FIRE OF LOVE

FIRE OF LOVE
Ditinggal


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Menjelang siang ini aku harus merelakan kepergian Jake ke Swiss. Dia akan mengantarkan Tuan Petrus untuk tinggal di sana. Dan ya, aku pun tidak bisa melarangnya. Terlebih akan ada rencana yang dijalankan setelah ini. Jadinya aku hanya bisa menurut saja.


Kini aku telah memakai perhiasan delima merah pemberian dari Jake. Dari sepasang anting, seuntai kalung, gelang dan sepasang cincin yang berada di jari kanan dan kiriku. Tapi perhiasan yang kupakai ini bukanlah perhiasan sembarangan. Melainkan ada memori perekamnya. Dan juga bisa melacak tempat keberadaanku. Tentunya terhubung dengan tim penjaga dan Jake sendiri.


"Beb, aku berangkat. Jaga dirimu baik-baik." Sebuah kecupan di kening pun kuterima darinya. Dan dia segera berlalu pergi dari hadapanku.


Jake, hati-hati.


Saat ini aku mengantarkannya sendiri ke bandara. Hal ini memang sengaja dilakukan agar memancing dalang dari runtuhnya Sky Grup keluar dari sarangnya. Karena tujuan utamanya adalah diriku. Mungkin dia tahu jika Jake sangat menyayangiku. Sehingga aku menjadi target utama. Tapi apapun itu aku harus siap ke depannya. Karena ini adalah jalan yang kupilih untuk bersamanya.


Lantas setelah Jake masuk ke ruang keberangkatan, aku pun melihatnya sampai hilang dari pandangan. Tampak Tuan Petrus bersama beberapa pengawal sudah menunggunya di sana. Jake pun akhirnya membalikkan badan. Dia melihatku kembali lalu menaiki tangga jalan. Dan akhirnya aku pun tak melihatnya lagi. Tiba saatnya untuk melancarkan aksi.

__ADS_1


Satu jam kemudian...


Aku baru tiba di apartemen Jake. Aku kembali ke apartemen ini atas seizin darinya. Dan ya, sepertinya aku harus merapikannya terlebih dahulu sebelum kutempati. Karena nyatanya Jake jarang sekali pulang ke apartemennya. Dia juga tidak sempat mengurusnya. Maklum, dia banyak urusan yang harus segera diselesaikan. Dan kini aku pun duduk sebentar sebelum merapikannya.


"Dia sudah sampai di mana ya? Kenapa aku sudah rindu padanya?"


Aku mencoba membuka ponsel untuk melihat pesan yang masuk. Tapi ternyata tidak ada pesan yang masuk untukku. Semua kontak di nomorku juga baru. Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui nomorku. Sedang nomor lamaku entah ke mana. Aku juga sudah lupa. Aku sudah berniat memulai kehidupan yang baru. Jadi nomor yang kupakai pun baru.


"Baiklah. Mari kita bersih-bersih sebentar."


Esok harinya...


Aku kembali datang ke GOC dengan mengenakan setelan busana kerja berwarna oranye yang cerah. Kantor pun sudah mulai ramai saat memasuki jam setengah delapan. Aku pun bergegas masuk ke ruangan Jake untuk mengerjakan beberapa tugas yang dititipkan. Dan ya, ternyata sudah banyak sekali map yang menumpuk di atas mejanya. Aku pun segera mengeceknya.

__ADS_1


"Surat penawaran kerja sama?"


Tak lama aku menemukan sebuah map berwarna cokelat yang berisi tentang surat penawaran kerja sama. Aku pun segera membacanya.


"Tawaran mutualisme untuk membangun gedung Sky Grup kembali. Pihak GOC hanya perlu membayar setengah dari harga semestinya. Dengan syarat GOC memakai semua bahan material dari perusahaan ini untuk ke depannya. Hm ... cukup menarik. Tapi apakah kualitas bahan bangunan bisa terjamin seperti yang biasa Jake pakai?"


"Lilia." Tiba-tiba Aurelia masuk ke ruangan ini.


"Aurelia? Tumben sudah datang?" tanyaku padanya.


...... ...


...Lilia...

__ADS_1



__ADS_2