FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Kabar


__ADS_3

Dini harinya...


Angin yang menyejukkan menerpa permukaan kulitku. Lembut sentuhan kurasakan menyentuh permukaan bibir ini. Tak lama kemudian kurasakan ada yang merayap-rayap di atas tubuhku. Aku pun lekas membuka kedua mata untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata...


"Jake???"


Sama-sama aku melihat prilaku sedang berada di atas tubuhku. Dia masih mengenakan setelan jas hitamnya. Sepertinya dia baru saja sampai di tempat ini. Lantas saja aku pun mengucek mataku untuk memastikan kembali.


"Apa aku mengganggu tidurmu?" tanyanya lalu merebahkan kepala di dadaku.


Benar ternyata jika Jake lah yang berada di atas tubuhku. Sifat manjanya mulai keluar saat berdua denganku. Tapi aku masih ingin memastikan jika ini bukanlah mimpi. Aku mencubit pipiku sendiri. Dan rasanya sungguh sakit sekali.


Ternyata bukan mimpi.


Lantas aku mencoba mengusap kepalanya. Membelai lembut rambutnya. Aku pun merasakan setiap hela napas yang dia hela. Jake tampak lelah sekali. Mungkin dia baru saja menyelesaikan urusannya. Aku pun mencoba untuk menanyakannya.


"Kau ingin makan? Aku siapkan," kataku.

__ADS_1


Dia menggelengkan kepalanya di dadaku. "Aku ingin memelukmu saja," katanya.


Aku tersenyum. "Ada apa? Apakah ada kabar baik untukku?" tanyaku, sambil melihat dia yang malas-malasan di atas tubuhku.


"Pelakunya sudah tertangkap. Tapi dia memilih untuk bunuh diri," terang Jake.


"Apa?!!" Seketika aku terkejut mendengarnya.


"Dia tidak ingin menyebutkan siapa yang menyuruhnya," katanya lagi.


"Lalu?" tanyaku.


Aku tertegun sejenak mendengar hal ini. "Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanyaku lagi.


Dia terdiam cukup lama di dadaku. Sampai akhirnya bicara kembali. "Aku punya rencana, tapi cukup berisiko. Menurutmu bagaimana?" Dia menanyakan pendapatku.


Firasatku tiba-tiba tak enak mendengarnya. "Aku akan mendengarkan rencanamu. Sekarang bangunlah. Kita bicara segera."

__ADS_1


Dan akhirnya aku pun mengajak Jake untuk berbicara lebih lanjut. Tentunya agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cepat. Aku ingin tahu ada apa sebenarnya. Dan siapa dalang di balik pengeboman Sky Grup itu.


Satu jam kemudian...


"Jadi begitu."


Itulah yang kukatakan saat Jake memaparkan rencananya kepadaku. Kami duduk bersama di sofa kamar sambil menikmati secangkir kopi berdua. Dan ya, rencananya memang cukup berisiko. Tapi jika tidak dilakukan akan semakin mengulur waktu.


Jake bilang pelaku dibalik pengeboman Sky Grup telah berhasil tertangkap. Tapi sayangnya, pelaku itu tidak mau mengaku siapa yang menyuruhnya. Dan dia malah memilih untuk bunuh diri. Sungguh tragis sekali nasib seorang pesuruh sepertinya. Sedang yang menyuruh pasti sedang senang-senang saja.


"Aku sudah ke perusahaan Biden dan bertemu dengan Andrian di sana. Tapi dia berlagak tidak tahu sama sekali. Aku juga sudah ke penjara untuk menjenguk Biden, tapi Biden tidak mau bicara sama sekali. Dia hanya bilang, tak pantas bagi seorang penguasa menyudutkan orang yang telah kalah. Aku pun jadi tidak bisa berkata banyak padanya." Jake menceritakan padaku.


Aku mengerti posisinya saat ini.


"Minggu depan adalah hari pernikahan Jinny. Kita akan datang tanpa sepengetahuan publik ke sana. Aku masih harus menyembunyikanmu beberapa waktu. Setelahnya, aku akan mengantarkan Petrus ke Swiss. Di saat itulah rencana akan mulai dijalankan." Jake memberi time line-nya padaku.


"Apakah nanti tanpa ada pengawasan sama sekali?" tanyaku padanya.

__ADS_1


Jake menggelengkan kepala. "Aku sudah menyiapkan semua peralatannya untukmu. Tim juga sudah berjaga 24 jam penuh. Aku hanya ingin memastikan dalang dari semua ini. Apakah Biden atau Lea yang bermain. Karena Jinny berkata jika dia pernah mendengar Lea dan Andrian berniat membuat perhitungan denganmu," kata Jake lagi.


__ADS_2