
Kami akhirnya bertemu di bawah panggung. Jake pun segera menarikku ke tubuhnya. Dia menatapku sepenuh hati. Tatapan matanya menyiratkan penyesalan atas apa yang terjadi. Tapi kedua matanya juga memintaku untuk terus bertahan.
"Jake ...."
"Lilia ...."
Kami saling berpandangan di tengah reff lagu ini. Backing vokal pun mulai mengambil alih. Kami berdiri di depan panggung, di tengah hadirin yang datang. Lalu akhirnya Jake mengatakan beberapa kalimat yang mampu meluluhlantakkan hatiku. Aku pun mulai menitikkan air mata karenanya.
"Hanya kau satu-satunya wanita yang kucintai dari dalam hatiku, Beb. Tetaplah menjadi Liliaku. Aku mencintaimu."
Jake menciumku. Dia tidak malu lagi untuk menampakkan rasa sayangnya padaku. Aku pun membalas ciumannya. Aku melingkarkan kedua tangan ini di lehernya. Di saat itu juga instrumen lagu ini berakhir.
Tak lama kudengar tepuk tangan yang meriah di ruangan ini. Sepertinya para tamu undangan ikut terhanyut dengan suasana kami. Aku pun segera melepaskan ciuman. Melihat ke arah hadirin yang datang. Dan saat itu juga kulihat Jinny tengah mengusap air matanya. Mungkin dia ikut terharu dengan kisah cinta yang penuh perjuangan ini.
Pergantian Hari...
__ADS_1
"Jake, turunkan aku!"
"Tidak akan!"
"Jake, tamu belum pulang!" Aku memperingatkannya.
Begitulah drama yang terjadi selepas acara makan malam. Setelah bersalaman dan menikmati makan malam, Jake segera berpamitan kepada hadirin undangan. Padahal masih ada acara karaoke bersama di gedung buatan. Tapi kini Jake sudah membawaku ke pulaunya. Ke tempat di mana vila pribadinya berada. Dan aku hanya bisa pasrah.
Jake menidurkan aku di atas kasurnya. Dia pun menatapku dengan amat dalam. Dia memandangiku seakan enggan lepas dari penglihatan ini. Aku pun memerhatikan wajahnya yang seperti ingin mengatakan sesuatu. Entah mengapa malam ini terasa begitu berbeda sekali. Apakah mungkin karena status kami yang sudah resmi menjadi suami istri?
"Jake ...." Aku pun seolah tidak bisa berkata apa-apa padanya.
"Aku menyesal. Sangat menyesal telah menyeretmu ke dalam setiap permainanku. Tapi izinkan aku menebus kesalahanku malam ini. Karena aku benar-benar mencintaimu. Relakan dirimu untuk menjadi ibu dari anak-anakku. Aku mencintaimu, Beb." Jake berkata lagi padaku.
Entah mengapa suasana terasa syahdu sekali. Aku pun menganggukkan kepala, mengiyakan permintaannya. Malam ini akan kuserahkan diriku sepenuhnya. Aku rela menjadi istrinya. Aku juga rela menjadi ibu dari anak-anaknya.
__ADS_1
Perjalanan cinta ini tidaklah mudah untuk dilalui. Tapi akhirnya kami bisa melewatinya bersama. Kami mengucap janji suci sehidup semati. Bersama mengarungi kehidupan yang fana ini.
"Aku lebih mencintaimu, Jake."
Aku pun menciumnya sebagai tanda kesiapan untuk memulai malam pengantin ini. Jake juga mematikan lampu kamarnya. Kami memadu kasih bersama.
Jake, terima kasih telah menyempurnakan kisah ini. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.
Jake menciumku. Aku pun mengalungkan kedua tangan ini di lehernya. Dia kemudian melakukan pemanasan-pemanasan kecil di tubuhku. Aku pun mulai menikmatinya. Malam ini akan kami wujudkan impian bersama untuk menciptakan keluarga yang bahagia. Dan aku berharap tidak gagal seperti yang dulu-dulu. Aku sangat berharap itu.
"Jake, mmhh..."
"I love you, Babe."
"I love you more, ahh!"
__ADS_1