
"Hari ini aku akan ke perusahaan Biden. Aku akan menemui Andrian di sana. Kurasa dia harus ditanyakan juga." Jake mengabarkan padaku.
"Apakah ada tanda-tanda dia bermain di runtuhnya Sky Grup?" tanyaku lagi.
"Kotak hitam CCTV gedung sudah ditemukan. Tim rajawali sedang menganalisa orang-orang yang hilir mudik di sepanjang gedung. Tapi apa kau tau Beb jika penjaga gedung itu diracun?" tanyanya padaku.
"Apa?!" Saat itu juga aku terkejut mendengarnya.
"Ya. Penjaga gedung diracun. Dia sedang koma di rumah sakit saat ini." Jake mengabarkan.
"Astaga ...." Saat itu juga aku merasa ngeri sekali.
"Dan pelakunya hanya satu orang. Dia memakai helm, masker dan dan juga jaket panjang berwarna hitam. Kemungkinan dia memang ahli perakitan bom massal." Jake memberi tahu lagi.
Aku menelan ludah. Rasanya tak percaya dengan kabar yang kudengar ini. "Lalu?" Dengan ragu aku menanyakannya kembali.
"Tim rajawali sedang berpencar untuk menangkap pelakunya. Mereka juga mencari tempat-tempat perakitan bom tersembunyi. Area perbatasan diadakan operasi besar-besaran terhadap pengendara yang lewat untuk meminimalisir pelakunya kabur ke luar kota. Aku rasa kita akan menangkap pelakunya satu atau dua hari lagi." Jake begitu yakin.
__ADS_1
Aku mengangguk. "Aku mendoakan yang terbaik untukmu, Jake, dan juga untuk timmu." Aku menyemangatinya.
Dia seperti tersenyum di sana. "Tunggu aku di sana dan jangan ke mana-mana. Aku selesaikan dulu masalah di ibu kota." Jake berpesan padaku.
"Iya, Sayang." Pada akhirnya aku menyebutnya dengan kata sayang.
"Em, Lilia." Dia pun menyebut namaku.
"Ya?"
"Dasar!" Aku pun tersenyum-senyum mendengarnya.
Jake segalanya bagiku. Aku sudah amat yakin dengan kesungguhannya. Jadi tidak pantas bagiku untuk membicarakan pria lain di hadapannya. Dia sudah bertarung nyawa untuk menyelamatkanku. Dan aku begitu mencintainya. Akan kuserahkan hidupku untuknya.
Aku mencintai Jake-ku. Pria berwajah muram yang diinginnya seperti kulkas dua pintu. Tapi kini bak mantel tebal yang menghangatkan di musim dingin. Dan aku menyukainya, menyayanginya sepenuh hatiku. Dialah Jake Thompsonku.
.........
__ADS_1
...Jake...
.........
Dua hari kemudian...
"Berita terkini dari pasar saham ibu kota. Saham milik Great Ocean Construction mengalami penurunan sebesar enam persen dari hari kemarin. Kabar mengenai runtuhnya anak perusahaan menjadi perbincangan di kalangan pebisnis ibu kota. Tuan Jake Thompson selaku pemilik GOC menjelaskan jika kejadian naas itu di luar perkiraannya. Berikut liputan terkini dari tim lapangan kami..."
Aku sedang duduk di depan TV dan menonton berita siang ini seorang diri. Jinny sedang keluar untuk mengurus pernikahannya, sedang tuan Petrus tengah beristirahat di dalam kamarnya. Dan aku terperangah saat melihat berita yang disampaikan. Ternyata oh ternyata kejadian runtuhnya gedung Sky Grup berpengaruh terhadap bursa saham GOC.
Sebenarnya aku tidak mengerti benar tentang ranah bisnis dan pasar modal. Selama ini aku hanya mengikuti perintah dan arahan Jake saja. Tapi mendengar penurunan saham milik GOC, entah mengapa membuatku cemas sendiri. Pastinya prilaku itu lebih banyak pikiran sekarang.
Saat ini yang bisa kulakukan hanya mendoakan dan mendukungnya dari belakang. Untuk sementara waktu aku tidak diperbolehkan keluar kawasan. Dan ya, tak terasa hari ini adalah hari ke tigaku berada di sini. Dan aku mulai merasa nyaman.
"Tuan, kabar burung yang terdengar Anda akan segera mengakuisisi perusahaan milik tuan Biden. Apakah itu benar?" Kulihat seorang wartawan bisnis menanyakan hal itu kepada Jake.
__ADS_1