan murid-murid yang menuntaskan rasa lapar mereka, dan ada juga beberapa siswa yang bernyanyi di kantin.
Seorang pria dan beberapa temannya yang sedang duduk di salah satu sudut meja dengan memakan gorengan.
"Woi Galaksi, kemarin lo kemana aja?" tanya Chiko.
"Bukan urusan lo," balas Galaksi dingin.
"Dingin amat jawabnya," celetuk Reza.
"Galaksi, gue dengar kemarin lo bolos dengan adik kelas, itu benar?" tanya Zayn tiba-tiba.
"Wahh....siapa itu adik kelas sampai buat Galaksi bolos!" sambung Felix.
"Zayn lo tahu darimana Galaksi bolos dengan adik kelas?" tanya Vino seraya menyeruput kuah bakso.
"Bu Jennie kemarin nanya gue sama siapa Galaksi bolos!" papar Zayn.
Galaksi mengetuk meja, "sialan, ternyata itu guru cepu juga!" ucapnya dengan nada sedikit sinis.
"Bu Jennie ngadu sama om Adam? Wah berani juga itu guru" sambung Vino sambil minum jus.
Ketika mereka berbicara dengan serius terdengar suara tertawa para gadis di sebelah mereka.
"Aduh itu cewek bule cantik amat sesuai tipe gue," celetuk Reza.
"Aduh neng Shawnette senyum manis amat sampai buat Chiko meleleh," sambung Chiko dengan mata mata memicing.
Felix menopang dagunya dan tersenyum tipis, "pacar gue memang cantik," ucapnya pelan yang masih bisa didengar mereka semua.
"Pacar lo yang mana lagi ni? Ganti lagi ya?" tanya Reza.
"Siapa lagi kalau bukan Aurora," balas Felix tersenyum selayaknya orang gila.
Mereka semua memutar malas bola mata mereka mendengar Felix yang begitu penuh percaya diri.
"Itu anak bukannya kapok ditikam yang ada malah makin tambah gila," celetuk Chiko memandang Felix ngeri.
"Gue rasa waktu dia nikam gue bukan dada yang kena melainkan hati gue, jadi itu sebabnya gue klepek-klepek sama dia," ucap Felix tersenyum lebar.
Mendengar hal itu membuat mereka rasanya ingin muntah dengan kata-kata Felix.
"Lix, ini peringatan buat lo jauhi Aurora dan jangan ganggu dia lagi," ucap Galaksi dingin dengan mata tajamnya.
"Sorry Galaksi. I can't do it because i love her," balas Felix tenang.
"You don't love her but it's your obsession," decak Galaksi.
__ADS_1
Aura dingin dan tatapan permusuhan yang dilayangkan Felix dan Galaksi membuat mereka merasa tidak nyaman.
"Kalau kalian berdua di sini cuma untuk bertengkar lebih baik kalian pergi sekarang juga," ujar Vino secara tiba-tiba yang sudah tidak tahan dengan aura dingin mereka.
"Don't interfere!" balas Galaksi dan Felix kompak.
"Cie....cie....kompak ni yeh itu tandanya kalian jodoh," celetuk Chiko.
"No way!" balas Galaksi dan Felix yang kembali kompak.
"Itu buktinya kalian itu jodoh. Lix gue dukung lo sama Galaksi," seloroh Zayn yang tertawa kecil.
Felix dan Galaksi saling menatap satu sama lain dan mereka bergedik ngeri.
"Amit-amit gue sama Galaksi gue masih normal," ucap Felix sewot.
"Gue pun juga masih normal. Kalaupun gue belok gue juga enggak mau sama lo," balas Galaksi pedas.
Mereka yang mendengar perdebatan Felix dan Galaksi tertawa kecil dan menggelengkan kepala mereka.
Di meja Aurora and the geng
Aurora, Shawnette, Citra , Raline, dan Xylona tertawa bersama mendengar lelucon yang diucapkan Raline.
"Line, lo ada-ada aja deh masa ikan lele ada karena kucing nikah sama ikan," ucap Aurora tertawa kecil.
"Ih gue serius tahu. Coba kalian pikir kenapa ikan lele punya kumis sedangkan ikan lain enggak," decak Raline.
Mereka diam tidak tahu ingin menjawab apa dan memandang satu sama lain dan mereka malah kompak menggedikan bahu mereka.
"Alasan ikan lele punya kumis karena bapaknya kucing tahu," ucap Raline ketus.
"Semerdeka lo aja deh Line, pusing kakak dengar ya," sambung Citra memijit pelipisnya.
Tiba-tiba suasana hening seketika, Shawnette memandang Aurora dan membuka suaranya, "Ra, kemarin lo bolos kan?" tanyanya.
Aurora mengangkat kepalanya, "iya, emang kenapa?" tanyanya balik.
"Lo bolos sama kak Galaksi, kan?"
Aurora gugup dan tidak tahu ingin menjawab apa, melihat gelagat Aurora bisa diartikan itu semua benar.
"Ra, lo suka sama kakak gue!" ucap Shawnette secara tiba-tiba.
"Maksudnya Shawnette apa?" tanya Aurora meremas ujung roknya.
"Gue akan mengulangi untuk kedua kalinya. Ra, kalau lo enggak suka sama kakak gue jauhi dia sekarang sebelum semuanya rumit," ucap Shawnette tegas.
__ADS_1
"Nette, kenapa lo gak boleh ngomong gitu ke Aurora!" celetuk Xylona.
"Ra, maaf pasti Shawnette enggak bermaksud ngomong seperti itu," sambung Citra.
"Enggak, gue memang bilang kenyataannya," ujar Shawnette dingin.
"Rora paham, tapi kalau boleh jujur Aurora suka sama kak Galaksi dan merasa nyaman dekatnya," balas Aurora dengan nada rendah.
"Ra, seriously! Lo harus bilang ke Galaksi sekarang," ucap Xylona bersemangat.
"Jangan!" ucap Raline sedikit teriak.
"Memang salah? Aurora harus ungkap sekarang dong tentang perasaannya," sambar Xylona sedikit ketus.
"Dengar ya gak ada sejarahnya cewek duluan nembak cowok," celetuk Raline mengangkat kedua tangannya.
"Eh Raline listen to me, ini udah abad ke 21 you know sekarang cewek sama cowok itu setara. Enggak masalah yang ungkapin cewek atau cowok yang penting perasaannya," ujar Xylona bijak.
Mereka mengangguk kepala dan setuju dengan pendapat Xylona.
"Terus cara ya gimana dong?" tanya Aurora dengan wajah polos.
"Ra, mending muka polos lo itu tunjukkan ke kak Galaksi aja deh, mana tahu kak Galaksi nerima lo karena kasihan," seloroh Shawnette.
"Ih Shawnette ngeselin tahu," balas Aurora memanyunkan bibirnya.
"Dengar dan pahami apa yang kami katakan!" ujar Citra.
"Pertama, siapkan hadiah untuk terserah deh mau coklat, jam tangan atau apapun terserah lo," papar Xylona.
"Kedua, ajak kak Galaksi ke tempat yang enggak ramai orang agar lo mudah confess your feeling," sambung Shawnette.
"Dan yang terakhir, ungkapin perasaanmu dari hati terdalam dengan tulus sampai hati Galaksi luluh," ucap Citra bijak.
"Itu bukan yang terakhir deh," celetuk Raline.
"Terus!" tanya mereka kompak.
"Yang terakhir itu kalau diterima syukur, ya kalau ditolak jangan nangis," ujar Raline tanpa rasa bersalah.
"Raline" decak mereka secara bersamaan.
Raline malah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan senyum cengengesan, "sorry!" ucapnya.
"Makasih sarannya, semoga berhasil!" ujar Aurora mengepal kedua tangannya.
"Fighting!" ucap mereka kompak.
__ADS_1